Sabtu, September 19, 2026

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi


Tim SAR gabungan masih mencari seorang nelayan yang hilang setelah mengalami kecelakaan laut di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Memasuki hari ketiga, korban bernama Haryanto (46), warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, belum ditemukan.

Pencarian dilakukan Satpolairud Polresta Pati bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan pada Jumat (18/9/2026). Penyisiran dilakukan mulai dari muara Juwana hingga perairan Juwana-Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, dan Margotuwu, Kecamatan Tayu.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan tim memperluas pencarian berdasarkan analisis arah arus laut. “Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan. Penyisiran kami perluas berdasarkan analisis arah arus dan kondisi perairan,” kata Kompol Hendrik.

Kecelakaan laut terjadi pada Rabu (16/9) sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua korban saat itu berangkat melaut bersama nelayan lainnya menuju perairan Pecangaan untuk menangkap ikan jenis dero. Saat menebarkan jaring, kaki Moin (60) tersangkut hingga membuatnya terjatuh ke laut.

Haryanto kemudian berusaha menolong Moin. Namun, keduanya justru terbawa arus dan tenggelam. Moin akhirnya ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto hingga pencarian hari ketiga masih belum ditemukan.

Tim SAR melakukan penyisiran dengan memperhitungkan dugaan korban terbawa arus dari arah timur menuju barat. “Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, instansi terkait serta para nelayan untuk mendapatkan informasi dan memperluas area pencarian. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujar Kompol Hendrik.

Pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim mengutamakan keselamatan personel. “Apabila kondisi cuaca dan gelombang membahayakan, pencarian harus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan,” jelas Kompol Hendrik.

Pencarian akan dilanjutkan pada Sabtu (19/9) pagi. Kompol Hendrik mengatakan tim akan kembali menyisir sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya korban.

Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan. “Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melaut,” ungkapnya.

Jumat, September 18, 2026

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar

Muriapos.com - ,
Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar


BANDUNG – PT Jasa Raharja kembali menyerahkan santunan kepada dua ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8 yang berdomisili di Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).

Penyerahan santunan dilakukan setelah proses identifikasi dan verifikasi data korban dinyatakan valid. Sebelumnya, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada sejumlah ahli waris korban yang berhasil diidentifikasi.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, didampingi Direktur Utama Jasaraharja Putera Abdul Haris, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Jawa Barat Tamrin Silalahi, Kanit Gakkum Polresta Bandung IPTU Lilim Walim, serta perwakilan Bidang Lalin BPTD Tingkat I Jawa Barat Firman, menyerahkan santunan secara langsung kepada keluarga korban.

Santunan untuk korban Erik Maosul Latip diterima oleh ayah kandung korban, Miming, yang hadir mewakili istri korban selaku ahli waris. Penyerahan turut didampingi Agus Mulyadi, Kepala Desa Situsaeur yang juga merupakan paman korban.

Sementara santunan untuk korban Risyan Kurnia Putra diterima oleh adik kandung korban, Siti Kirani Nazwatul Fadilah, yang mewakili ibu kandung korban selaku ahli waris. Ia didampingi Mahmudin, kakak ipar korban.

Hingga 18 September 2026, Jasa Raharja menyatakan telah menyalurkan santunan kepada enam korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi dan diketahui berdomisili di Jawa Barat serta Jawa Timur.

Sesuai ketentuan, masing-masing ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta. Selain itu, terdapat manfaat tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp20 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, kelancaran penyaluran santunan tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak sejak proses pencarian dan evakuasi korban.

“Sejak proses pencarian dan evakuasi dimulai, kami berupaya melakukan pendataan secara bersama-sama melalui kesiapsiagaan insan Jasa Raharja yang berada di posko, informasi dari keluarga korban, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar Awaluddin.



Menurutnya, berbagai data dan informasi tersebut kemudian dipadukan dengan sistem serta integrasi data yang dimiliki Jasa Raharja untuk mendukung proses identifikasi dan verifikasi korban.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pendataan, identifikasi hingga verifikasi korban sehingga hak keluarga dapat segera dipenuhi sesuai ketentuan.

“Yang kami lakukan adalah berupaya hadir dan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada keluarga korban. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, karena dengan kerja bersama sejak proses pencarian dan evakuasi, pendataan hingga identifikasi, proses pelayanan kepada keluarga dapat berjalan dengan lebih baik,” tambahnya.



Awaluddin mengatakan, Jasa Raharja turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban dalam proses penanganan, termasuk terkait kepulangan jenazah hingga kembali ke tengah keluarga.

“Ini adalah duka kita bersama. Kami memahami bahwa situasi ini tidak mudah bagi keluarga korban. Santunan tentu tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang kita cintai, namun kami berharap kehadiran Jasa Raharja sebagai wujud kehadiran negara dapat memberikan dukungan dan membantu meringankan beban keluarga di tengah masa duka,” ujarnya.



Selain penyaluran santunan, Jasa Raharja masih memantau perkembangan korban yang menjalani perawatan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan insiden KM Virgo Transport 8.

Awaluddin menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses penanganan dan memastikan pelayanan kepada korban maupun ahli waris diberikan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi.

“Jasa Raharja hadir untuk memberikan kepastian pelayanan dan santunan korban. Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terkait saat ini memastikan prioritas kami adalah proses evakuasi dan pencarian korban yang sedang berjalan,” tutur Awaluddin.




Senin, September 14, 2026

Dirut dan Dirops Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban KM Virgo Transport 8

Dirut dan Dirops Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban KM Virgo Transport 8




BANJARMASIN – PT Jasa Raharja terus memantau proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang mengalami insiden dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin, Ahad (13/9/2026).

Untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Operasional Ariyandi meninjau langsung penanganan korban di Banjarmasin. Keduanya didampingi Direktur Teknik Jasaraharja Putera (JRP) Suhardiman.

Awaluddin mengatakan, Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan, rumah sakit, kepolisian, serta pihak terkait untuk memperoleh perkembangan data korban sekaligus memastikan hak perlindungan dapat segera diberikan.

> “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap korban yang berhasil dievakuasi dapat segera memperoleh pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pendataan dan verifikasi juga terus kami lakukan secara bertahap,” ujar Awaluddin.



Berdasarkan perkembangan informasi tim operasi gabungan, terdapat enam korban meninggal dunia yang masih dalam proses identifikasi.

Bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris yang sah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara bagi korban yang menjalani perawatan, Jasa Raharja telah menerbitkan jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit tempat korban dirawat, yakni RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah.

Jaminan biaya perawatan tersebut diberikan dengan maksimal Rp20 juta untuk setiap korban.

Perlindungan JRP untuk Penumpang Kapal

Perlindungan terhadap korban juga diperkuat melalui Jasaraharja Putera (JRP), anak usaha Jasa Raharja.

Berdasarkan ketentuan polis, penumpang kapal mendapatkan sejumlah manfaat perlindungan, yakni manfaat meninggal dunia maksimal Rp20 juta, cacat tetap maksimal Rp20 juta sesuai persentase tingkat kecacatan, serta biaya perawatan maksimal Rp10 juta berdasarkan kuitansi rumah sakit atau dokter.

Selain itu, terdapat manfaat biaya penguburan maksimal Rp2 juta bagi korban yang tidak memiliki ahli waris.

Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja akan terus mengikuti perkembangan proses evakuasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan tersebut.

> “Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan korban mendapatkan penanganan dengan baik. Kami akan terus mengikuti perkembangan di lapangan dan memastikan pelayanan Jasa Raharja berjalan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku,” tambahnya.



Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy turut memantau proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dudy menyampaikan, dari total 243 penumpang, tim SAR gabungan hingga sore hari telah mengevakuasi 107 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia.

> “Sore ini, dari 243 (penumpang), tim evakuasi SAR telah berhasil mengevakuasi 107 penumpang, 6 orang meninggal, sehingga masih terdapat 136 penumpang dalam proses pencarian,” jelas Menhub.




Rabu, September 09, 2026

839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026

839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026


Kebumen – Sebanyak 839 prajurit TNI AD resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan pendidikan di wilayah Kodam IV/Diponegoro secara resmi dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., di Secata Rindam IV/Diponegoro, Gombong, Kabupaten Kebumen, Rabu (9/9/2026).

Dalam upacara tersebut, Pangdam IV/Diponegoro membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian panjang sebagai prajurit TNI AD.

Dalam amanatnya, Kasad menekankan bahwa para prajurit baru diproyeksikan untuk mendukung pengembangan Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai kabupaten. Hal ini dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah rawan.

Selama dua bulan, para siswa telah menjalani pendidikan intensif yang disusun secara sistematis untuk membentuk cara berpikir, bersikap dan bertindak sesuai norma serta jati diri prajurit TNI AD yang berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Para prajurit muda selanjutnya diharapkan terus mengembangkan kemampuan teknik dan taktik militer yang telah diperoleh selama pendidikan. 

Kasad juga memberikan empat penekanan kepada para prajurit yang baru dilantik. Mereka diminta memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri, mengasah naluri militer, menjaga disiplin serta mengoptimalkan potensi diri.

Di tengah prosesi penutupan pendidikan, prestasi para siswa juga mendapat perhatian. Tiga nama tercatat sebagai tiga siswa terbaik antara lain Juara pertama diraih Amri Muhammad Dzaki, putra Rokhidi Setiawan, seorang karyawan produksi kursi mebel asal Kabupaten Banyumas. Posisi kedua ditempati Evan Erlangga, putra Edi Budiyanto yang berprofesi sebagai petani bawang merah dari Kabupaten Brebes. Sementara Bimo Dwi Nugroho, putra Alm Nur Arifin, Wiraswasta asal Kabupaten Jepara, meraih posisi ketiga.

Prestasi ketiganya menjadi gambaran bahwa perjalanan menjadi prajurit TNI AD dapat lahir dari berbagai latar belakang keluarga dan profesi. Dari lingkungan pekerja mebel hingga keluarga petani, semangat, kedisiplinan dan kerja keras menjadi bekal penting untuk menapaki kehidupan sebagai prajurit.

Penutupan Dikmata Gelombang II TA 2026 di Secata Rindam IV/Diponegoro sekaligus menandai dimulainya babak baru bagi para prajurit muda TNI AD. Setelah melewati pendidikan dasar keprajuritan, mereka kini dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan membawa nama baik TNI AD. (Pendam IV/Diponegoro)

Rabu, September 02, 2026

Dosen STIKes Bakti Utama Pati Kembangkan IrFa PRIMACALM, Aplikasi Android Pendamping Ibu Hamil Hadapi Kecemasan Persalinan

Dosen STIKes Bakti Utama Pati Kembangkan IrFa PRIMACALM, Aplikasi Android Pendamping Ibu Hamil Hadapi Kecemasan Persalinan

INOVASI TEKNOLOGI KESEHATAN • STIKes BAKTI UTAMA PATI

Dosen STIKes Bakti Utama Pati Kembangkan IrFa PRIMACALM, Aplikasi Android Pendamping Ibu Hamil Hadapi Kecemasan Persalinan

PATI – Dosen sekaligus Ketua STIKes Bakti Utama Pati, Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb., mengembangkan aplikasi berbasis Android bernama IrFa PRIMACALM (Primigravida Maternity Child Birth Anxiety Learning and Mindfulness). Aplikasi ini dirancang untuk mendampingi ibu hamil pertama atau primigravida pada trimester III — usia kehamilan 28–36 minggu — dalam menghadapi kecemasan menjelang persalinan.

Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari penelitian disertasi Irfana pada Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dalam penyusunan disertasinya, dibimbing oleh promotor Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd., serta kopromotor Dr. Sofwan Indarjo, S.K.M., M.Kes. dan Dr. dr. Intan Zainafree, M.H.Kes.

Gambar 1. Tampilan pembuka aplikasi IrFa PRIMACALM. (Foto: Dokumentasi pribadi)

IrFa PRIMACALM mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam satu aplikasi, mulai dari edukasi persalinan, latihan pernapasan terpandu, afirmasi positif, voice hypnobirthing, mindfulness, hingga relaksasi..

 

 

Sesi Latihan Otomatis 10 Menit

Salah satu fitur utama IrFa PRIMACALM adalah Sesi Latihan Otomatis 10 Menit. Melalui satu kali sentuhan, pengguna dapat menjalankan rangkaian latihan yang terdiri atas tiga tahap, yaitu voice hypno afirmasi berisi tiga kalimat penguatan pikiran positif, latihan pernapasan sebanyak enam siklus napas dengan panduan suara, dan calming music atau musik relaksasi selama empat menit.

