Sabtu, September 19, 2026
Jumat, September 18, 2026
Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jabar
Senin, September 14, 2026
Dirut dan Dirops Jasa Raharja Tinjau Penanganan Korban KM Virgo Transport 8
Rabu, September 09, 2026
839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026
Rabu, September 02, 2026
Dosen STIKes Bakti Utama Pati Kembangkan IrFa PRIMACALM, Aplikasi Android Pendamping Ibu Hamil Hadapi Kecemasan Persalinan
INOVASI TEKNOLOGI KESEHATAN • STIKes BAKTI UTAMA PATI
Dosen
STIKes Bakti Utama Pati Kembangkan IrFa PRIMACALM, Aplikasi Android Pendamping
Ibu Hamil Hadapi Kecemasan Persalinan
PATI – Dosen
sekaligus Ketua STIKes Bakti Utama Pati, Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes.,
M.Keb., mengembangkan aplikasi berbasis Android bernama IrFa PRIMACALM (Primigravida
Maternity Child Birth Anxiety Learning and Mindfulness). Aplikasi ini
dirancang untuk mendampingi ibu hamil pertama atau primigravida pada trimester
III — usia kehamilan 28–36 minggu — dalam menghadapi kecemasan menjelang
persalinan.
Aplikasi
tersebut dikembangkan sebagai bagian dari penelitian disertasi Irfana pada
Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
(Unnes). Dalam penyusunan disertasinya, dibimbing oleh promotor Prof. Dr.
Tandiyo Rahayu, M.Pd., serta kopromotor Dr. Sofwan Indarjo, S.K.M., M.Kes. dan
Dr. dr. Intan Zainafree, M.H.Kes.
Gambar 1. Tampilan pembuka aplikasi IrFa PRIMACALM.
(Foto: Dokumentasi pribadi)
IrFa PRIMACALM
mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam satu aplikasi, mulai dari edukasi
persalinan, latihan pernapasan terpandu, afirmasi positif, voice hypnobirthing,
mindfulness, hingga relaksasi..
Sesi Latihan Otomatis 10 Menit
Salah satu
fitur utama IrFa PRIMACALM adalah Sesi Latihan Otomatis 10 Menit. Melalui satu
kali sentuhan, pengguna dapat menjalankan rangkaian latihan yang terdiri atas
tiga tahap, yaitu voice hypno afirmasi berisi tiga kalimat penguatan
pikiran positif, latihan pernapasan sebanyak enam siklus napas dengan panduan
suara, dan calming music atau musik relaksasi selama empat menit.
Gambar 2. Fitur Sesi Latihan Otomatis 10 Menit yang
menggabungkan tiga rangkaian latihan. (Foto: Dokumentasi pribadi)
Rangkaian sesi
otomatis dirancang agar pengguna dapat mengikuti latihan secara berurutan tanpa
harus menekan tombol berulang kali. Di luar sesi otomatis, pengguna tetap dapat
memilih sendiri latihan pernapasan, afirmasi positif, dan aktivitas relaksasi
lainnya.
Beranda Menampilkan Usia Kehamilan hingga Tingkat Kepatuhan
Pada halaman
beranda, pengguna dapat melihat informasi usia kehamilan, tingkat kecemasan,
total sesi, latihan terarah, rencana latihan personal, serta tingkat kepatuhan
latihan.
Gambar 3. Tampilan beranda IrFa PRIMACALM dengan fitur
latihan terarah dan rencana personal. (Foto: Dokumentasi pribadi)
Lima Modul Edukasi Persalinan
Tidak hanya
berfokus pada relaksasi, IrFa PRIMACALM juga memiliki lima modul edukasi persalinan
dengan total 26 materi. Materi tersebut meliputi pemahaman kecemasan menjelang
persalinan, proses persalinan, nyeri persalinan, kesiapan menghadapi
persalinan, serta pengenalan tanda bahaya.
