Previous
Next

Minggu, April 26, 2026

Alun-Alun Kembang Joyo Pati Kembali Menggeliat

Alun-Alun Kembang Joyo Pati Kembali Menggeliat


Uploaded Image

Alun-Alun Kembang Joyo Pati Kembali Menggeliat Lur


PATI, 26 April 2026 — Aktivitas Car Free Day (CFD) yang digelar di Alun-Alun Kembang Joyo, Minggu (26/4), kembali menghidupkan ruang publik dan menggairahkan pelaku UMKM. 

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, hadir meninjau langsung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Pemkab mendorong pemulihan ekonomi lokal dan optimalisasi fungsi ruang terbuka.

Kegiatan CFD yang rutin berlangsung setiap Minggu genap itu dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, serta berkumpul bersama keluarga. Di sisi lain, Pasar Minggu pagi yang menyertainya menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku UMKM lokal.

“Nanti bulan Mei juga kita adakan penataan di Alun-Alun Kembang Joyo, dan untuk penerangan juga akan kita lakukan pengadaan di sini,” ujar Risma saat meninjau lokasi.

Pemkab Pati menilai penataan kawasan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai pusat aktivitas masyarakat.

“Supaya Alun-Alun Kembang Joyo ini bisa ramai lagi, bisa meriah lagi, bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, sehingga UMKM di Alun-Alun Kembang Joyo ini bisa ramai kembali,” tambahnya.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ruang publik yang lebih tertata, aman, dan produktif, sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Kejari Pati Terima Pengembalian Uang Korupsi Desa Tlogosari Rp500 Juta

Kejari Pati Terima Pengembalian Uang Korupsi Desa Tlogosari Rp500 Juta

45 Template Patinews.jpg

Kejari Pati Terima Pengembalian Uang Korupsi Desa Tlogosari Rp500 Juta

PATI — Kejaksaan Negeri Pati menerima penyerahan uang hasil tindak pidana korupsi yang berasal dari Desa Tlogosari sebesar Rp500 juta, Kamis (23/4/2026).

Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pemulihan kerugian keuangan negara melalui mekanisme asset recovery dalam penanganan perkara korupsi.

Pihak Kejari Pati menyampaikan bahwa langkah ini menjadi wujud komitmen institusi dalam mengoptimalkan pengembalian kerugian negara, sehingga dana tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, proses pengembalian aset juga dinilai penting dalam memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Kejari Pati dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penanganan perkara, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara.

Dengan adanya pengembalian dana tersebut, diharapkan penanganan kasus korupsi tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga pemulihan kerugian negara secara maksimal demi kepentingan masyarakat luas.
Halal Bihalal MUI, Perkuat Sinergi untuk Pati Lebih Baik

Halal Bihalal MUI, Perkuat Sinergi untuk Pati Lebih Baik

744b9190-b960-4d47-b410-4d465aabc592.jpg

Halal Bihalal MUI, Perkuat Sinergi untuk Pati Lebih Baik

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Dialog Kamtibmas yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati di Ruang Penjawi, Jumat (24/4).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kapolresta Pati, perwakilan Kodim 0718/Pati, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Pj. Sekda, Ketua MUI Kabupaten Pati, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati.

Momentum ini menjadi ruang penting dalam memperkuat sinergi antar unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Pati.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Pati menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Kabupaten Pati selama ini relatif terjaga, namun tetap diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan stabilitas ke depan.

“Alhamdulillah Pati kemarin dengan kondisi apapun keamanannya tetap terjaga, namun kita perlu menjaga agar stabilitas Pati ini bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung rencana pembangunan infrastruktur yang akan mulai dijalankan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah, dengan harapan program yang telah direncanakan dapat mulai direalisasikan pada bulan Mei mendatang.

“Kami tahun ini menganggarkan sekitar 235 miliar untuk infrastruktur, meliputi jalan, jembatan, irigasi, dan lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan kolaborasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memastikan proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan sesuai aturan serta perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan organisasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.