Gambar 2. Fitur Sesi Latihan Otomatis 10 Menit yang menggabungkan tiga rangkaian latihan. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Rangkaian sesi otomatis dirancang agar pengguna dapat mengikuti latihan secara berurutan tanpa harus menekan tombol berulang kali. Di luar sesi otomatis, pengguna tetap dapat memilih sendiri latihan pernapasan, afirmasi positif, dan aktivitas relaksasi lainnya.

Beranda Menampilkan Usia Kehamilan hingga Tingkat Kepatuhan

Pada halaman beranda, pengguna dapat melihat informasi usia kehamilan, tingkat kecemasan, total sesi, latihan terarah, rencana latihan personal, serta tingkat kepatuhan latihan.

Gambar 3. Tampilan beranda IrFa PRIMACALM dengan fitur latihan terarah dan rencana personal. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Lima Modul Edukasi Persalinan

Tidak hanya berfokus pada relaksasi, IrFa PRIMACALM juga memiliki lima modul edukasi persalinan dengan total 26 materi. Materi tersebut meliputi pemahaman kecemasan menjelang persalinan, proses persalinan, nyeri persalinan, kesiapan menghadapi persalinan, serta pengenalan tanda bahaya.

Gambar 4. Tampilan menu Edukasi Persalinan yang terdiri atas lima modul. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Dengan modul tersebut, pengguna tidak hanya mendapatkan latihan relaksasi, tetapi juga memperoleh materi edukasi yang berkaitan dengan persiapan menghadapi persalinan.

Skrining, Jurnal Harian, dan Pemantauan

IrFa PRIMACALM juga memiliki fitur skrining dan pemantauan yang mendukung proses penelitian. Pengguna dapat mengikuti tahapan program dan memantau perkembangan latihan yang dilakukan.

Aplikasi juga menyediakan Jurnal Harian yang memungkinkan pengguna mencatat perasaan, pengalaman, dan refleksi selama mengikuti program.

Dashboard untuk Kebutuhan Penelitian

Untuk mendukung kebutuhan penelitian, IrFa PRIMACALM dilengkapi Dashboard Peneliti yang memberikan gambaran data penelitian dan perkembangan responden. Dashboard tersebut menyediakan ringkasan data responden, skrining, jurnal, kemajuan latihan, distribusi tingkat kecemasan, serta fasilitas ekspor data ke format CSV.

 

Gambar 5. Dashboard Peneliti IrFa PRIMACALM untuk memantau data dan perkembangan responden. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Mendukung Kesiapan Ibu Hamil

Pengembangan IrFa PRIMACALM menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung bidang kesehatan, khususnya dalam memberikan media edukasi dan latihan untuk membantu kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan.

Melalui integrasi edukasi, latihan pernapasan, afirmasi positif, mindfulness, relaksasi, jurnal harian, serta pemantauan perkembangan, IrFa PRIMACALM diharapkan dapat menjadi media pendukung bagi ibu hamil sekaligus menjadi bagian dari inovasi penelitian di bidang kesehatan berbasis teknologi.

Aplikasi IrFa PRIMACALM bersifat sebagai pendamping dan tidak menggantikan pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care) di bidan, puskesmas, maupun dokter.

 

Penulis: Irfana Tri Wijayanti | Editor: —

Rabu, Agustus 19, 2026

Kodim 0718/Pati Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Tlogoayu

Kodim 0718/Pati Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Tlogoayu


PATI – Kodim 0718/Pati kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Pati. Kali ini, bantuan air bersih didistribusikan ke Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Rabu (19/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kodim 0718/Pati menyalurkan tiga mobil tangki dengan total sekitar 14.500 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kegiatan pendistribusian dipimpin Danramil 19/Gabus Kapten Inf Kusmiyanto bersama sembilan anggota. Turut hadir Kasi Kesra Desa Tlogoayu Jumari beserta perangkat desa dan warga masyarakat Desa Tlogoayu.

Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius  Yogi  M.Han., melalui Danramil 19/Gabus Kapten Inf Kusmiyanto menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Kodim 0718/Pati kepada masyarakat, khususnya pada saat menhadapi musim kemarau . “Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, sekaligus meringankan beban warga yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Kodim 0718/Pati akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan, sehingga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat secara langsung. Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, kegiatan ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kamis, Juli 30, 2026

Kodim 0718/Pati Wujudkan Infrastruktur Berkualitas Melalui Pembangunan Jembatan Beton

Kodim 0718/Pati Wujudkan Infrastruktur Berkualitas Melalui Pembangunan Jembatan Beton

Uploaded Image


PATI – Pembangunan jembatan beton yang dilaksanakan Kodim 0718/Pati di Sungai Ngaseman, Dukuh Soko, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga Kamis (30/07/2026), pekerjaan difokuskan pada pembangunan pondasi serta persiapan struktur utama jembatan. Jembatan sepanjang 12,5 meter dengan lebar 3 meter ini dibangun sebagai akses penghubung antara Dukuh Soko, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong dengan Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu guna meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat.

Jembatan tersebut dirancang mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga sekitar 15 ton. Kehadirannya diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat menuju lahan pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, serta mendukung aktivitas perekonomian warga di wilayah Kecamatan Gembong dan Kecamatan Tlogowungu.

Sejumlah tahapan pekerjaan telah berhasil diselesaikan, mulai dari pembongkaran jembatan lama, pembersihan lokasi, penggalian pondasi, pemasangan bowplank, hingga pembangunan pondasi yang saat ini terus dikerjakan. Selain itu, pemasangan gelagar baja IWF dan pembuatan begesting gelagar juga terus berlangsung sebagai bagian dari persiapan struktur utama jembatan. Selama pelaksanaan, kondisi cuaca cerah mendukung kelancaran pekerjaan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Dandim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi warga. "Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan ini dengan kualitas yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Dandim.

Rabu, Juli 29, 2026

Ditanya Soal Siapa Dalang Skenario Politik yang Menjatuhkannya, Sudewo: "Wong Pati Ngerti Kabeh!"

Ditanya Soal Siapa Dalang Skenario Politik yang Menjatuhkannya, Sudewo: "Wong Pati Ngerti Kabeh!"

759330328_2488246731686156_2122726104675253948_n.jpg
Ditanya Soal Siapa Dalang Skenario Politik yang Menjatuhkannya, Sudewo: "Wong Pati Ngerti Kabeh!"

