Previous
Next

Jumat, Maret 13, 2026

Half your clicks aren't real 👻

Half your clicks aren't real 👻

Here's what's actually going on ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌
WP Mail SMTP

Hey there,

Every week I report on the newsletter stats in our team meeting. Open rates, click-through rates, what performed well, what didn't. I take it very seriously. Probably too seriously. These emails are my baby.
 

So imagine me, sitting in our weekly meeting a few months back, pulling up the latest numbers, and realising that the click-through rate had dropped by HALF for the last three emails.
 

I immediately went into full spiral mode. Were people finally sick of hearing about email deliverability? Had I used too many emojis in the subject line? Not enough emojis? Was it something I said? Was it the squirrel story? People loved the squirrel story. Didn't they??
 

I spent the rest of the afternoon going through recent emails trying to figure out what I'd done wrong. Which one was the culprit? What had changed?
 

What actually happened is that our email platform updated how it filters out bot activity. And a huge chunk of all those "clicks" we'd been celebrating for months had never been real people at all.
 

I had to go back to the team and explain that the numbers hadn't actually dropped but rather they'd just been artificially high this whole time. Which is a weird thing to feel relieved and insulted by simultaneously.
 

Anyway. Here's what's going on, because I had no idea about any of this until I went down the rabbit hole, and I suspect most people don't either.
 

When you send an email, it passes through a gauntlet of security filters like corporate firewalls and spam scanners before it reaches a human being. And these systems don't just look at your email. They click your links checking for phishing, malware, anything dodgy.
 

Which is great! That's exactly what you want security tools to do. The problem is that those automated clicks get recorded as real engagement. So when you look at your email reports and see a nice healthy click-through rate, some percentage of that (probably 20% to 60%+ depending on your audience) is robots.
 

I know. Welcome to my afternoon of existential crisis.
 

Now, you might be thinking "I don't send marketing emails. I send order confirmations and password resets. Why should I care about this?"
 

Fair question. But if you're using any kind of email tracking to monitor what's happening with your site's emails (which you should be) this affects you too.
 

Say you're looking at your WP Mail SMTP email logs and tracking open and click rates on your transactional emails. You might see that your password reset emails have a 90% click rate and think "brilliant, people are getting those and using them." But if a security filter pre-clicked that reset link before the recipient even opened the email, your data is telling you a story that isn't true.
 

It gets weirder. Some security bots will click a password reset link, follow it through, and potentially even trigger the "this link has been used" expiry, meaning by the time the actual human clicks it, the link doesn't work anymore. They're left thinking your site is broken when really a robot got there first.
 

The same thing can happen with one-click unsubscribe links. A bot dutifully clicks every link in the email, accidentally unsubscribes someone who never asked to be unsubscribed, and you've just lost a subscriber to a machine that was trying to protect them.
 

There isn't a magic solution to this, unfortunately. It's one of those messy realities of how email works now. But a few things are worth knowing:
 

Email open rates have been unreliable for years. Apple's Mail Privacy Protection started pre-loading tracking pixels back in 2021, which made open rates essentially meaningless for a large chunk of recipients. Click rates were supposed to be the more reliable metric. Now they're getting muddied too.
 

Look at what happens AFTER the click. The most reliable way to tell if real people are engaging with your emails is to look at your website analytics. Did someone actually land on the page? Did they complete the action? If your email reports show lots of clicks but your site analytics show otherwise, you might be counting robots.
 

Transactional email speed matters here. The faster your email arrives after someone requests it, the more likely a human gets to the link before a security bot does. This is especially true for time-sensitive things like password resets. If there's a delay in sending, the security scanner has more time to get there first.
 

Why transactional email speed matters
 

As for our newsletter, I've made peace with the fact that our real click rate is lower than I thought. My pride has taken a small hit. But on the bright side, it means if you're reading this and you click on something, I can be reasonably confident you're a real person who made that choice on purpose. 
 

Unless you ARE a robot. In which case, welcome. Please don't click the unsubscribe link.
 

Rachel
Product Educator, WP Mail SMTP

 

P.S. Was this email helpful? 
 

We're ❤️ Hiring!
Join Our Team

Have a Question? Send Us a Message


© 2026 WPForms, LLC. All Rights Reserved.
400 Executive Center Drive, Ste 208, West Palm Beach, FL 33401

You received this email because you're subscribed to the WP Mail SMTP mailing list.


Privacy Policy  |  Contact Us |  Unsubscribe

Kamis, Maret 12, 2026

5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras

5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras




5.475 Botol Miras Ilegal Disita, Polresta Pati Tegaskan Perang terhadap Peredaran Minuman Keras

PATI – Peredaran minuman keras ilegal menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Pekat Candi 2026. Polresta Pati berhasil menyita sebanyak 5.475 botol miras dari berbagai jenis dan merek dalam ungkap kasus yang digelar pada hari Selasa 12 Maret 2026 di Mapolresta Pati.

Ribuan botol miras tersebut diamankan dari berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Pati selama operasi berlangsung.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa peredaran miras ilegal sering menjadi pemicu berbagai tindak kriminal.

"Dalam Operasi Pekat Candi kami berhasil mengamankan 5.475 botol minuman keras ilegal," ujarnya.

Ia mengatakan konsumsi miras sering memicu gangguan keamanan.

"Banyak tindak kriminal yang berawal dari pengaruh minuman keras," jelasnya.

Karena itu Polresta Pati melakukan penindakan secara serius.

"Kami berkomitmen memberantas peredaran miras ilegal di wilayah Kabupaten Pati," tegasnya.

Selain razia, polisi juga melakukan patroli rutin.

"Kami terus melakukan pengawasan dan patroli di lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran miras," katanya.