Gambar 4. Tampilan menu Edukasi Persalinan yang terdiri
atas lima modul. (Foto: Dokumentasi pribadi)
Dengan modul
tersebut, pengguna tidak hanya mendapatkan latihan relaksasi, tetapi juga
memperoleh materi edukasi yang berkaitan dengan persiapan menghadapi
persalinan.
Skrining, Jurnal Harian, dan Pemantauan
IrFa PRIMACALM
juga memiliki fitur skrining dan pemantauan yang mendukung proses penelitian.
Pengguna dapat mengikuti tahapan program dan memantau perkembangan latihan yang
dilakukan.
Aplikasi juga
menyediakan Jurnal Harian yang memungkinkan pengguna mencatat perasaan,
pengalaman, dan refleksi selama mengikuti program.
Dashboard untuk Kebutuhan Penelitian
Untuk mendukung
kebutuhan penelitian, IrFa PRIMACALM dilengkapi Dashboard Peneliti yang
memberikan gambaran data penelitian dan perkembangan responden. Dashboard
tersebut menyediakan ringkasan data responden, skrining, jurnal, kemajuan
latihan, distribusi tingkat kecemasan, serta fasilitas ekspor data ke format
CSV.
Gambar 5. Dashboard Peneliti IrFa PRIMACALM untuk
memantau data dan perkembangan responden. (Foto: Dokumentasi pribadi)
Mendukung Kesiapan Ibu Hamil
Pengembangan
IrFa PRIMACALM menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam
mendukung bidang kesehatan, khususnya dalam memberikan media edukasi dan
latihan untuk membantu kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan.
Melalui
integrasi edukasi, latihan pernapasan, afirmasi positif, mindfulness,
relaksasi, jurnal harian, serta pemantauan perkembangan, IrFa PRIMACALM
diharapkan dapat menjadi media pendukung bagi ibu hamil sekaligus menjadi
bagian dari inovasi penelitian di bidang kesehatan berbasis teknologi.
Aplikasi IrFa
PRIMACALM bersifat sebagai pendamping dan tidak menggantikan pemeriksaan
kehamilan rutin (antenatal care) di bidan, puskesmas, maupun dokter.
Penulis:
Irfana Tri Wijayanti | Editor: —
Rabu, Agustus 19, 2026
Kodim 0718/Pati Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Tlogoayu
Kamis, Juli 30, 2026
Kodim 0718/Pati Wujudkan Infrastruktur Berkualitas Melalui Pembangunan Jembatan Beton
Rabu, Juli 29, 2026
Ditanya Soal Siapa Dalang Skenario Politik yang Menjatuhkannya, Sudewo: "Wong Pati Ngerti Kabeh!"
PATINEWSCOM
Bupati Pati nonaktif Sudewo melontarkan pernyataan keras usai menjalani sidang perkara dugaan korupsi terkait pengisian perangkat desa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (29/7/2026).
Di hadapan awak media, Sudewo mengibaratkan perkara yang menjeratnya sebagai "maling teriak maling". Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penolakannya terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Kalau saya istilahkan, kasus pengisian perangkat desa ini adalah maling teriak maling. Betul-betul maling teriak maling," kata Sudewo kepada wartawan usai persidangan.
Menurut Sudewo, pihak yang menurutnya melakukan kesalahan justru berupaya mengalihkan perhatian dengan menuduh orang lain yang tidak terlibat.
"Maling yang sesungguhnya, yang benar-benar nyata, justru berteriak supaya orang lain yang tidak melakukan apa-apa ditangkap," ujarnya.
Tanggapi Kesaksian di Persidangan
Sudewo juga dimintai tanggapan mengenai keterangan saksi Mujiburrahman yang, menurut wartawan, mengaku mendengar penyebutan nama Sudewo dari pihak lain dalam perkara tersebut.
Menanggapi hal itu, Sudewo meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak yang disebut dalam kesaksian tersebut.
"Nanti dikonfirmasi saja kepada Pak Sumarjono dan Pak Sukarjan, karena itu kan tidak langsung dari saya," katanya.
