Previous
Next

Minggu, Juli 26, 2026

Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

f9e134a8-08f7-45d4-b49d-44d6360a876d.jpg
Plt Bupati Pati Ingatkan Calon Jamaah: Haji Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Ujian Kesabaran dan Keikhlasan

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga menjadi ujian kesabaran, keikhlasan, serta kebersamaan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Manasik Calon Jamaah Haji KBIHU Jabal Nur Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini diikuti calon jamaah haji yang akan mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Chandra menegaskan bahwa manasik memiliki peran penting untuk membekali calon jamaah, baik dari sisi pemahaman syariat maupun kesiapan fisik dan mental.

"Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan ujian kesabaran dan keikhlasan hati. Luruskan niat hanya karena Allah SWT, jaga kebersamaan, dan saling membantu antarsesama jamaah," ujarnya.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tata cara ibadah akan membantu jamaah menjalankan seluruh rangkaian haji dengan lebih tenang dan khusyuk. Selain itu, kondisi fisik yang prima juga menjadi faktor penting mengingat padatnya aktivitas selama berada di Tanah Suci.

Chandra mengingatkan para calon jamaah agar menjaga kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

"Kesehatan fisik dan mental harus benar-benar dijaga. Ibadah haji membutuhkan stamina yang prima serta kesabaran yang tinggi," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Nur yang dinilai terus berperan aktif mendampingi masyarakat Kabupaten Pati dalam mempersiapkan ibadah haji sesuai tuntunan syariat.

Selain memberikan motivasi kepada calon jamaah, Chandra turut memohon doa agar Kabupaten Pati senantiasa diberikan keamanan, kesejahteraan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Ia berharap seluruh peserta manasik dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke Indonesia dengan predikat haji yang mabrur.

Pemerintah Kabupaten Pati, lanjut Chandra, akan terus bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyediaan konsumsi, hingga transportasi menuju Asrama Haji Donohudan.

Sementara itu, KBIHU Jabal Nur akan melanjutkan pembinaan melalui sejumlah sesi manasik teori dan praktik lapangan sebagai bekal akhir sebelum keberangkatan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jamaah sehingga dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah haji dengan baik.

Kegiatan pembukaan manasik turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pati, Staf Ahli Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Asisten Sekda, jajaran pengurus KBIHU Jabal Nur, serta seluruh calon jamaah haji peserta manasik tahun 2027.

#pati #haji #fyp #virals #jangkauan

Rabu, Juli 22, 2026

Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA

Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA

752786719_2481970495647113_1850050822597865176_n.jpg
Lewat Drama Adu Penalti, Tim Pelajar Pati Sukses Tumbangkan Tuan Rumah Kudus di Pra-POPDA

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh duta olahraga Kabupaten Pati. Tim sepak bola pelajar Kabupaten Pati, yang diwakili oleh mayoritas pemain dari SMA Safin Bina Bangsa, sukses menyabet gelar juara Pra Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Zona III Jawa Tengah 2026.

Gelar prestisius ini dipastikan usai Pati berhasil menundukkan sang tuan rumah, Kabupaten Kudus, dalam laga final yang berlangsung sengit di Lapangan Tanjungkarang, Kudus, pada Rabu (22/7) pagi.

Sepanjang dua babak di waktu reguler, kedua kesebelasan tampil ngotot dan saling jual beli serangan. Namun, solidnya barisan pertahanan membuat skor kacamata (0-0) bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kendati tensi pertandingan berjalan ketat, kedua tim tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Guna menentukan sang kampiun, laga pun harus dilanjutkan ke babak adu tos-tosan alias tendangan penalti. Di sinilah mental juara anak-anak Pati berbicara.

Kiper Kabupaten Pati, Rifqi Ramadhan, tampil sebagai pahlawan setelah sukses membaca dan menepis satu tendangan dari lima eksekutor Kudus. Sebaliknya, lima penendang dari Kabupaten Pati menjalankan tugasnya dengan sangat dingin dan mulus, mengunci kemenangan atas tuan rumah.

Pelatih Kabupaten Pati, Jefridin Anwar, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

"Hasil ini menjadi buah dari kerja keras anak-anak selama sesi latihan. Namun, kita tentu punya beberapa catatan evaluasi penting untuk persiapan ke tingkat provinsi nanti, utamanya soal finishing (penyelesaian akhir) dan kondisi fisik pemain yang masih harus terus diasah," ungkap Jefridin usai pertandingan.

@patinews

Pelatih berlisensi B AFC tersebut mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Ajang POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 dijadwalkan bakal bergulir di Kota Semarang pada September mendatang.

"Masih ada waktu untuk tim ini terus berbenah. Kita harus lebih baik lagi dan lebih kompetitif saat bersaing di tingkat provinsi nanti," tekadnya.

Sebagai informasi, langkah Pati menuju final terbilang impresif. Pada laga semifinal yang digelar Selasa (21/7), skuad besutan Jefridin Anwar ini sukses menekuk Kabupaten Jepara dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Dafa Pratama.

Pada ajang Pra-POPDA Zona III ini, skuad Kabupaten Pati memboyong 18 pemain pilihan. Komposisi tim didominasi oleh 16 pemain asal SMA Safin Bina Bangsa, yang dikombinasikan dengan tambahan amunisi masing-masing satu pemain dari SMAN 3 Pati dan SMA Nasional Pati. 