Ia juga berharap sinergi antara ulama dan umaro, termasuk MUI, Muhammadiyah, NU, dan semua tokoh masyarakat kabupaten Pati dapat terus diperkuat sebagai fondasi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas Kabupaten Pati.

“Peran ulama dan umaro ini harus terus kita sandingkan guna untuk pemberdayaan pembangunan di Kabupaten Pati,” pungkasnya.

#fyp #virals #jangkauanluas #pati #jateng

Jumat, April 24, 2026

Dandim 0718/Pati Borong Jamu Pedagang Keliling di Lokasi TMMD Godo

Dandim 0718/Pati Borong Jamu Pedagang Keliling di Lokasi TMMD Godo



Dandim 0718/Pati Borong Jamu Pedagang Keliling di Lokasi TMMD Godo

PATI — Momen hangat terjadi di sela-sela pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jumat (24/4/2026).

Komandan Kodim 0718/Pati selaku Dansatgas TMMD, Timotius Berlian Yogi Ananto, bersama anggota Satgas TMMD tampak memborong jamu dari pedagang keliling yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Pedagang tersebut diketahui bernama Sukiyem, warga Kecamatan Tambakromo, yang setiap hari berkeliling menjajakan jamu di area proyek TMMD. Kehadirannya kerap menjadi penyegar bagi para personel yang tengah beristirahat usai bekerja di lapangan.

Aksi sederhana itu tidak hanya dimanfaatkan untuk melepas dahaga dan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.

Dandim 0718/Pati menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Selain untuk menjaga kebugaran setelah bekerja, membeli jamu dari pedagang keliling seperti ini juga sebagai bentuk dukungan kami kepada masyarakat yang berusaha di sekitar lokasi TMMD,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan sosial serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Semoga kegiatan TMMD ini tidak hanya membawa manfaat pembangunan, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian warga,” pungkasnya.

Cegah Kekerasan Anak, Peran Orang Tua Jadi Sorotan

Cegah Kekerasan Anak, Peran Orang Tua Jadi Sorotan

4d9505d5-9835-4c7b-a7ed-e290db812d25.jpg


Cegah Kekerasan Anak, Peran Orang Tua Jadi Sorotan


Pati, 22 April 2026 — Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, membuka sosialiasi Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (Kilas) dan sosialisasi Keluarga Indonesia Anti Trafficking (Kiat) di Aula Gedung PKK Kabupaten Pati, hari ini, dengan menegaskan bahwa perlindungan anak dari kekerasan seksual harus dimulai dari keluarga, melalui pemahaman menyeluruh, kesadaran dampak, dan penguatan peran orang tua sebagai garda terdepan.

Dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Pati serta diikuti pengurus TP PKK kecamatan se-Kabupaten Pati tersebut, Dwi menyampaikan bahwa program "Kilas” berfokus pada tiga pilar utama, yakni pemahaman jenis kekerasan seksual, kesadaran dampak jangka panjang, dan penguatan keluarga sebagai benteng utama.

“Pemerintah memiliki regulasi, namun yang paling dibutuhkan adalah peran nyata keluarga, khususnya orang tua. Orang tua harus hadir untuk memberikan pendidikan terbaik dan menjaga anak-anak kita dari berbagai ancaman,” tegas Dwi Risma Ardhi Chandra.

Ia pun menjelaskan bahwa edukasi kepada orang tua menjadi kunci pencegahan yang tidak dapat ditunda, mengingat kasus kekerasan terhadap anak kerap terjadi di lingkungan terdekat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Ingatlah bahwa orang tua adalah pahlawan. Dalam kegagalan, tangisan, maupun keberhasilan anak, kita harus tetap memberikan cinta serta dukungan tanpa batas,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, ia berharap seluruh kader TP PKK kecamatan mampu meneruskan materi dan edukasi hingga ke tingkat desa dan keluarga, sehingga terbentuk lingkungan Kabupaten Pati yang aman, peduli, dan ramah anak.