Klaim Jadi Korban Skenario Politik
Dalam kesempatan yang sama, Sudewo menyatakan dirinya merasa menjadi korban dalam perkara yang sedang bergulir. Ia mengklaim ada skenario politik yang bertujuan menjatuhkan dirinya.
"Saya memang jadi korban. Ini memang ada skenario politik supaya saya jatuh," ucapnya.
Saat ditanya siapa pihak yang dimaksud berada di balik dugaan skenario tersebut, Sudewo tidak menyebut nama tertentu.
"Wong Pati ngerti kabeh," ujarnya singkat.
#pati #jateng
#virals #fyp #jangkauanluas
Minggu, Juli 26, 2026
Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga menjadi ujian kesabaran, keikhlasan, serta kebersamaan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Manasik Calon Jamaah Haji KBIHU Jabal Nur Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini diikuti calon jamaah haji yang akan mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa manasik memiliki peran penting untuk membekali calon jamaah, baik dari sisi pemahaman syariat maupun kesiapan fisik dan mental.
"Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan ujian kesabaran dan keikhlasan hati. Luruskan niat hanya karena Allah SWT, jaga kebersamaan, dan saling membantu antarsesama jamaah," ujarnya.
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tata cara ibadah akan membantu jamaah menjalankan seluruh rangkaian haji dengan lebih tenang dan khusyuk. Selain itu, kondisi fisik yang prima juga menjadi faktor penting mengingat padatnya aktivitas selama berada di Tanah Suci.
Chandra mengingatkan para calon jamaah agar menjaga kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
"Kesehatan fisik dan mental harus benar-benar dijaga. Ibadah haji membutuhkan stamina yang prima serta kesabaran yang tinggi," katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Nur yang dinilai terus berperan aktif mendampingi masyarakat Kabupaten Pati dalam mempersiapkan ibadah haji sesuai tuntunan syariat.
Selain memberikan motivasi kepada calon jamaah, Chandra turut memohon doa agar Kabupaten Pati senantiasa diberikan keamanan, kesejahteraan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
Ia berharap seluruh peserta manasik dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke Indonesia dengan predikat haji yang mabrur.
Pemerintah Kabupaten Pati, lanjut Chandra, akan terus bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyediaan konsumsi, hingga transportasi menuju Asrama Haji Donohudan.
Sementara itu, KBIHU Jabal Nur akan melanjutkan pembinaan melalui sejumlah sesi manasik teori dan praktik lapangan sebagai bekal akhir sebelum keberangkatan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jamaah sehingga dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah haji dengan baik.
Kegiatan pembukaan manasik turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pati, Staf Ahli Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Asisten Sekda, jajaran pengurus KBIHU Jabal Nur, serta seluruh calon jamaah haji peserta manasik tahun 2027.
#pati #haji #fyp #virals #jangkauan
Rabu, Juli 22, 2026
Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA
Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh duta olahraga Kabupaten Pati. Tim sepak bola pelajar Kabupaten Pati, yang diwakili oleh mayoritas pemain dari SMA Safin Bina Bangsa, sukses menyabet gelar juara Pra Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Zona III Jawa Tengah 2026.
Gelar prestisius ini dipastikan usai Pati berhasil menundukkan sang tuan rumah, Kabupaten Kudus, dalam laga final yang berlangsung sengit di Lapangan Tanjungkarang, Kudus, pada Rabu (22/7) pagi.
Sepanjang dua babak di waktu reguler, kedua kesebelasan tampil ngotot dan saling jual beli serangan. Namun, solidnya barisan pertahanan membuat skor kacamata (0-0) bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kendati tensi pertandingan berjalan ketat, kedua tim tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Guna menentukan sang kampiun, laga pun harus dilanjutkan ke babak adu tos-tosan alias tendangan penalti. Di sinilah mental juara anak-anak Pati berbicara.