#pati #jateng #fyp #virals #jangkauanluas

Senin, Juli 20, 2026

Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%

Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%

748931178_1515145700627249_1255789222254837080_n.jpg
Begini Tanggapan Sekdes Trangkil Terkait Heboh Uang Duka Diduga Disunat 30%

PATINEWSCOM

Menyambung ramainya kabar soal dugaan pemotongan Bantuan Sosial (Bansos) Kematian milik Mbah Subari, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Trangkil akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Trangkil, Bapak Bambang Pujianto, menegaskan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal adanya oknum perangkat desa yang memotong bantuan warganya sebesar Rp 300 ribu tersebut.

Lalu, ke mana larinya uang 300 ribu itu? 

Menurut penjelasan Sekdes Bambang, pencairan bansos kematian memang mengharuskan pemohon datang ke Dinsos di Pati kota. Karena jaraknya lumayan, kadang warga meminta tolong untuk diantar oleh perangkat desa.

Berikut adalah poin-poin pembelaan dari pihak Pemdes:

Bukan Potongan Resmi: Pemdes tidak pernah menetapkan adanya potongan Rp 300 ribu.

Dalih Uang Transportasi: Biaya yang dikeluarkan pemohon dianggap sebagai biaya operasional/transportasi dari desa menuju Pati.

Kesepakatan Pribadi: Jika ada "uang bensin" atau transport, itu adalah kesepakatan pribadi (deal-dealan) antara pemohon dan pihak yang mengantar, bukan kebijakan desa.

"Itu keikhlasan dari pemohon," tegas Bapak Bambang.

Terkendala Sistem Desil: Pemdes juga menjelaskan bahwa dari 24 pengajuan di tahun 2025, hanya 14 yang diterima karena sisanya terkendala aturan desil (kategori ekonomi) dari pusat.

Klarifikasi ini justru memunculkan pertanyaan baru di kalangan warga. Masuk akalkah biaya transport dari Trangkil ke Pati (yang jaraknya tidak terlalu jauh) dipatok sampai Rp 300 ribu, apalagi perginya secara rombongan (9 orang naik angkutan umum)? Apakah kata "ikhlas" pantas disematkan saat Mbah Subari sendiri mengaku terpaksa menerimanya daripada tidak cair sama sekali?

Nah, setelah membaca klarifikasi dari pihak Pemdes, bagaimana penilaian sedulur semua? Apakah alasan "uang transport" ini bisa diterima?

Mari diskusikan dengan santun dan kritis di kolom komentar!

#pati #jateng #virals #jangkauan #fyp

Minggu, Juli 12, 2026

Melalui Nobar Kebangsaan di 13 Titik, Kodim 0718/Pati Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Melalui Nobar Kebangsaan di 13 Titik, Kodim 0718/Pati Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Uploaded Image


PATI – Kodim 0718/Pati bersama jajaran Koramil menggelar Nobar Kebangsaan dengan menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Spanyol melawan Belgia di Aula Makodim 0718/Pati serta di masing-masing Makoramil jajaran, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang diikuti prajurit Kodim 0718/Pati, personel jajaran Koramil, dan masyarakat ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Antusiasme para penonton yang memberikan dukungan kepada tim favoritnya menciptakan suasana meriah sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat.

Bagi Kodim 0718/Pati, Nobar Kebangsaan tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, tetapi juga merupakan sarana komunikasi sosial yang efektif untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, terjalin interaksi yang positif sehingga mampu memperkokoh kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme.

Pasi Ter Kodim 0718/Pati, Kapten Inf Suwoyo, mengatakan bahwa Nobar Kebangsaan merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara serentak oleh Kodim 0718/Pati bersama seluruh jajaran Koramil. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi yang santai namun bermakna dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa cinta tanah air.

"Melalui kegiatan Nobar Kebangsaan ini, kami ingin semakin memperkuat silaturahmi antara TNI, khususnya Kodim 0718/Pati beserta jajaran Koramil, dengan seluruh elemen masyarakat. Momentum Piala Dunia kami manfaatkan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga tercipta situasi wilayah yang aman, kondusif, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Kapten Inf Suwoyo.

Jumat, Juli 10, 2026

Dandim 0718/Pati Optimistis Jembatan Garuda Segera Rampung, Akses Warga Kian Lancar

Dandim 0718/Pati Optimistis Jembatan Garuda Segera Rampung, Akses Warga Kian Lancar

Uploaded Image


PATI – Komandan Kodim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han., melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda di Dukuh Suko, Desa Semirejo, dan Dukuh Sumuran, Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Dandim didampingi Danramil 11/Gembong Letda Czi Gatot Budianto beserta anggota Koramil. Turut hadir Kepala Desa Semirejo Didik S., Kepala Desa Pohgading Zubaidi Abdillah, serta perangkat desa yang mendampingi rombongan selama meninjau lokasi pembangunan di kedua desa.

Dandim meninjau secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan di lapangan. Selain memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar, ia juga memberikan arahan dan motivasi kepada personel Koramil serta seluruh pihak yang terlibat agar tetap menjaga semangat, disiplin, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pembangunan. Dandim juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat demi keberhasilan program pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arm Timotius Yogi, M.Han., mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan infrastruktur yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena akan memperlancar akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah. "Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memiliki kualitas yang baik. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi kunci utama agar pembangunan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi warga," ujarnya. Ia berharap Jembatan Garuda dapat segera difungsikan sehingga mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung kesejahteraan masyarakat Kecamatan Gembong.