PATINEWSCOM

Bupati Pati nonaktif Sudewo melontarkan pernyataan keras usai menjalani sidang perkara dugaan korupsi terkait pengisian perangkat desa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (29/7/2026).

Di hadapan awak media, Sudewo mengibaratkan perkara yang menjeratnya sebagai "maling teriak maling". Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penolakannya terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

"Kalau saya istilahkan, kasus pengisian perangkat desa ini adalah maling teriak maling. Betul-betul maling teriak maling," kata Sudewo kepada wartawan usai persidangan.

Menurut Sudewo, pihak yang menurutnya melakukan kesalahan justru berupaya mengalihkan perhatian dengan menuduh orang lain yang tidak terlibat.

"Maling yang sesungguhnya, yang benar-benar nyata, justru berteriak supaya orang lain yang tidak melakukan apa-apa ditangkap," ujarnya.

Tanggapi Kesaksian di Persidangan

Sudewo juga dimintai tanggapan mengenai keterangan saksi Mujiburrahman yang, menurut wartawan, mengaku mendengar penyebutan nama Sudewo dari pihak lain dalam perkara tersebut.

Menanggapi hal itu, Sudewo meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak yang disebut dalam kesaksian tersebut.

"Nanti dikonfirmasi saja kepada Pak Sumarjono dan Pak Sukarjan, karena itu kan tidak langsung dari saya," katanya.

Klaim Jadi Korban Skenario Politik

Dalam kesempatan yang sama, Sudewo menyatakan dirinya merasa menjadi korban dalam perkara yang sedang bergulir. Ia mengklaim ada skenario politik yang bertujuan menjatuhkan dirinya.

"Saya memang jadi korban. Ini memang ada skenario politik supaya saya jatuh," ucapnya.

Saat ditanya siapa pihak yang dimaksud berada di balik dugaan skenario tersebut, Sudewo tidak menyebut nama tertentu.

"Wong Pati ngerti kabeh," ujarnya singkat.

#pati #jateng
#virals #fyp #jangkauanluas

Minggu, Juli 26, 2026

Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

f9e134a8-08f7-45d4-b49d-44d6360a876d.jpg
Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga menjadi ujian kesabaran, keikhlasan, serta kebersamaan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Manasik Calon Jamaah Haji KBIHU Jabal Nur Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini diikuti calon jamaah haji yang akan mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa manasik memiliki peran penting untuk membekali calon jamaah, baik dari sisi pemahaman syariat maupun kesiapan fisik dan mental.

"Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan ujian kesabaran dan keikhlasan hati. Luruskan niat hanya karena Allah SWT, jaga kebersamaan, dan saling membantu antarsesama jamaah," ujarnya.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tata cara ibadah akan membantu jamaah menjalankan seluruh rangkaian haji dengan lebih tenang dan khusyuk. Selain itu, kondisi fisik yang prima juga menjadi faktor penting mengingat padatnya aktivitas selama berada di Tanah Suci.

Chandra mengingatkan para calon jamaah agar menjaga kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

"Kesehatan fisik dan mental harus benar-benar dijaga. Ibadah haji membutuhkan stamina yang prima serta kesabaran yang tinggi," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Nur yang dinilai terus berperan aktif mendampingi masyarakat Kabupaten Pati dalam mempersiapkan ibadah haji sesuai tuntunan syariat.

Selain memberikan motivasi kepada calon jamaah, Chandra turut memohon doa agar Kabupaten Pati senantiasa diberikan keamanan, kesejahteraan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Ia berharap seluruh peserta manasik dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke Indonesia dengan predikat haji yang mabrur.

Pemerintah Kabupaten Pati, lanjut Chandra, akan terus bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyediaan konsumsi, hingga transportasi menuju Asrama Haji Donohudan.

Sementara itu, KBIHU Jabal Nur akan melanjutkan pembinaan melalui sejumlah sesi manasik teori dan praktik lapangan sebagai bekal akhir sebelum keberangkatan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jamaah sehingga dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah haji dengan baik.

Kegiatan pembukaan manasik turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pati, Staf Ahli Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Asisten Sekda, jajaran pengurus KBIHU Jabal Nur, serta seluruh calon jamaah haji peserta manasik tahun 2027.

#pati #haji #fyp #virals #jangkauan

Rabu, Juli 22, 2026

Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA

Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA

752786719_2481970495647113_1850050822597865176_n.jpg
Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh duta olahraga Kabupaten Pati. Tim sepak bola pelajar Kabupaten Pati, yang diwakili oleh mayoritas pemain dari SMA Safin Bina Bangsa, sukses menyabet gelar juara Pra Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Zona III Jawa Tengah 2026.

Gelar prestisius ini dipastikan usai Pati berhasil menundukkan sang tuan rumah, Kabupaten Kudus, dalam laga final yang berlangsung sengit di Lapangan Tanjungkarang, Kudus, pada Rabu (22/7) pagi.

Sepanjang dua babak di waktu reguler, kedua kesebelasan tampil ngotot dan saling jual beli serangan. Namun, solidnya barisan pertahanan membuat skor kacamata (0-0) bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kendati tensi pertandingan berjalan ketat, kedua tim tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Guna menentukan sang kampiun, laga pun harus dilanjutkan ke babak adu tos-tosan alias tendangan penalti. Di sinilah mental juara anak-anak Pati berbicara.

Kiper Kabupaten Pati, Rifqi Ramadhan, tampil sebagai pahlawan setelah sukses membaca dan menepis satu tendangan dari lima eksekutor Kudus. Sebaliknya, lima penendang dari Kabupaten Pati menjalankan tugasnya dengan sangat dingin dan mulus, mengunci kemenangan atas tuan rumah.

Pelatih Kabupaten Pati, Jefridin Anwar, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

"Hasil ini menjadi buah dari kerja keras anak-anak selama sesi latihan. Namun, kita tentu punya beberapa catatan evaluasi penting untuk persiapan ke tingkat provinsi nanti, utamanya soal finishing (penyelesaian akhir) dan kondisi fisik pemain yang masih harus terus diasah," ungkap Jefridin usai pertandingan.

@patinews

Pelatih berlisensi B AFC tersebut mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Ajang POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 dijadwalkan bakal bergulir di Kota Semarang pada September mendatang.

