Previous
Next

Sabtu, Februari 14, 2026

Kepala MTsN 1 Pati Terima Penghargaan Abdi Nagari Awards 2026

Kepala MTsN 1 Pati Terima Penghargaan Abdi Nagari Awards 2026




Kepala MTsN 1 Pati Terima Penghargaan Abdi Nagari Awards 2026 

Pati – Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat menerima penghargaan dalam ajang bergengsi Abdi Nagari Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Kudus. Wahyu dinobatkan sebagai Kepala Madrasah Berdedikasi dalam Memimpin Madrasah Unggulan. Acara penganugerahan digelar di Hom Hotel Kudus pada Jumat malam (13/2).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Kepala MTsN 1 Pati dalam menjalankan dedikasi, inovasi, dan kreativitas yang berdampak langsung bagi masyarakat maupun negara. Kepala MTsN 1 Pati bersanding dengan tokoh-tokoh inspiratif lainnya yang dinilai memiliki integritas tinggi dalam pengabdian.

Baehaqi, Direktur Jawa Pos Radar Kudus dalam sambutannya mengatakan, tahun 2026, terdapat 28 abdi negara penerima anugerah, yang terbagi ke dalam tiga kategori utama. 11 penerima masuk dalam kategori Kesehatan dan Pendidikan, bidang Pelayanan Publik Dan Ketahanan Pangan sejumlah 9 penerima, serta kategori Sosial dan Tata Kelola Pemerintahan sebanyak 8 penerima.

"Abdi Nagari Awards adalah penyemangat untuk terus bekerja keras dan berkarya. Kami ucapkan selamat kepada seluruh penerima Abdi Nagari Awards tahun 2026, mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan, dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan," ujarnya.

Wahyu menyatakan bahwa capaian ini bukanlah prestasi personal melainkan buah dari kerja kolektif dan sinergi seluruh warga madrasah.

"Ini adalah anugerah sekaligus amanah yang besar. Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan simbol kepercayaan masyarakat atas dedikasi selama ini yang harus terus kita jaga bersama," ungkapnya.

Bagi Wahyu, apresiasi dari media massa sebesar Jawa Pos Radar Kudus ini menjadi tanggung jawab moral untuk terus mempertahankan standar kualitas pendidikan di MTsN 1 Pati. menegaskan bahwa ke depan, MTsN 1 Pati akan terus memperkuat program-program unggulan, baik di bidang riset maupun teknologi. Hal ini sejalan dengan kriteria penghargaan yang menekankan pada aspek kebermanfaatan bagi publik.

"Kami tidak ingin berhenti di sini. Penghargaan ini justru menjadi energi baru bagi kami untuk terus berdedikasi dan melahirkan terobosan-terobosan baru yang lebih kreatif demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Pati dan Indonesia pada umumnya," pungkas Wahyu.

(humas_mtsn1pati)


Kepala MAN 2 Kudus Raih Abdi Nagari Award 2026, Dinobatkan sebagai Tokoh Inovator Pendidikan

Kepala MAN 2 Kudus Raih Abdi Nagari Award 2026, Dinobatkan sebagai Tokoh Inovator Pendidikan




Kepala MAN 2 Kudus Raih Abdi Nagari Award 2026, Dinobatkan sebagai Tokoh Inovator Pendidikan

Kudus — Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Abdi Nagari Award 2026 yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Kudus. Ia dinobatkan sebagai Tokoh Inovator Pendidikan dan Penggerak Kelas Internasional, atas dedikasi serta terobosan yang konsisten dalam memajukan mutu pendidikan (14/2).

Acara penghargaan tersebut digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di @HOM Hotel Kudus, dan dimulai pukul 19.30 WIB. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah, dihadiri para penerima penghargaan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai instansi.

Abdi Nagari Award merupakan bentuk apresiasi kepada 28 abdi negara yang dinilai berdedikasi, inovatif, dan kreatif dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara. Penghargaan dibagi dalam tiga kategori, yakni:
Kesehatan dan Pendidikan (11 penerima),
Pelayanan Publik dan Ketahanan Pangan (9 penerima),
Sosial dan Tata Kelola Pemerintahan (8 penerima).

Ali Musyafak menjadi salah satu penerima dalam kategori pendidikan, berkat kiprahnya membawa MAN 2 Kudus berkembang sebagai madrasah unggulan dengan berbagai inovasi pembelajaran serta penguatan program kelas internasional. Komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik, daya saing global siswa, serta tata kelola madrasah yang progresif dinilai layak mendapat apresiasi.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Kudus, Baehaqi, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi nyata para abdi negara di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Ali Musyafak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika MAN 2 Kudus.

"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh keluarga besar MAN 2 Kudus yang terus berkomitmen menghadirkan inovasi pendidikan demi masa depan generasi bangsa," ujarnya.
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia menghadirkan hiburan live music dari Aghnes Entertainment yang semakin menyemarakkan malam penganugerahan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan kepemimpinan visioner di bidang pendidikan mampu membawa perubahan yang berdampak luas. Di bawah kepemimpinan Ali Musyafak, MAN 2 Kudus terus menunjukkan transformasi signifikan menuju madrasah berkelas internasional.


