Babinsa Ikut Terjun Langsung Dalam Penanaman 1000 Pohon Mangrove Di Desa Bulak Baru

Jepara – Di wilayah Kabupaten Jepara, kawasan hutan mangrove masih tergolong sedikit, sehingga menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi penduduk yang tinggal di daerah pesisir pantai. Kawasan hutan mangrove lambat laun terdegradasi oleh kepentingan pihak lain atas lahan, sehingga berbagai pihak terus berupaya melestarikan hutan mangrove.

Seperti yang dilakukan di alur muara sungai wilayah Rt 01/04 Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara pagi ini. Dinas Lingkungan Hidup Jepara, bersama PWI Jepara, Sispala, Wapalhi, Oisca dan siswa SMP N 1 Pecangaan melakukan penanaman 1000 batang pohon mangrove, Jumat (27/12/2019).

Babinsa desa setempat, yang merupakan anggota Koramil 02/Kedung Kodim 0719/Jepara Kopda Abdul Cholik bersama Petinggi Desa Bulak Baru Purwoko turut hadir ditengah-tengah kegiatan tersebut.

Erikah Elida, petugas DLH Jepara menyebut, bahwa penanaman mangrove tersebut bertujuan untuk mengembalikan fungsi utama hutan mangrove di hulu sungai pesisir pantai Bulak Baru.

Sebelumnya, kata Erika, tahap pelatihan berupa penyampaian materi dan diskusi tentang potensi dan teknik penanaman mangrove dilaksanakan di Balai Desa Bulakbaru. Praktik pembibitan dan penanaman mangrove dilaksanakan di muara sungai pesisir pantai Bulakbaru.

“DLH Jepara bersama beberapa komunitas pecinta alam serta PWI Jepara merasa prihatin atas keadaan muara sungai pesisir pantai Bulak Baru, yang semakin hari semakin tergerus air laut. Oleh karenanya kita laksanakan penanaman 100 mangrove,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Babinsa Kopda Abdul Cholik, bahwa penanaman mangrove sangat berdampak besar bagi manusia pada umumnya. Salah satunya adalah mencegah intrusi air laut, yang merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan.

“Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau, sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau, sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi air laut ke daratan,” terangnya.

Selain itu, penanaman mangrove juga dapat mencegah terjadinya erosi yang merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air, dan abrasi yang merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut.

Kopda Abdul Cholik juga menjelaskan, hutan Mangrove juga sebagai tempat hidup satwa, dimana merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan.

“Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat dari pohon mangrove, memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Semoga dengan penanaman ini, menjadi lebih indah dan dapat dimanfaatkan untuk wisata,” tandas pria kelahiran kota Magelang tersebut. (pendim0719/afid).

 

Babinsa Ikut Terjun Langsung Dalam Penanaman 1000 Pohon Mangrove Di Desa Bulak Baru | 0719jepara | 4.5