"Masih ada waktu untuk tim ini terus berbenah. Kita harus lebih baik lagi dan lebih kompetitif saat bersaing di tingkat provinsi nanti," tekadnya.

Sebagai informasi, langkah Pati menuju final terbilang impresif. Pada laga semifinal yang digelar Selasa (21/7), skuad besutan Jefridin Anwar ini sukses menekuk Kabupaten Jepara dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Dafa Pratama.

Pada ajang Pra-POPDA Zona III ini, skuad Kabupaten Pati memboyong 18 pemain pilihan. Komposisi tim didominasi oleh 16 pemain asal SMA Safin Bina Bangsa, yang dikombinasikan dengan tambahan amunisi masing-masing satu pemain dari SMAN 3 Pati dan SMA Nasional Pati. 

#pati #jateng #fyp #virals #jangkauanluas

Senin, Juli 20, 2026

Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%

Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%

748931178_1515145700627249_1255789222254837080_n.jpg
Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%

PATINEWSCOM

Menyambung ramainya kabar soal dugaan pemotongan Bantuan Sosial (Bansos) Kematian milik Mbah Subari, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Trangkil akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Trangkil, Bapak Bambang Pujianto, menegaskan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal adanya oknum perangkat desa yang memotong bantuan warganya sebesar Rp 300 ribu tersebut.

Lalu, ke mana larinya uang 300 ribu itu? 

Menurut penjelasan Sekdes Bambang, pencairan bansos kematian memang mengharuskan pemohon datang ke Dinsos di Pati kota. Karena jaraknya lumayan, kadang warga meminta tolong untuk diantar oleh perangkat desa.

Berikut adalah poin-poin pembelaan dari pihak Pemdes:

Bukan Potongan Resmi: Pemdes tidak pernah menetapkan adanya potongan Rp 300 ribu.

Dalih Uang Transportasi: Biaya yang dikeluarkan pemohon dianggap sebagai biaya operasional/transportasi dari desa menuju Pati.

Kesepakatan Pribadi: Jika ada "uang bensin" atau transport, itu adalah kesepakatan pribadi (deal-dealan) antara pemohon dan pihak yang mengantar, bukan kebijakan desa.

"Itu keikhlasan dari pemohon," tegas Bapak Bambang.

Terkendala Sistem Desil: Pemdes juga menjelaskan bahwa dari 24 pengajuan di tahun 2025, hanya 14 yang diterima karena sisanya terkendala aturan desil (kategori ekonomi) dari pusat.

Klarifikasi ini justru memunculkan pertanyaan baru di kalangan warga. Masuk akalkah biaya transport dari Trangkil ke Pati (yang jaraknya tidak terlalu jauh) dipatok sampai Rp 300 ribu, apalagi perginya secara rombongan (9 orang naik angkutan umum)? Apakah kata "ikhlas" pantas disematkan saat Mbah Subari sendiri mengaku terpaksa menerimanya daripada tidak cair sama sekali?

Nah, setelah membaca klarifikasi dari pihak Pemdes, bagaimana penilaian sedulur semua? Apakah alasan "uang transport" ini bisa diterima?

Mari diskusikan dengan santun dan kritis di kolom komentar!

#pati #jateng #virals #jangkauan #fyp

Minggu, Juli 12, 2026

Melalui Nobar Kebangsaan di 13 Titik, Kodim 0718/Pati Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Melalui Nobar Kebangsaan di 13 Titik, Kodim 0718/Pati Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Uploaded Image


PATI – Kodim 0718/Pati bersama jajaran Koramil menggelar Nobar Kebangsaan dengan menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Spanyol melawan Belgia di Aula Makodim 0718/Pati serta di masing-masing Makoramil jajaran, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang diikuti prajurit Kodim 0718/Pati, personel jajaran Koramil, dan masyarakat ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Antusiasme para penonton yang memberikan dukungan kepada tim favoritnya menciptakan suasana meriah sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat.

Bagi Kodim 0718/Pati, Nobar Kebangsaan tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, tetapi juga merupakan sarana komunikasi sosial yang efektif untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, terjalin interaksi yang positif sehingga mampu memperkokoh kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme.

Pasi Ter Kodim 0718/Pati, Kapten Inf Suwoyo, mengatakan bahwa Nobar Kebangsaan merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara serentak oleh Kodim 0718/Pati bersama seluruh jajaran Koramil. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi yang santai namun bermakna dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa cinta tanah air.

"Melalui kegiatan Nobar Kebangsaan ini, kami ingin semakin memperkuat silaturahmi antara TNI, khususnya Kodim 0718/Pati beserta jajaran Koramil, dengan seluruh elemen masyarakat. Momentum Piala Dunia kami manfaatkan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga tercipta situasi wilayah yang aman, kondusif, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Kapten Inf Suwoyo.

Jumat, Juli 10, 2026

Dandim 0718/Pati Optimistis Jembatan Garuda Segera Rampung, Akses Warga Kian Lancar

Dandim 0718/Pati Optimistis Jembatan Garuda Segera Rampung, Akses Warga Kian Lancar

Uploaded Image


PATI – Komandan Kodim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han., melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda di Dukuh Suko, Desa Semirejo, dan Dukuh Sumuran, Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Dandim didampingi Danramil 11/Gembong Letda Czi Gatot Budianto beserta anggota Koramil. Turut hadir Kepala Desa Semirejo Didik S., Kepala Desa Pohgading Zubaidi Abdillah, serta perangkat desa yang mendampingi rombongan selama meninjau lokasi pembangunan di kedua desa.