Kapolresta juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras ilegal," ungkapnya.

Ia menegaskan penindakan akan terus dilakukan.

"Upaya pemberantasan miras ilegal akan terus kami lakukan secara berkelanjutan," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)
Judi Konvensional dan Online Dibongkar, 7 Pelaku Diciduk Polresta Pati

Judi Konvensional dan Online Dibongkar, 7 Pelaku Diciduk Polresta Pati




Judi Konvensional dan Online Dibongkar, 7 Pelaku Diciduk Polresta Pati

PATI – Polresta Pati berhasil membongkar praktik perjudian konvensional maupun online selama pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026. Dalam ungkap kasus yang dilaksanakan di mapolresta Pati pada hari Selasa 12 Maret 2026, Polisi berhasil menangani empat kasus dengan total tujuh tersangka.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini antara lain satu pack kartu remi serta uang tunai sekitar Rp1.992.000 yang digunakan sebagai taruhan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan bahwa perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang menjadi target utama dalam Operasi Pekat Candi.

"Selama operasi berlangsung kami berhasil mengungkap empat kasus perjudian dengan tujuh orang tersangka," ujarnya.

Menurutnya, perjudian baik secara konvensional maupun online memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat.

"Praktik perjudian dapat merusak tatanan sosial dan menimbulkan berbagai persoalan di masyarakat," katanya.

Polresta Pati juga berkomitmen memberantas aktivitas tersebut secara berkelanjutan.

"Kami akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk perjudian di wilayah Kabupaten Pati," tegasnya.

Selain penegakan hukum, pihaknya juga melakukan langkah preventif.

"Kami mengedepankan upaya pencegahan melalui patroli dan kegiatan kepolisian lainnya," jelasnya.

Ia berharap masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas perjudian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba-coba terlibat dalam perjudian karena dampaknya sangat merugikan," ucapnya.

Kapolresta juga menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting.

"Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan untuk bersama-sama memberantas perjudian," pungkasnya.

Jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat, segera hubungi layanan call center 110 milik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Layanan ini dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat, tindak kriminal, kecelakaan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

(Humas Resta Pati)
27 Kasus Prostitusi di Pati Dibongkar, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Moral Lingkungan

27 Kasus Prostitusi di Pati Dibongkar, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Moral Lingkungan




27 Kasus Prostitusi di Pati Dibongkar, Polisi Ajak Masyarakat Jaga Moral Lingkungan

Pati - Polresta Pati berhasil mengungkap praktik prostitusi selama pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026. Dari penindakan tersebut, polisi mencatat sebanyak 27 kasus dalam ungkap kasus yang digelar di mapolresta Pati pada hari Selasa 12 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti sebanyak 46 item yang berkaitan dengan praktik prostitusi.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan bahwa praktik prostitusi merupakan salah satu penyakit masyarakat yang harus ditangani secara serius.

"Selama Operasi Pekat Candi kami berhasil mengungkap 27 kasus prostitusi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut dapat merusak moral masyarakat.

"Prostitusi merupakan penyakit masyarakat yang harus kita tangani bersama," jelasnya.

Polresta Pati melakukan berbagai upaya penindakan di lapangan.

"Petugas melakukan razia di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi," katanya.

Selain penindakan, pihaknya juga melakukan pendekatan humanis.

"Kami juga mengedepankan pendekatan pembinaan kepada para pelaku," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan.

"Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah praktik prostitusi," tegasnya.

Kapolresta juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui aktivitas tersebut.

"Jika menemukan praktik yang melanggar hukum, segera hubungi Call Center Polri 110," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)
Siap Amankan Mudik, Polresta Pati Gelar Latpra Ops Operasi Ketupat Candi 2026

Siap Amankan Mudik, Polresta Pati Gelar Latpra Ops Operasi Ketupat Candi 2026




Siap Amankan Mudik, Polresta Pati Gelar Latpra Ops Operasi Ketupat Candi 2026

PATI – PATINEWS.COM 

Polresta Pati menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Operasi Ketupat Candi 2026 sebagai langkah awal mempersiapkan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) mulai pukul 07.30 WIB di Ruang Rapat Sanika Satyawada Polresta Pati.

Latihan dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati Jaka Wahyudi dan diikuti para pejabat utama serta personel yang akan terlibat dalam operasi pengamanan Lebaran tahun ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Wakapolresta Pati Kompol Anwar, Karendal Opsresta AKP Nanda Priyambada beserta anggota, Kaposko Resta AKP Karsono, para Kasatgas Operasi, Kapospam, Kaposyan, para Kapolsek jajaran, serta personel yang dilibatkan dalam operasi.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Candi merupakan agenda strategis kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum Lebaran.

"Kita harus menyukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 ini secara bersama-sama. Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pengamanan dapat berjalan optimal," ujar Jaka Wahyudi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel, tetapi juga kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan pengamanan di lapangan.

Selain itu, Kapolresta Pati juga menegaskan bahwa selama pelaksanaan operasi berlangsung tidak ada personel yang diperkenankan mengambil cuti. Kebijakan ini dilakukan guna memastikan kekuatan personel tetap optimal dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran.

"Selama operasi berlangsung tidak ada anggota yang cuti, baik yang terlibat langsung maupun yang tidak terlibat dalam sprint operasi. Ini demi menjaga kesiapsiagaan kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan berbagai instansi terkait guna mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri.

"Kita harus membangun kolaborasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman," ungkapnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Selain itu, inovasi layanan digital seperti chatbot kepolisian juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi maupun layanan kepolisian secara cepat.

Dengan pelaksanaan Latpra Ops ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026 dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Pati dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.