Kiper Kabupaten Pati, Rifqi Ramadhan, tampil sebagai pahlawan setelah sukses membaca dan menepis satu tendangan dari lima eksekutor Kudus. Sebaliknya, lima penendang dari Kabupaten Pati menjalankan tugasnya dengan sangat dingin dan mulus, mengunci kemenangan atas tuan rumah.
Pelatih Kabupaten Pati, Jefridin Anwar, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
"Hasil ini menjadi buah dari kerja keras anak-anak selama sesi latihan. Namun, kita tentu punya beberapa catatan evaluasi penting untuk persiapan ke tingkat provinsi nanti, utamanya soal finishing (penyelesaian akhir) dan kondisi fisik pemain yang masih harus terus diasah," ungkap Jefridin usai pertandingan.
@patinews
Pelatih berlisensi B AFC tersebut mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Ajang POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 dijadwalkan bakal bergulir di Kota Semarang pada September mendatang.
"Masih ada waktu untuk tim ini terus berbenah. Kita harus lebih baik lagi dan lebih kompetitif saat bersaing di tingkat provinsi nanti," tekadnya.
Sebagai informasi, langkah Pati menuju final terbilang impresif. Pada laga semifinal yang digelar Selasa (21/7), skuad besutan Jefridin Anwar ini sukses menekuk Kabupaten Jepara dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Dafa Pratama.
Pada ajang Pra-POPDA Zona III ini, skuad Kabupaten Pati memboyong 18 pemain pilihan. Komposisi tim didominasi oleh 16 pemain asal SMA Safin Bina Bangsa, yang dikombinasikan dengan tambahan amunisi masing-masing satu pemain dari SMAN 3 Pati dan SMA Nasional Pati.
#pati #jateng #fyp #virals #jangkauanluas
Senin, Juli 20, 2026
Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%
Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%
PATINEWSCOM
Menyambung ramainya kabar soal dugaan pemotongan Bantuan Sosial (Bansos) Kematian milik Mbah Subari, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Trangkil akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Sekretaris Desa (Sekdes) Trangkil, Bapak Bambang Pujianto, menegaskan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal adanya oknum perangkat desa yang memotong bantuan warganya sebesar Rp 300 ribu tersebut.
Lalu, ke mana larinya uang 300 ribu itu?
Menurut penjelasan Sekdes Bambang, pencairan bansos kematian memang mengharuskan pemohon datang ke Dinsos di Pati kota. Karena jaraknya lumayan, kadang warga meminta tolong untuk diantar oleh perangkat desa.
Berikut adalah poin-poin pembelaan dari pihak Pemdes:
Bukan Potongan Resmi: Pemdes tidak pernah menetapkan adanya potongan Rp 300 ribu.
Dalih Uang Transportasi: Biaya yang dikeluarkan pemohon dianggap sebagai biaya operasional/transportasi dari desa menuju Pati.
Kesepakatan Pribadi: Jika ada "uang bensin" atau transport, itu adalah kesepakatan pribadi (deal-dealan) antara pemohon dan pihak yang mengantar, bukan kebijakan desa.
"Itu keikhlasan dari pemohon," tegas Bapak Bambang.
Terkendala Sistem Desil: Pemdes juga menjelaskan bahwa dari 24 pengajuan di tahun 2025, hanya 14 yang diterima karena sisanya terkendala aturan desil (kategori ekonomi) dari pusat.
Klarifikasi ini justru memunculkan pertanyaan baru di kalangan warga. Masuk akalkah biaya transport dari Trangkil ke Pati (yang jaraknya tidak terlalu jauh) dipatok sampai Rp 300 ribu, apalagi perginya secara rombongan (9 orang naik angkutan umum)? Apakah kata "ikhlas" pantas disematkan saat Mbah Subari sendiri mengaku terpaksa menerimanya daripada tidak cair sama sekali?
Nah, setelah membaca klarifikasi dari pihak Pemdes, bagaimana penilaian sedulur semua? Apakah alasan "uang transport" ini bisa diterima?