Dandim meninjau secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan di lapangan. Selain memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar, ia juga memberikan arahan dan motivasi kepada personel Koramil serta seluruh pihak yang terlibat agar tetap menjaga semangat, disiplin, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pembangunan. Dandim juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat demi keberhasilan program pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han., mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan infrastruktur yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena akan memperlancar akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah. "Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memiliki kualitas yang baik. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi kunci utama agar pembangunan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi warga," ujarnya. Ia berharap Jembatan Garuda dapat segera difungsikan sehingga mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung kesejahteraan masyarakat Kecamatan Gembong.
Suasana Penuh Keakraban Warnai Nobar Kebangsaan Kodim 0718/Pati

Suasana Penuh Keakraban Warnai Nobar Kebangsaan Kodim 0718/Pati

Uploaded Image


PATI – Semangat kebersamaan begitu terasa di Aula Makodim 0718/Pati, Jalan Jenderal Sudirman No. 79 Pati, saat prajurit TNI dan masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Tim Maroko melawan Prancis, Jumat (10/7/2026). Melalui kegiatan Nobar Kebangsaan, Kodim 0718/Pati menghadirkan ruang silaturahmi yang memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa kebangsaan, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan. Sorak sorai para penonton saat mendukung tim favoritnya menjadi perekat kebersamaan tanpa memandang latar belakang. Bagi Kodim 0718/Pati, nonton bareng bukan sekadar menikmati pertandingan sepak bola dunia, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial yang mampu membangun kedekatan, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Pasi Ter Kodim 0718/Pati, Kapten Inf Suwoyo, mengatakan bahwa kegiatan Nobar Kebangsaan merupakan salah satu media pembinaan teritorial yang efektif dalam menjalin hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, suasana santai yang tercipta selama kegiatan mampu menghadirkan komunikasi yang lebih akrab sehingga memperkuat ikatan emosional serta menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air.

"Kami ingin Nobar Kebangsaan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Melalui momentum Piala Dunia, kita tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial. Harapannya, sinergi yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus dipelihara sehingga tercipta wilayah yang aman, kondusif, dan mendukung kemajuan serta kesejahteraan masyarakat," ujar Kapten Inf Suwoyo.

Rabu, Juli 08, 2026

Bantuan 166.470 Benih Ikan Nila Genjot Pemulihan Perikanan Pascabanjir di Pati

Bantuan 166.470 Benih Ikan Nila Genjot Pemulihan Perikanan Pascabanjir di Pati


Uploaded Image

Bantuan 166.470 Benih Ikan Nila Genjot Pemulihan Perikanan Pascabanjir di Pati


PATINEWSCOM – Upaya memulihkan mata pencaharian pembudidaya ikan terdampak banjir terus dipercepat Pemerintah Kabupaten Pati. Selasa (7/7), Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyerahkan secara simbolis bantuan benih ikan nila kepada pembudidaya di Desa Talun, Kecamatan Kayen. Bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemulihan sektor perikanan budidaya sekaligus bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Chandra menjelaskan bahwa penanganan dampak bencana di Kabupaten Pati tidak dilakukan secara sendiri, melainkan terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

"Penanganan dampak bencana di Kabupaten Pati akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat agar bantuan dan pemulihan bagi masyarakat dapat berjalan secara optimal," ujar Chandra.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Sriwati, menerangkan bahwa bantuan yang disalurkan mencapai 166.470 ekor benih ikan nila. Seluruh benih tersebut merupakan hasil produksi UPTD Balai Benih Budidaya Ikan (BBBI) Kabupaten Pati sebagai dukungan percepatan pemulihan usaha perikanan budidaya pascabanjir.

"Bantuan ini didistribusikan kepada pembudidaya ikan terdampak banjir di lima desa, yakni Desa Talun, Desa Gabus, Desa Bulumanis Lor, Desa Kembang di Kecamatan Dukuhseti, serta Desa Tegalombo di Kecamatan Dukuhseti," jelas Sriwati.

Salah seorang pembudidaya ikan tambak asal Dukuhseti, Mahendra, mengaku bantuan tersebut memberikan harapan baru bagi para pembudidaya untuk kembali menjalankan usaha setelah mengalami kerugian akibat banjir.

"Kami sangat bersyukur atas bantuan benih ikan ini. Semoga usaha budidaya kami bisa bangkit kembali, semakin maju, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Mahendra.

Penyaluran bantuan benih ikan nila ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan produktivitas tambak, menjaga keberlangsungan usaha para pembudidaya, sekaligus memperkuat ketahanan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Pati setelah terdampak bencana.

Senin, Juli 06, 2026

Plt Bupati Chandra : Beasiswa Garuda Cair Mulai Pekan Depan

Plt Bupati Chandra : Beasiswa Garuda Cair Mulai Pekan Depan

Plt Bupati Chandra : Beasiswa Garuda Cair Mulai Pekan Depan

PATINEWSCOM 

Pemerintah Kabupaten Pati memastikan pencairan Beasiswa Garuda yang tertunda selama tiga bulan akan dimulai pekan depan. Kepastian itu disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, usai menggelar audiensi dengan perwakilan mahasiswa dan orang tua penerima Beasiswa Garuda di Ruang Kembangjoyo, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (6/7). Pemkab juga menegaskan program tersebut akan tetap dilanjutkan hingga para penerima menyelesaikan pendidikan.

Chandra mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan program beasiswa sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, seluruh mahasiswa penerima tetap akan memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman tiga bulan yang tertunda. Untuk tiga tahun ke depan hak mereka akan tetap didapatkan sebagaimana sebelumnya. Kami juga sedang memperbaiki regulasi agar program ini semakin kuat dan berkelanjutan," ujar Chandra.

Ia menjelaskan keterlambatan pencairan bukan disebabkan penghentian program, melainkan karena sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan baru tersedia pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Selama ini, pembiayaan Beasiswa Garuda masih bergantung pada dukungan CSR sehingga belum memiliki kepastian pendanaan setiap tahun.

"Kami tidak ingin terus bergantung pada CSR. Ke depan kami menyiapkan dasar hukum agar pembiayaan beasiswa dapat didukung APBD sehingga keberlanjutannya lebih terjamin," tegas Chandra.

Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan Bank Jateng dan Baznas Kabupaten Pati untuk memastikan pencairan bantuan biaya hidup bagi 183 mahasiswa penerima. 

Sementara itu, Pramudjianto, Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati pun memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program beasiswa tersebut. "Dari total alokasi CSR Bank Jateng tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar untuk berbagai kegiatan sosial, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi tetap menjadi salah satu prioritas sesuai ketentuan yang berlaku", terangnya. 

