Previous
Next

Rabu, Maret 11, 2026

Forum Perangkat Daerah Dorong Inovasi PAD Pati

Forum Perangkat Daerah Dorong Inovasi PAD Pati




Forum Perangkat Daerah Dorong Inovasi PAD Pati

PATI, 11 Maret 2026 — Upaya memperkuat perencanaan pembangunan daerah kembali dibahas dalam Pembukaan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Pati Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Rajawali Bapperida Kabupaten Pati, Rabu (11/3). Forum ini menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rancangan rencana kerja perangkat daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pemangku kepentingan.

Melalui forum ini, berbagai program pembangunan dibahas secara terbuka guna memastikan perencanaan daerah selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, menyampaikan bahwa forum perangkat daerah merupakan tahapan penting dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah. 

Ia memaparkan sejumlah target pembangunan menuju tahun 2027, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan produk domestik regional bruto, hingga penurunan angka pengangguran dan stunting.

Selain itu, beberapa indikator lain juga menjadi perhatian, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kualitas layanan infrastruktur, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Target-target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih efektif dan terintegrasi.

Forum ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Perangkat daerah didorong untuk menyelaraskan program kerja dengan prioritas pembangunan daerah, sekaligus membuka ruang partisipasi dari berbagai unsur masyarakat agar perencanaan pembangunan semakin responsif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Upaya tersebut tidak hanya bergantung pada sektor pajak, tetapi juga melalui berbagai terobosan dan kreativitas perangkat daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Pati.

Plt. Bupati Pati menegaskan bahwa forum perangkat daerah merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

"Forum perangkat daerah merupakan tahapan yang harus dilalui dalam proses perencanaan pembangunan daerah sesuai ketentuan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Melalui forum perangkat daerah ini diharapkan rencana kerja perangkat daerah yang akan ditetapkan benar-benar responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Plt Bupati : Pasar Murah Cluwak Ringankan Beban Warga

Plt Bupati : Pasar Murah Cluwak Ringankan Beban Warga




Plt Bupati : Pasar Murah Cluwak Ringankan Beban Warga


PATI, 11 Maret 2026 — Menjelang Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Pati bersama masyarakat menggelar pasar murah guna membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kecamatan Cluwak, Rabu (11/3), sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat di bulan Ramadan.

Pasar murah tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati dengan menyediakan paket bahan pokok bagi masyarakat. 

Setiap paket berisi beras 2,5 kilogram, minyak goreng 1 liter, serta gula pasir 2 kilogram yang dibanderol dengan harga Rp50.000.

Program ini disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. 

Selain membantu daya beli masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang hari raya.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir membuka kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadirannya sekaligus menyapa masyarakat yang hadir dan memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan tertib dan tepat sasaran.

Plt Bupati berharap kegiatan ini dapat meringankan beban warga dan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya menjelang Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.

Kegiatan pasar murah juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

"Semoga di bulan Ramadan ini sehat walafiat kami, semoga Ramadan tahun depan bisa bertemu kembali dalam keadaan sehat walafiat. Begitu pun semoga Kabupaten Pati bisa aman, damai, tenteram, Kabupaten Pati maju dan makmur itu biasanya mustajab doanya ibu-ibu", tutur Chandra.
Tujuh Siswa MTsN 1 Pati Tembus SNMB MAN Unggulan

Tujuh Siswa MTsN 1 Pati Tembus SNMB MAN Unggulan





Tujuh Siswa MTsN 1 Pati Tembus SNMB MAN Unggulan


Pati – Kabar membanggakan datang dari MTsN 1 Pati.  Tujuh siswanya dinyatakan diterima di Madrasah Aliyah Negeri Unggulan setelah melalui Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) tahun ajaran 2026/2027.

Tujuh siswa tersebut, tiga di antaranya berhasil lolos seleksi di MAN Insan Cendekia Pekalongan, yaitu Nisa Azzahra, Maulana Miftahul Qolbi, dan Neila Indi Safira... 


Sementara itu, tiga siswa lainnya diterima di MAN Program Keagamaan (PK) Surakarta, yaitu Rossa Fath Azzulfiani, Syfa Faizia, dan Fadhil Ahmad Suyuti. Selain itu, satu siswa berhasil diterima di MAN PUN (Program Unggulan Nasional) 2 Kudus, yaitu Jhovito Reynard N.

Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian prestasi siswanya tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga hasil dari pembinaan dan dukungan penuh dari orang tua.

"Kami sangat bersyukur dan bangga anak-anak kami diterima di Madrasah unggulan. Ini merupakan buah dari kerja keras mereka yang tidak pernah lelah mengejar cita-cita, pembinaan intens, dan tentunya dukungan dari orang tua," tuturnya, Selasa (10/3).

Wahyu menambahkan, MTsN 1 Pati terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pembinaan, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun pengembangan karakter. 

