Previous
Next

Senin, Maret 16, 2026

Kasus Viral Pengeroyokan Berujung M4ut di Talun Kayen Pati Berhasil Diungkap Polisi, Empat Anak Diamankan

Kasus Viral Pengeroyokan Berujung M4ut di Talun Kayen Pati Berhasil Diungkap Polisi, Empat Anak Diamankan




Kasus Viral Pengeroyokan Berujung M4ut di Talun Kayen Pati Berhasil Diungkap Polisi, Empat Anak Diamankan

PATI – Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polresta Pati. Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan empat orang pelaku yang seluruhnya masih di bawah umur atau berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di jalan desa wilayah Desa Talun RT 02 RW 04, Kecamatan Kayen. Korban berinisial AFD (18), warga setempat, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada serta sejumlah luka akibat kekerasan yang dilakukan para pelaku.

Kapolresta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widyatama menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya melakukan kegiatan tongtek dengan memutar sound system di atas mobil pick up. Saat melintas di sebuah perempatan desa, rombongan korban bertemu dengan kelompok pelaku yang sedang nongkrong sehingga terjadi cekcok.

"Awalnya terjadi cekcok antara rombongan korban dengan kelompok pelaku di perempatan jalan hingga sempat terjadi saling lempar batu," ujar Kompol Dika.

Menurutnya, korban kemudian meninggalkan rombongannya dan berjalan sendirian menuju kelompok pelaku. Saat itulah empat pelaku langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

"Korban yang datang sendirian langsung diserang secara bersama-sama oleh para pelaku dengan cara dipukul, ditendang, hingga ditusuk menggunakan senjata tajam," jelasnya.

Empat pelaku yang telah ditetapkan sebagai ABH masing-masing berinisial W (16), I (16), A (15), dan B (15). Dari hasil penyelidikan diketahui masing-masing pelaku memiliki peran berbeda saat melakukan pengeroyokan terhadap korban.

"Pelaku B menendang korban, pelaku I memukul dan menendang korban hingga terjatuh, pelaku W menggunakan pisau untuk menyabet dan menusuk korban, sedangkan pelaku A menginjak kaki korban," ungkap Kompol Dika.

Setelah kejadian tersebut, korban sempat berjalan sambil memegangi dadanya akibat luka tusuk sebelum akhirnya ditolong temannya dan dibawa ke RSUD Kayen. Namun sekitar pukul 02.40 WIB korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang menembus hati dan menyebabkan perdarahan hebat.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu di antaranya satu setel jaket hodie warna hitam dengan noda darah yang dipakai korban saat kejadian, satu celana panjang cargo warna putih dengan noda darah, satu celana pendek kolor warna abu-abu dengan noda darah, satu celana dalam warna orange merk Kasogi, serta satu buah sabuk warna hitam yang seluruhnya dikenakan korban saat kejadian.

"Keempat pelaku saat ini telah diamankan di Rutan Polresta Pati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kami juga mengamankan barang bukti termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku dalam kejadian tersebut," pungkas Kompol Dika.

(Humas Resta Pati)
702 Warga Pati Ikuti Mudik Gratis, Rindu Temukan Jalan Pulang

702 Warga Pati Ikuti Mudik Gratis, Rindu Temukan Jalan Pulang




702 Warga Pati Ikuti Mudik Gratis, Rindu Temukan Jalan Pulang 


JAKARTA, 16 Maret 2026 - Pagi itu, halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dipenuhi koper, tas besar, dan wajah-wajah yang tak sabar pulang. Sejumlah bus berjejer rapi. Di dalamnya, ratusan warga Kabupaten Pati bersiap menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Bagi mereka, perjalanan ini lebih dari sekadar pulang. Di dalam bus-bus itu, ada rindu yang akhirnya menemukan jalan.

Sebanyak 702 warga Pati diberangkatkan melalui program Mudik Gratis kolaborasi Pemkab Pati dengan Pemprov Jateng.

Mereka pulang menggunakan 16 bus yang telah disiapkan.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pun hadir langsung di lokasi keberangkatan.  

"Pagi ini saya bersama Kepala Dishub Kabupaten Pati mendampingi Pak Gubernur melepas rombongan bus pemudik dari Kabupaten Pati," kata Chandra. 

Ia menjelaskan, armada bus untuk pemudik Pati berasal dari beberapa sumber. 

Sepuluh bus disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, tiga bus dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Jateng, dua bus dari Semen Gresik, dan satu bus dari Jasa Raharja.

"Total untuk Kabupaten Pati ada 16 bus dengan 702 orang pemudik," ujar Plt Bupati.

Sebelum keberangkatan, kondisi armada juga telah diperiksa oleh petugas. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan para pemudik.

"Tadi Pak Kepala Dinas sudah mengecek semua busnya. Busnya bagus, keren, dan aman," ujar Plt Bupati. 

Ia berharap seluruh pemudik dapat sampai di Kabupaten Pati dengan selamat.

"Semoga pemudik sampai Kabupaten Pati dengan keadaan sehat dan perjalanan mudiknya lancar," ujarnya.