Mari diskusikan dengan santun dan kritis di kolom komentar!
#pati #jateng #virals #jangkauan #fyp
Minggu, Juli 12, 2026
Melalui Nobar Kebangsaan di 13 Titik, Kodim 0718/Pati Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Jumat, Juli 10, 2026
Dandim 0718/Pati Optimistis Jembatan Garuda Segera Rampung, Akses Warga Kian Lancar
Suasana Penuh Keakraban Warnai Nobar Kebangsaan Kodim 0718/Pati
Rabu, Juli 08, 2026
Bantuan 166.470 Benih Ikan Nila Genjot Pemulihan Perikanan Pascabanjir di Pati
Bantuan 166.470 Benih Ikan Nila Genjot Pemulihan Perikanan Pascabanjir di Pati
Senin, Juli 06, 2026
Plt Bupati Chandra : Beasiswa Garuda Cair Mulai Pekan Depan
Melalui Nobar Kebangsaan, Kodim 0718/Pati Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Jumat, Juli 03, 2026
dr. Ahmad Husin Jabat Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati
Pemerintah Kabupaten Pati menargetkan pelayanan di RSUD RAA Soewondo segera mengalami peningkatan melalui percepatan penyelesaian sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari layanan cathlab, ruang hemodialisa, area parkir, hingga kenyamanan ruang tunggu masuk dalam daftar prioritas pembenahan.
Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat memberikan pengarahan kepada jajaran rumah sakit di Aula Seruni RSUD RAA Soewondo, Jumat (3/7/2026).
Menurut Chandra, evaluasi tidak akan berhenti pada satu pertemuan. Pemerintah daerah akan menggelar diskusi secara berkala bersama manajemen rumah sakit untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mempercepat langkah penyelesaiannya.
"Yang masih kurang akan kita cari solusinya bersama. Target kami, persoalan-persoalan yang ada bisa segera ditangani sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Plt Direktur RSUD RAA Soewondo, dr. Ahmad Husin, Sp.PD., M.Kes. Menurutnya, sosok direktur yang lebih muda diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, inovasi, serta penguatan manajemen rumah sakit.
Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka di seluruh lini pelayanan.
"Kuncinya sinkronisasi, komunikasi, dan kolaborasi. Saya minta ada pertemuan rutin dengan dokter senior maupun seluruh perawat untuk memetakan persoalan dan mencari solusi bersama," ujarnya.
Selain pelayanan medis, pembenahan fasilitas fisik juga menjadi perhatian. Rencana renovasi ruang tunggu masih menunggu hasil kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Pati bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan kelanjutan proyek agar tetap sesuai ketentuan pelestarian bangunan.
Terkait Dewan Pengawas RSUD, Chandra memastikan belum ada perubahan susunan. Dewan Pengawas tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya dan akan dievaluasi apabila dibutuhkan penyesuaian di kemudian hari.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo, dr. Ahmad Husin, menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan pemerintah daerah. Ia menyebut peningkatan koordinasi dengan seluruh tenaga kesehatan menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas pelayanan.
Menurutnya, dua fasilitas yang akan lebih dulu menjadi fokus pembenahan adalah ruang tunggu dan area parkir, karena keduanya dinilai paling banyak dikeluhkan masyarakat.
"Kami akan memprioritaskan pembenahan ruang tunggu dan area parkir sebagai kebutuhan yang paling mendesak," katanya.
#pati #jateng #fyp #virals #jangkauan
Kamis, Juli 02, 2026
Kenapa Kitchen Set Sering Jadi Area Favorit Rayap di Rumah?
Kitchen set sering menjadi salah satu area rumah yang paling rentan terkena rayap. Banyak pemilik rumah baru sadar ada masalah setelah bagian bawah kabinet mulai rapuh, pintu lemari sulit ditutup, muncul serbuk halus, atau kayu terasa kopong saat diketuk.