Buka Akses, Polresta Pati Ground Breaking Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Klumpit

Buka Akses, Polresta Pati Ground Breaking Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Klumpit




Buka Akses, Polresta Pati Ground Breaking Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Klumpit

TLOGOWUNGU — PATINEWSCOM 

Polresta Pati memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi melalui kegiatan ground breaking yang digelar di jembatan penghubung Dukuh Bongkar, Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolresta Pati Jaka Wahyudi sebagai bentuk nyata kehadiran Polri menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Kapolresta Pati menegaskan, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memulihkan urat nadi sosial dan ekonomi warga. 

"Jembatan ini adalah akses hidup masyarakat. Ketika terputus, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan ikut terhambat," ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Ia menjelaskan, jembatan sebelumnya roboh akibat banjir besar pada Januari lalu dengan kondisi konstruksi yang sudah tua dan tidak sesuai spesifikasi. 

"Kami melihat langsung kondisi di lapangan, jembatan darurat dari bambu sangat berisiko bagi keselamatan warga. Karena itu, pembangunan permanen menjadi kebutuhan mendesak," tegasnya.

Kapolresta menambahkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan dukungan terhadap program nasional pemerataan infrastruktur. 

"Polresta Pati mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk menghadirkan pembangunan hingga pelosok," katanya.

Menurutnya, jembatan dengan panjang 15 meter dan lebar 6 meter ini akan memangkas jarak tempuh warga secara signifikan. 

"Dari yang sebelumnya harus memutar 20–30 kilometer atau sekitar 30 menit, nanti cukup 10 menit. Ini dampaknya sangat besar bagi aktivitas harian warga," ungkap Kapolresta.

Kombes Pol Jaka Wahyudi juga menekankan nilai kemanusiaan dalam pembangunan tersebut.

 "Sedikitnya 600 jiwa akan menerima manfaat langsung. Kami ingin memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman, warga mudah ke puskesmas, dan roda ekonomi kembali berputar," ujarnya.

Ia memastikan proses pembangunan akan diawasi agar berjalan sesuai rencana dan standar keselamatan.

 "Kami berkomitmen mengawal pembangunan ini hingga selesai, transparan, dan tepat waktu. Ini adalah amanah untuk masyarakat," kata Kapolresta menegaskan.

Mengakhiri keterangannya, Kapolresta Pati menyampaikan harapan agar jembatan ini menjadi simbol kebersamaan.

 "Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi penghubung harapan antara negara dan rakyat," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)
Chandra : Istigasah Ulama–Umaro Perkuat Pemerintahan

Chandra : Istigasah Ulama–Umaro Perkuat Pemerintahan




Chandra : Istigasah Ulama–Umaro Perkuat Pemerintahan


PATI, 13 Februari 2026 — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri istigasah bersama ulama dan umaro di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (13/2) malam. Kegiatan ini diikuti Pj Sekda Pati, para staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala OPD, camat, serta jajaran PCNU, sebagai ikhtiar spiritual memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Istigasah tersebut dilaksanakan sebagai sarana doa dan refleksi bersama antara ulama dan jajaran pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kekuatan batin dan kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan serta menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati.

"Sebetulnya, kegiatan istigasah yang diistigasahi ini adalah umaronya," ujar Chandra.

Ia meyakini, dengan istigasah, pemerintah akan diberikan keselamatan dunia dan akhirat dalam mengemban amanah.

Chandra menyampaikan bahwa tugas pemerintahan sering kali dihadapkan pada berbagai persoalan dan tekanan. Oleh karena itu, kegiatan istigasah dinilai penting sebagai sarana membersihkan batin agar aparatur pemerintah tetap kuat, jernih, dan istiqamah dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Insya Allah dengan adanya pengajian dan istigasah seperti ini, kami lebih kuat menjalankan roda pemerintahan yang baik, sehingga bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati. Sekali lagi, kami mohon doanya," pungkasnya.
Ngopi Bareng, Plt Bupati Pati Dorong Penguatan Sinergi OPD

Ngopi Bareng, Plt Bupati Pati Dorong Penguatan Sinergi OPD


Ngopi Bareng, Plt Bupati Pati Dorong Penguatan Sinergi OPD


PATI, 13 Februari 2026 — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menggelar kegiatan Ngopi Bareng bersama jajaran pimpinan perangkat daerah di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati. 

Kegiatan yang diikuti Pj Sekda Pati, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, serta para camat ini merupakan ruang diskusi dan komunikasi terbuka dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra menyampaikan bahwa Ngopi Bareng menjadi sarana untuk memperkuat kebiasaan berdiskusi dan saling mengisi antarperangkat daerah. 

Ia menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang terbuka terhadap masukan demi perbaikan kebijakan ke depan.

"Saya berharap pemerintahan ini lebih banyak mendengar dan lebih banyak berdiskusi dengan bapak-bapak semua. Kita harus saling mengisi, karena masing-masing kepala dinas tentu sudah memiliki ilmunya," ujar Chandra.

Ia menambahkan, diskusi yang jujur dan terbuka diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan bersama.

Menurutnya, peringatan dan masukan dari internal pemerintahan menjadi bagian penting dalam menjaga arah kebijakan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kalau ada kebijakan kami yang dirasa mulai melenceng dan kurang baik di mata masyarakat, tolong kami diingatkan. Warning seperti itulah yang justru bisa menyelamatkan kita semua," tegasnya.

Lebih lanjut, Plt. Bupati Pati berharap seluruh OPD dapat memperkuat sinergitas dan saling mengingatkan, termasuk melalui pengawasan yang ketat.

Ia menegaskan peran Inspektorat menjadi penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik, sehingga isu-isu negatif dapat ditekan dan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Pati terus meningkat.