Di antara para pemudik, Daryono, pengemudi ojek online di Jakarta, terlihat menunggu bus yang akan membawanya pulang ke Kecamatan Tambakromo. 

Ia mengaku program mudik gratis sangat membantu pekerja informal seperti dirinya.

"Menurut saya sangat-sangat membantu sekali untuk kalangan warga menengah ke bawah," kata Daryono.

Ia berharap jumlah armada bus pada tahun mendatang bisa ditambah.
"Mudah-mudahan ke depan armadanya nambah lagi dan teman-teman yang belum bisa ikut tahun ini bisa ikut juga," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan oleh Pawi, pedagang kopi keliling di Jakarta, yang juga merasa terbantu dengan program tersebut. 

"Tahun ini Alhamdulillah cukup bagus," katanya.

Pria yang akan mudik ke Kecamatan Gabus itu pun 
berharap program mudik gratis terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

"Semoga ke depannya lebih bagus lagi dan bisa ditambah armadanya," ujar Pawi.

Pelepasan rombongan pemudik dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sekitar pukul 10.00 WIB. 

Disampaikan gubernur, program mudik gratis Pemprov tahun ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai pihak, antara lain Baznas, Bank Jateng, dan sejumlah instansi lainnya.

Total ada 325 bus yang disiapkan untuk mengangkut pemudik menuju berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

"Jadi hari ini kita lakukan mudik gratis Pemprov Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 kabupaten kota," kata Luthfi.

Menurutnya, sebagian besar peserta mudik merupakan pekerja informal di wilayah Jabodetabek dengan penghasilan relatif rendah.

"Rata-rata mereka pekerja informal yang gajinya di bawah Rp 5 juta. Ada pedagang bakso, pengemudi ojek online, pembantu rumah tangga, dan lainnya," ujar Luthfi.

Ia menilai program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

"Ini merupakan bentuk hadirnya negara untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas masyarakat," kata Luthfi.

Bus-bus itu kemudian perlahan meninggalkan halaman TMII. Di balik kaca jendela, para pemudik melambaikan tangan. Dan jalan pulang untuk mencurahkan rindu pada kampung halaman pun kini telah terbuka lebar.
Blayer Truk Picu Emosi, 4 Pemuda di Tambakromo Ditangkap Polisi Usai Ani4ya Sopir

Blayer Truk Picu Emosi, 4 Pemuda di Tambakromo Ditangkap Polisi Usai Ani4ya Sopir




Blayer Truk Picu Emosi, 4 Pemuda di Tambakromo Ditangkap Polisi Usai Ani4ya Sopir

PATI – Satuan Reserse Kriminal Polresta Pati berhasil mengungkap kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di wilayah Tambakromo. Empat orang pemuda diamankan setelah diduga melakukan kekerasan terhadap seorang sopir truk di Jalan Tambakromo–Kayen, tepatnya di Desa Mangunrekso, pada Senin (8/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa tersebut menimpa korban berinisial RDS (18), warga Desa Mangunrekso. Saat itu korban melintas menggunakan truk engkel warna kuning dan menggeber kendaraan ketika melintasi sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Aksi tersebut memicu emosi para pelaku yang kemudian mengejar kendaraan korban dengan sepeda motor.

Kapolresta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widyatama menjelaskan bahwa para pelaku berhasil menghentikan kendaraan korban di sekitar Dukuh Rumasan, Desa Mangunrekso. "Setelah berhasil menghentikan kendaraan korban, para pelaku kemudian mendatangi kabin truk dan melakukan pemukulan dengan tangan kosong serta melempari korban dan kendaraan menggunakan batu," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban RDS (18) mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani perawatan di rumah sakit di Pati. Selain itu, kendaraan truk yang dikemudikan korban juga mengalami kerusakan pada bagian kabin serta talang air akibat lemparan batu.

Kompol Dika Hadian Widyatama menambahkan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kejadian tersebut. "Tim Opsnal Jatanras Satreskrim langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku," jelasnya.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi akhirnya mengantongi identitas para pelaku yang diketahui berasal dari kelompok pemuda Desa Mojomulyo. "Pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB, petugas berhasil mengamankan empat terduga pelaku di lokasi yang berbeda," ungkapnya.

Keempat pelaku masing-masing berinisial RW (18), AYK (22), MS (24), dan AMR (19). Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa lima buah batu, beberapa potongan talang air kabin truk yang rusak, satu unit truk, serta STNK kendaraan tersebut.

Kompol Dika Hadian Widyatama menegaskan bahwa para tersangka kini tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Satreskrim Polresta Pati. "Para pelaku dijerat Pasal 262 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara," tegasnya.

(Humas Resta Pati)
Gerombolan Tongtek Diduga Lempari Pemuda Saat Cari Sahur di Dukuhseti, Polisi Lakukan Penyelidikan

Gerombolan Tongtek Diduga Lempari Pemuda Saat Cari Sahur di Dukuhseti, Polisi Lakukan Penyelidikan

Gerombolan Tongtek Diduga Lempari Pemuda Saat Cari Sahur di Dukuhseti, Polisi Lakukan Penyelidikan

PATI – Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak mencari makanan sahur pada Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di sekitar Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel.