"Harapan kami, dengan program-program tersebut mampu mempersiapkan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan di lembaga-lembaga terbaik," pungkasnya.

Salah satu siswa, Nisa tidak dapat membendung rasa syukur setelah melihat namanya tercantum dalam daftar peserta yang diterima di madrasah unggulan tersebut.

"Saya sangat senang dan bangga atas pencapaian ini," ucapnya.

Nisa juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya menembus seleksi MAN ICP merupakan hasil dari kedisiplinan belajar di waktu luang serta dukungan tambahan dari bimbingan belajar. Selain usaha keras, ia menekankan pentingnya faktor spiritual melalui doa dan restu orang tua sebagai kunci utama kelulusannya.

"Agar bisa lolos SNMB MAN ICP ini, yang saya lakukan adalah mengikuti bimbel dari Ganesha Operation, belajar di setiap waktu luang, dan  tidak lupa meminta doa restu dari orang tua. Selain itu, saya dan teman-teman juga mendapat bimbingan dari Bapak dan Ibu guru di MTsN 1 Pati yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi," ungkap Nisa.

(humas_mtssn1pati)

Senin, Maret 09, 2026

Sosialiasi Reforma Agraria Dorong Solusi Lahan Pundenrejo

Sosialiasi Reforma Agraria Dorong Solusi Lahan Pundenrejo




Sosialiasi Reforma Agraria Dorong Solusi Lahan Pundenrejo


Pemerintah Kabupaten Pati bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus memperkuat upaya penyelesaian sengketa lahan di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu. Hal itu nampak dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Reforma Agraria di atas Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah, yang digelar di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Senin (9/3). 

"Pemerintah daerah memang memberi perhatian khusus pada penyelesaian sengketa lahan di Desa Pundenrejo", terang Chandra. 

Upaya koordinasi, menurutnya, terus dilakukan bersama berbagai pihak agar penyelesaiannya berjalan adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa reforma agraria tidak hanya menata kepemilikan aset tanah, tetapi juga membuka akses pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat.

"Reforma agraria merupakan program strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga penataan akses sehingga masyarakat penerima manfaat tidak hanya memperoleh kepastian hukum, tetapi juga mendapatkan dukungan pemberdayaan," ujarnya.

Kegiatan yang juga dihadiri jajaran BPN, dan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan agraria sekaligus memperluas akses tanah bagi masyarakat.

Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa reforma agraria merupakan program strategis nasional yang bertujuan menata kembali struktur penguasaan dan pemanfaatan tanah agar lebih adil serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Plt. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Kartono Agustiyanto menegaskan bahwa reforma agraria menjadi instrumen penting negara untuk mewujudkan pemerataan akses tanah.

"Melalui reforma agraria, negara berupaya menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara lebih adil guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Di Kabupaten Pati sendiri, pelaksanaan reforma agraria difokuskan pada sejumlah objek strategis yang telah ditetapkan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). 

Lokasi tersebut meliputi Desa Sumbermulyo Kecamatan Tlogowungu, Desa Dororejo Kecamatan Tayu, serta Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti.

Kartono menjelaskan bahwa pada kawasan tanah timbul di Desa Dororejo dan Desa Bakalan, lahan selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai tambak.

"Sedangkan di kawasan hutan Desa Sumbermulyo, sebagian besar telah dimanfaatkan sebagai permukiman dan lahan garapan masyarakat," jelasnya.
Investor Cina Lirik Potensi Perikanan Pati

Investor Cina Lirik Potensi Perikanan Pati

Investor Cina Lirik Potensi Perikanan Pati




PATI, 8 Maret 2026 — Sejumlah investor asal Cina menjajaki peluang investasi sektor perikanan di Kabupaten Pati, Minggu (8/3). 

Kunjungan tersebut diawali dengan pertemuan bersama Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten Pati, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Juwana serta kawasan Pulau Seprapat Juwana untuk melihat langsung potensi pengembangan perikanan dan kawasan maritim daerah.

Plt Bupati menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah awal penjajakan kerja sama investasi di sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan daerah.

"Dengan adanya investor masuk di Kabupaten Pati, insyaallah lapangan pekerjaan juga akan lebih banyak lagi," ujar Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Usai pertemuan di pendopo, rombongan investor melanjutkan agenda dengan meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Juwana bersama Plt Bupati Pati. 

Lokasi tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap yang menopang perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Pati.

Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan Pulau Seprapat Juwana. Kawasan ini dinilai memiliki potensi pengembangan sektor maritim dan perikanan yang cukup besar untuk mendukung investasi dan penguatan industri perikanan daerah.

"Kami berharap potensi yang ada di Pati bisa dilihat secara langsung oleh investor. Semoga ini menjadi awal kerja sama yang baik dan memberi manfaat bagi masyarakat," tambah Chandra.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap penjajakan investasi ini dapat membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. 

"Investasi juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat pesisir", pungkasnya.