Padahal, dari luar kitchen set bisa terlihat bersih dan rapi. Masalahnya, bagian belakang, bawah, dan dalam kabinet sering jarang terlihat. Jika area tersebut lembap dan menggunakan material berbahan kayu olahan, risiko rayap bisa meningkat tanpa disadari.
Kenapa Kitchen Set Bisa Rawan Rayap?
Kitchen set biasanya berada di area dapur yang dekat dengan air, wastafel, pipa, dan saluran pembuangan. Jika ada rembesan kecil atau kebocoran yang tidak segera diperbaiki, bagian bawah kabinet bisa menjadi lembap.
Kondisi lembap ini sangat disukai rayap. Ditambah lagi, kitchen set umumnya menggunakan material seperti plywood, MDF, multipleks, atau particle board yang masih mengandung unsur kayu.
Bagian Bawah Kabinet Sering Terlambat Dicek
Bagian bawah kitchen set sering menjadi titik awal kerusakan karena posisinya dekat lantai dan jarang terlihat. Area ini juga sering tertutup plint, sehingga tanda awal rayap bisa tersembunyi cukup lama.
Jika rayap sudah masuk dari celah lantai, dinding, atau area pipa, mereka bisa menyerang bagian bawah kabinet terlebih dahulu. Dari luar, kitchen set mungkin masih terlihat bagus, padahal bagian dalamnya mulai rapuh.
Area Wastafel Lebih Berisiko
Kabinet bawah wastafel termasuk area yang perlu lebih sering diperiksa. Bagian ini sering terkena percikan air, pipa bocor, atau kelembapan dari saluran pembuangan.
Jika bagian dalam kabinet terasa lembap, berbau apek, atau mulai muncul noda air, risiko rayap bisa meningkat. Apalagi jika di dalamnya juga disimpan kardus, plastik kemasan, atau barang yang jarang dipindahkan.
Tanda Rayap pada Kitchen Set
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah muncul serbuk halus di bawah kabinet, pintu lemari mulai seret, bagian bawah kitchen set terasa rapuh, atau kayu terdengar kopong saat diketuk.
Tanda lain yang cukup jelas adalah muncul jalur tanah kecil di sudut dinding, dekat lantai, atau di belakang kabinet. Jika tanda ini muncul, sebaiknya jangan hanya dibersihkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan Tunggu Sampai Kitchen Set Amblas
Kerusakan pada kitchen set bisa cukup merugikan karena biaya pembuatan dan perbaikannya tidak murah. Jika rayap sudah menyebar ke banyak bagian, pemilik rumah mungkin perlu membongkar sebagian kabinet untuk mengetahui sumber masalahnya.
Karena itu, tanda kecil seperti serbuk halus, bau lembap, atau bagian bawah kabinet yang mulai lunak sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat dicek, semakin besar peluang mencegah kerusakan menyebar.
Cara Mengurangi Risiko Rayap pada Kitchen Set
Langkah pertama adalah memastikan area dapur tetap kering. Periksa pipa wastafel, saluran pembuangan, dan area bawah kabinet secara berkala. Jika ada rembesan, segera perbaiki.
Kedua, hindari menyimpan kardus atau kertas di dalam kabinet bawah wastafel. Material seperti ini bisa menyerap lembap dan menjadi sumber makanan tambahan bagi rayap.
Ketiga, bersihkan area bawah kitchen set dan perhatikan apakah ada serbuk halus atau jalur tanah. Jika kitchen set memiliki plint tertutup, pengecekan berkala tetap penting agar tanda awal tidak terlewat.
Jika mulai muncul tanda seperti kabinet bawah rapuh, jalur tanah, serbuk halus, atau kayu terdengar kopong, layanan anti rayap semarang bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar lebih luas.
Kesimpulan
Kitchen set sering menjadi area favorit rayap karena dekat dengan sumber air, mudah lembap, dan banyak menggunakan material berbahan kayu olahan. Bagian bawah dan belakang kabinet yang jarang terlihat membuat tanda awal rayap sering terlambat diketahui.