Korban diketahui berinisial M.A.S (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya yakni G.D.S (20) dan L.A.O (17) mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan berboncengan tiga orang untuk mencari warung makan sahur.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri, S.H., M.H menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban dan dua temannya melintas di Jalan Desa Ngagel dan berpapasan dengan sekelompok orang yang sedang melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.

"Benar, Unit Reskrim Polsek Dukuhseti telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Desa Ngagel," ujar AKP Ali Mashuri.

Menurutnya, saat berpapasan dengan rombongan tersebut, salah satu dari kelompok itu diduga berteriak menyebut asal korban. Setelah itu beberapa orang dari rombongan tersebut mencoba melakukan pemukulan terhadap korban.

"Berdasarkan keterangan pelapor, ada sekitar enam orang yang mencoba memukul korban, bahkan ada yang membawa tongkat kayu. Namun pukulan tersebut tidak mengenai korban karena mereka berusaha menghindar," jelasnya.

Korban kemudian menambah kecepatan sepeda motor untuk menghindari kejaran. Namun sesampainya di sekitar lokasi cucian mobil, korban dihadang oleh sepeda motor PCX merah yang berada di tengah jalan.

"Pada saat itu, ada seseorang yang juga berusaha memukul korban, namun tidak mengenai. Kemudian seorang pria yang mengenakan jaket hitam melempar batu yang mengenai wajah korban," kata AKP Ali Mashuri.

Tidak hanya itu, di belakang sepeda motor PCX tersebut terdapat sepeda motor Vario yang juga menghadang. Motor tersebut menyenggol roda kendaraan korban hingga akhirnya korban bersama dua rekannya terjatuh di jalan.

"Setelah korban terjatuh, salah satu saksi berteriak kepada kelompok tersebut sehingga rombongan itu kemudian pergi meninggalkan lokasi," lanjut AKP Ali Mashuri.

Polisi yang menerima laporan pada Senin pagi langsung melakukan sejumlah langkah awal, mulai dari menerima laporan pengaduan, melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, hingga olah tempat kejadian perkara.

"Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, foto luka korban, serta video yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk kepentingan penyelidikan," ungkap AKP Ali Mashuri.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi para pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Apabila sudah teridentifikasi, para pelaku akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas AKP Ali Mashuri.

Kapolsek Dukuhseti juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama kegiatan membangunkan sahur agar tidak menimbulkan konflik ataupun tindakan yang melanggar hukum.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain," pungkas AKP Ali Mashuri.
Satlantas Polresta Pati Intensifkan Patroli Malam Selama Operasi Ketupat Candi 2026

Satlantas Polresta Pati Intensifkan Patroli Malam Selama Operasi Ketupat Candi 2026


Satlantas Polresta Pati Intensifkan Patroli Malam Selama Operasi Ketupat Candi 2026

PATI – Satuan Lalu Lintas Polresta Pati melalui Satgas Kamseltibcar Lantas Operasi Ketupat Candi 2026 terus mengintensifkan patroli serta pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik keramaian di wilayah Kabupaten Pati pada Minggu (15/3/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut menyasar kawasan pusat perbelanjaan dan jalur utama yang ramai dilalui masyarakat.

Patroli dilakukan oleh personel Satgas Kamseltibcar Lantas di beberapa lokasi strategis, di antaranya kawasan Swalayan Luwes Pati, Swalayan ADA Pati di Jalan Pemuda, serta sepanjang Jalan Lingkar Selatan Pati. Selain itu, personel juga melakukan pemantauan serta pengaturan arus kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman Pati guna mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas pada malam hari.

Kasatlantas Polresta Pati yang juga menjabat sebagai Kasatgas Kamseltibcar Lantas OKC 2026, Riki Fahmi Mubarok, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi.

"Patroli dan pengaturan lalu lintas kami intensifkan di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Tujuannya agar mobilitas warga tetap lancar serta mencegah potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar warga merasa aman saat beraktivitas, khususnya pada malam hari di kawasan pusat perbelanjaan maupun jalur utama.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, kondisi arus lalu lintas di jalur Pantura maupun Jalan Lingkar Selatan Pati hingga saat ini masih terpantau normal. Aktivitas masyarakat di sejumlah pusat perbelanjaan memang cukup ramai, namun situasi tetap aman dan terkendali.

"Dari hasil monitoring yang dilakukan personel di lapangan, arus lalu lintas masih relatif lancar. Keramaian di pusat perbelanjaan tetap bisa diantisipasi sehingga tidak menimbulkan kepadatan kendaraan," jelas Kompol Riki.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara serta mematuhi aturan lalu lintas demi terciptanya keamanan dan kelancaran di jalan raya.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau informasi terkait kondisi lalu lintas melalui Call Center 110 maupun layanan chatbot SiPolan yang tersedia selama 24 jam.