Muriapos.com - ,
Keren lur, Siswa MAN 2 Kudus Diterima di Dua Universitas Ternama China
KUDUS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus. Bre Arka Tabian Mochtar berhasil diterima di dua perguruan tinggi ternama di Tiongkok, yakni Beijing Institute of Technology (BIT) dan Zhejiang Normal University (ZJNU) pada program studi International Economic and Trade.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional dan meraih kesempatan pendidikan di kampus-kampus bergengsi dunia.
Beijing Institute of Technology dikenal sebagai salah satu universitas unggulan di China yang memiliki reputasi kuat dalam bidang teknologi, sains, dan inovasi. Sementara Zhejiang Normal University merupakan perguruan tinggi yang memiliki jaringan internasional luas dan menjadi tujuan mahasiswa dari berbagai negara.
Bre Arka mengungkapkan, pencapaian tersebut bukan diraih secara instan. Sejak usia dini, ia telah dibiasakan untuk merencanakan masa depan melalui penyusunan target jangka pendek, menengah, hingga panjang.
"Saya sejak kecil sudah terbiasa membuat target. Awalnya bercita-cita kuliah di Amerika Serikat, kemudian sempat ingin melanjutkan pendidikan ke ITB, hingga akhirnya tertarik melanjutkan studi ke China," ungkapnya.
Menurut Bre Arka, ketertarikannya terhadap China muncul setelah melihat perkembangan pesat negara tersebut dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan teknologi yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan dunia.
"Pandangan saya berubah ingin melanjutkan studi ke China karena saya melihat kiblat dunia saat ini banyak mengarah ke China," ujarnya.
Persiapan Dimulai Sejak Kelas X
Keseriusan Bre Arka mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi luar negeri dimulai sejak duduk di kelas X MAN 2 Kudus. Dari sisi akademik, ia berupaya menjaga konsistensi nilai rapor dengan rata-rata minimal 85.
Sementara dari jalur nonakademik, ia aktif membangun portofolio melalui berbagai kegiatan kepemimpinan. Selama tiga tahun menempuh pendidikan di MAN 2 Kudus, Bre Arka dipercaya menjadi ketua kelas.
Memasuki kelas XI, ia mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi untuk memperkuat portofolio yang dimiliki. Bahkan hobinya mendaki gunung turut menjadi bagian dari pengalaman yang ditampilkan dalam dokumen seleksi sebagai bukti konsistensi, ketangguhan, dan kemampuan menghadapi tantangan.
Saat kelas XII, di tengah persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), ia juga fokus melengkapi berbagai persyaratan seleksi perguruan tinggi luar negeri, mulai dari penyusunan Curriculum Vitae (CV), pembuatan video perkenalan diri, pengumpulan dokumen hingga latihan wawancara.
Bre Arka memilih program studi International Economic and Trade karena memiliki ketertarikan terhadap sistem perdagangan internasional dan hubungan ekonomi antarnegara.
"Saya tertarik mempelajari bagaimana negara mengatur arus ekspor-impor, jasa, dan investasi dalam skala global," jelasnya.
Ingin Berkontribusi untuk Indonesia
Tidak hanya berorientasi pada pendidikan, Bre Arka juga memiliki visi untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia setelah menyelesaikan studinya.
Ia berharap dapat membantu memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan China melalui pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di luar negeri.
"Saya ingin membantu meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Saya berharap dapat membantu menciptakan peluang bisnis, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," tuturnya.
Saat ini Bre Arka masih menunggu hasil seleksi dari beberapa universitas lain. Namun, ia mengaku lebih condong memilih Zhejiang Normal University karena kampus tersebut telah menyediakan dukungan beasiswa yang menunjang keberlanjutan studinya.
Dukungan Keluarga Jadi Fondasi Kesuksesan
Di balik keberhasilannya, terdapat peran besar keluarga yang membentuk karakter dan semangat juangnya. Sang ibu, Desira, menanamkan empat nilai utama yang selalu menjadi pegangan hidupnya, yakni disiplin, pantang menyerah, senantiasa berdoa, serta selalu percaya kepada Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk mentalitas Bre Arka dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses meraih impiannya.
MAN 2 Kudus Bangga
Bre Arka menilai keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan yang diberikan MAN 2 Kudus. Program pembinaan akademik, fasilitas mengikuti berbagai kompetisi, dukungan guru, serta lingkungan belajar yang positif menjadi faktor penting dalam proses pencapaiannya.
"Program pembinaan akademik dan berbagai kompetisi yang difasilitasi madrasah sangat membantu saya mengembangkan kemampuan akademik. Selain itu, dukungan guru dan lingkungan belajar yang positif juga memberikan motivasi untuk meraih impian studi di luar negeri," katanya.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas prestasi yang diraih salah satu siswanya tersebut.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa MAN 2 Kudus mampu bersaing di tingkat internasional. Kami berharap keberhasilan Bre Arka menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk berani bermimpi besar, mempersiapkan diri sejak dini, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada," ujarnya.
Menurutnya, madrasah tidak hanya bertugas mencetak generasi unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak mulia, dan kesiapan menjadi warga dunia yang membawa manfaat bagi bangsa dan agama.
Keberhasilan Bre Arka semakin menguatkan komitmen MAN 2 Kudus dalam mewujudkan visi "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia". Dengan budaya belajar yang positif serta dukungan seluruh warga madrasah, MAN 2 Kudus optimistis terus melahirkan generasi unggul yang mampu berkiprah hingga tingkat global.