Dengan menjaga dapur tetap kering, rutin memeriksa area bawah kabinet, dan mengurangi barang berbahan kertas di area lembap, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.
Rabu, Juli 01, 2026
Gelombang Panas Landa Eropa, 1300 Orang Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya
Gelombang panas ekstrem kembali menghantam Benua Eropa dan menjadi salah satu yang paling parah dalam sejarah pencatatan cuaca modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sedikitnya 1.300 kematian berlebih berkaitan dengan suhu ekstrem yang melanda berbagai negara.
Beberapa wilayah bahkan mencatat rekor suhu baru. Jerman mencapai 41,7 derajat Celsius, sementara Polandia menyentuh 40,5 derajat Celsius. Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran dunia terhadap dampak nyata perubahan iklim yang semakin sering memunculkan cuaca ekstrem.
Mengapa Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan?
Para ilmuwan menjelaskan, penyebab utama fenomena ini adalah terbentuknya heat dome atau kubah panas. Fenomena ini terjadi ketika sistem tekanan tinggi menjebak udara panas di suatu wilayah sehingga suhu terus meningkat selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.
Namun, tingginya angka korban jiwa bukan hanya dipengaruhi suhu yang tinggi. Ada beberapa faktor lain yang memperparah dampaknya, antara lain:
Bangunan tidak dirancang untuk menghadapi panas ekstrem. Sebagian besar rumah di Eropa dibangun untuk mempertahankan kehangatan saat musim dingin. Diperkirakan hanya sekitar 19 persen rumah yang memiliki pendingin ruangan (AC).
Populasi lanjut usia cukup besar. Sekitar 22 persen penduduk Uni Eropa berusia di atas 65 tahun, kelompok yang paling rentan mengalami heatstroke.
Malam hari tetap panas. Di sejumlah wilayah Prancis, suhu malam bertahan di kisaran 26–28 derajat Celsius, membuat tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk menurunkan suhu setelah terpapar panas sepanjang hari.
Kelembapan tinggi memperburuk kondisi. Udara lembap membuat suhu terasa jauh lebih panas dibanding angka yang tercatat di termometer karena keringat sulit menguap.
Apakah Gelombang Panas Seperti Itu Bisa Terjadi di Indonesia?
Menurut BMKG, fenomena heatwave seperti yang terjadi di Eropa secara ilmiah tidak terjadi di Indonesia.
Indonesia berada di kawasan ekuator yang memiliki karakter atmosfer berbeda dengan wilayah lintang menengah seperti Eropa. Di negara tropis, perubahan cuaca berlangsung lebih cepat sehingga sistem tekanan tinggi yang menyebabkan heat dome sulit bertahan dalam waktu lama.
Meski demikian, bukan berarti Indonesia bebas dari ancaman suhu ekstrem.
Yang lebih sering terjadi adalah kenaikan suhu udara pada musim kemarau, terutama ketika langit cerah dan tutupan awan sangat sedikit. Kondisi tersebut dapat membuat suhu siang hari terasa sangat menyengat.
Ancaman Terbesar Indonesia Justru Kelembapan
Jika suatu saat terjadi anomali iklim yang menyebabkan suhu meningkat jauh di atas normal, kondisi di Indonesia justru berpotensi terasa lebih berat karena tingkat kelembapan udaranya tinggi.
Tubuh manusia mendinginkan diri melalui penguapan keringat. Namun ketika udara sangat lembap, proses penguapan menjadi lambat sehingga panas tubuh sulit dilepaskan.
Akibatnya, meskipun suhu udara tidak mencapai 40 derajat Celsius, indeks panas (heat index) yang dirasakan tubuh bisa jauh lebih tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko:
kelelahan akibat panas (heat exhaustion),
dehidrasi,
heatstroke,
gangguan jantung dan pernapasan,
hingga kematian, terutama pada lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
#eropa #panas #fyp #virals #jangkauan