Sementara itu, pendamping orang tua mahasiswa, Dedi Gunawan, mengapresiasi audiensi yang difasilitasi Pemkab Pati. Ia berharap kepastian pencairan beasiswa dapat memberikan ketenangan bagi 183 mahasiswa penerima yang selama tiga bulan terakhir menunggu realisasi bantuan biaya hidup tersebut.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan bahwa program Beasiswa Garuda akan terus dipertahankan sebagai investasi sumber daya manusia. Pemkab juga akan memperluas sumber pendanaan dan memperkuat regulasi agar keberlanjutan beasiswa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana CSR.
Uploaded Image

Melalui Nobar Kebangsaan, Kodim 0718/Pati Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Melalui Nobar Kebangsaan, Kodim 0718/Pati Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Uploaded Image


Pati-Dalam rangka memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Kodim 0718/Pati menggelar kegiatan Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 dengan menyaksikan pertandingan antara Tim Brazil melawan Norwegia di Aula Makodim 0718/Pati, Jalan Jenderal Sudirman No. 79 Pati, Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh prajurit Kodim 0718/Pati bersama masyarakat sekitar dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Nobar Kebangsaan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi para pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi media komunikasi sosial yang efektif untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Melalui kebersamaan dalam menyaksikan pertandingan, terjalin interaksi yang hangat sehingga semakin memperkokoh semangat gotong royong, persaudaraan, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.

Pasi Ter Kodim 0718/Pati,KaptenInf Suwoyo, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Nobar Kebangsaan merupakan salah satu upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat teritorial dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti nonton bareng mampu menciptakan kedekatan emosional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Melalui kegiatan Nobar Kebangsaan ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat. Dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan, hubungan antara TNI dan rakyat semakin kuat. 

Momentum Piala Dunia menjadi sarana yang tepat untuk mempererat persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, serta meningkatkan rasa cinta tanah air,” ujar Kapten Inf Suwoyo

Ia berharap kegiatan Nobar Kebangsaan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan teritorial. Dengan komunikasi yang semakin baik, semangat persatuan yang terus terpelihara, serta sinergi yang harmonis antara TNI dan masyarakat, diharapkan situasi wilayah tetap aman, nyaman, dan kondusif sehingga mampu mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Jumat, Juli 03, 2026

dr. Ahmad Husin Jabat Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati

dr. Ahmad Husin Jabat Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati

7a09f748-09d7-4b9a-bb3d-11409b523087.jpg
dr. Ahmad Husin Jabat Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati

Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan pelayanan di RSUD RAA Soewondo segera mengalami peningkatan melalui percepatan penyelesaian sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari layanan cathlab, ruang hemodialisa, area parkir, hingga kenyamanan ruang tunggu masuk dalam daftar prioritas pembenahan.

Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat memberikan pengarahan kepada jajaran rumah sakit di Aula Seruni RSUD RAA Soewondo, Jumat (3/7/2026).

Menurut Chandra, evaluasi tidak akan berhenti pada satu pertemuan. Pemerintah daerah akan menggelar diskusi secara berkala bersama manajemen rumah sakit untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mempercepat langkah penyelesaiannya.

"Yang masih kurang akan kita cari solusinya bersama. Target kami, persoalan-persoalan yang ada bisa segera ditangani sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Plt Direktur RSUD RAA Soewondo, dr. Ahmad Husin, Sp.PD., M.Kes. Menurutnya, sosok direktur yang lebih muda diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, inovasi, serta penguatan manajemen rumah sakit.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka di seluruh lini pelayanan.

"Kuncinya sinkronisasi, komunikasi, dan kolaborasi. Saya minta ada pertemuan rutin dengan dokter senior maupun seluruh perawat untuk memetakan persoalan dan mencari solusi bersama," ujarnya.

Selain pelayanan medis, pembenahan fasilitas fisik juga menjadi perhatian. Rencana renovasi ruang tunggu masih menunggu hasil kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Pati bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan kelanjutan proyek agar tetap sesuai ketentuan pelestarian bangunan.

Terkait Dewan Pengawas RSUD, Chandra memastikan belum ada perubahan susunan. Dewan Pengawas tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya dan akan dievaluasi apabila dibutuhkan penyesuaian di kemudian hari.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo, dr. Ahmad Husin, menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan pemerintah daerah. Ia menyebut peningkatan koordinasi dengan seluruh tenaga kesehatan menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas pelayanan.

Menurutnya, dua fasilitas yang akan lebih dulu menjadi fokus pembenahan adalah ruang tunggu dan area parkir, karena keduanya dinilai paling banyak dikeluhkan masyarakat.

"Kami akan memprioritaskan pembenahan ruang tunggu dan area parkir sebagai kebutuhan yang paling mendesak," katanya.


#pati #jateng #fyp #virals #jangkauan

Kamis, Juli 02, 2026

Kenapa Kitchen Set Sering Jadi Area Favorit Rayap di Rumah?

Kenapa Kitchen Set Sering Jadi Area Favorit Rayap di Rumah?



Kitchen set sering menjadi salah satu area rumah yang paling rentan terkena rayap. Banyak pemilik rumah baru sadar ada masalah setelah bagian bawah kabinet mulai rapuh, pintu lemari sulit ditutup, muncul serbuk halus, atau kayu terasa kopong saat diketuk.

Padahal, dari luar kitchen set bisa terlihat bersih dan rapi. Masalahnya, bagian belakang, bawah, dan dalam kabinet sering jarang terlihat. Jika area tersebut lembap dan menggunakan material berbahan kayu olahan, risiko rayap bisa meningkat tanpa disadari.

Kenapa Kitchen Set Bisa Rawan Rayap?

Kitchen set biasanya berada di area dapur yang dekat dengan air, wastafel, pipa, dan saluran pembuangan. Jika ada rembesan kecil atau kebocoran yang tidak segera diperbaiki, bagian bawah kabinet bisa menjadi lembap.

Kondisi lembap ini sangat disukai rayap. Ditambah lagi, kitchen set umumnya menggunakan material seperti plywood, MDF, multipleks, atau particle board yang masih mengandung unsur kayu.

Bagian Bawah Kabinet Sering Terlambat Dicek

Bagian bawah kitchen set sering menjadi titik awal kerusakan karena posisinya dekat lantai dan jarang terlihat. Area ini juga sering tertutup plint, sehingga tanda awal rayap bisa tersembunyi cukup lama.

Jika rayap sudah masuk dari celah lantai, dinding, atau area pipa, mereka bisa menyerang bagian bawah kabinet terlebih dahulu. Dari luar, kitchen set mungkin masih terlihat bagus, padahal bagian dalamnya mulai rapuh.

Area Wastafel Lebih Berisiko

Kabinet bawah wastafel termasuk area yang perlu lebih sering diperiksa. Bagian ini sering terkena percikan air, pipa bocor, atau kelembapan dari saluran pembuangan.

Jika bagian dalam kabinet terasa lembap, berbau apek, atau mulai muncul noda air, risiko rayap bisa meningkat. Apalagi jika di dalamnya juga disimpan kardus, plastik kemasan, atau barang yang jarang dipindahkan.

Tanda Rayap pada Kitchen Set

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah muncul serbuk halus di bawah kabinet, pintu lemari mulai seret, bagian bawah kitchen set terasa rapuh, atau kayu terdengar kopong saat diketuk.

Tanda lain yang cukup jelas adalah muncul jalur tanah kecil di sudut dinding, dekat lantai, atau di belakang kabinet. Jika tanda ini muncul, sebaiknya jangan hanya dibersihkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan Tunggu Sampai Kitchen Set Amblas

Kerusakan pada kitchen set bisa cukup merugikan karena biaya pembuatan dan perbaikannya tidak murah. Jika rayap sudah menyebar ke banyak bagian, pemilik rumah mungkin perlu membongkar sebagian kabinet untuk mengetahui sumber masalahnya.

Karena itu, tanda kecil seperti serbuk halus, bau lembap, atau bagian bawah kabinet yang mulai lunak sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat dicek, semakin besar peluang mencegah kerusakan menyebar.

Cara Mengurangi Risiko Rayap pada Kitchen Set

Langkah pertama adalah memastikan area dapur tetap kering. Periksa pipa wastafel, saluran pembuangan, dan area bawah kabinet secara berkala. Jika ada rembesan, segera perbaiki.

Kedua, hindari menyimpan kardus atau kertas di dalam kabinet bawah wastafel. Material seperti ini bisa menyerap lembap dan menjadi sumber makanan tambahan bagi rayap.

Ketiga, bersihkan area bawah kitchen set dan perhatikan apakah ada serbuk halus atau jalur tanah. Jika kitchen set memiliki plint tertutup, pengecekan berkala tetap penting agar tanda awal tidak terlewat.

Jika mulai muncul tanda seperti kabinet bawah rapuh, jalur tanah, serbuk halus, atau kayu terdengar kopong, layanan anti rayap semarang bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar lebih luas.

Kesimpulan

Kitchen set sering menjadi area favorit rayap karena dekat dengan sumber air, mudah lembap, dan banyak menggunakan material berbahan kayu olahan. Bagian bawah dan belakang kabinet yang jarang terlihat membuat tanda awal rayap sering terlambat diketahui.

 

Dengan menjaga dapur tetap kering, rutin memeriksa area bawah kabinet, dan mengurangi barang berbahan kertas di area lembap, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.

Rabu, Juli 01, 2026

Gelombang Panas Landa Eropa, 1300 Orang Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

Gelombang Panas Landa Eropa, 1300 Orang Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

45 Template Patinews (51).jpg
Gelombang Panas Landa Eropa, 1300 Orang Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

Gelombang panas ekstrem kembali menghantam Benua Eropa dan menjadi salah satu yang paling parah dalam sejarah pencatatan cuaca modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sedikitnya 1.300 kematian berlebih berkaitan dengan suhu ekstrem yang melanda berbagai negara.

Beberapa wilayah bahkan mencatat rekor suhu baru. Jerman mencapai 41,7 derajat Celsius, sementara Polandia menyentuh 40,5 derajat Celsius. Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran dunia terhadap dampak nyata perubahan iklim yang semakin sering memunculkan cuaca ekstrem.

Mengapa Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan?

Para ilmuwan menjelaskan, penyebab utama fenomena ini adalah terbentuknya heat dome atau kubah panas. Fenomena ini terjadi ketika sistem tekanan tinggi menjebak udara panas di suatu wilayah sehingga suhu terus meningkat selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.

Namun, tingginya angka korban jiwa bukan hanya dipengaruhi suhu yang tinggi. Ada beberapa faktor lain yang memperparah dampaknya, antara lain:

Bangunan tidak dirancang untuk menghadapi panas ekstrem. Sebagian besar rumah di Eropa dibangun untuk mempertahankan kehangatan saat musim dingin. Diperkirakan hanya sekitar 19 persen rumah yang memiliki pendingin ruangan (AC).
Populasi lanjut usia cukup besar. Sekitar 22 persen penduduk Uni Eropa berusia di atas 65 tahun, kelompok yang paling rentan mengalami heatstroke.
Malam hari tetap panas. Di sejumlah wilayah Prancis, suhu malam bertahan di kisaran 26–28 derajat Celsius, membuat tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk menurunkan suhu setelah terpapar panas sepanjang hari.
Kelembapan tinggi memperburuk kondisi. Udara lembap membuat suhu terasa jauh lebih panas dibanding angka yang tercatat di termometer karena keringat sulit menguap.
Apakah Gelombang Panas Seperti Itu Bisa Terjadi di Indonesia?

Menurut BMKG, fenomena heatwave seperti yang terjadi di Eropa secara ilmiah tidak terjadi di Indonesia.

Indonesia berada di kawasan ekuator yang memiliki karakter atmosfer berbeda dengan wilayah lintang menengah seperti Eropa. Di negara tropis, perubahan cuaca berlangsung lebih cepat sehingga sistem tekanan tinggi yang menyebabkan heat dome sulit bertahan dalam waktu lama.

Meski demikian, bukan berarti Indonesia bebas dari ancaman suhu ekstrem.

Yang lebih sering terjadi adalah kenaikan suhu udara pada musim kemarau, terutama ketika langit cerah dan tutupan awan sangat sedikit. Kondisi tersebut dapat membuat suhu siang hari terasa sangat menyengat.

Ancaman Terbesar Indonesia Justru Kelembapan

Jika suatu saat terjadi anomali iklim yang menyebabkan suhu meningkat jauh di atas normal, kondisi di Indonesia justru berpotensi terasa lebih berat karena tingkat kelembapan udaranya tinggi.

Tubuh manusia mendinginkan diri melalui penguapan keringat. Namun ketika udara sangat lembap, proses penguapan menjadi lambat sehingga panas tubuh sulit dilepaskan.

Akibatnya, meskipun suhu udara tidak mencapai 40 derajat Celsius, indeks panas (heat index) yang dirasakan tubuh bisa jauh lebih tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko:

kelelahan akibat panas (heat exhaustion),
dehidrasi,
heatstroke,
gangguan jantung dan pernapasan,
hingga kematian, terutama pada lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
 

#eropa #panas #fyp #virals #jangkauan