Previous
Next

Minggu, Mei 31, 2026

Protes Warga Berbuah Hasil, Pemprov Jateng Siapkan Rp5,2 Miliar untuk Jalan Randublatung–Cepu

Protes Warga Berbuah Hasil, Pemprov Jateng Siapkan Rp5,2 Miliar untuk Jalan Randublatung–Cepu

710756172_1466755895468725_7213306030125489480_n.jpg
Protes Warga Berbuah Hasil? Pemprov Jateng Siapkan Rp5,2 Miliar untuk Jalan Randublatung–Cepu

BLORA – Viral di media sosial, ruas jalan provinsi Singget–Doplang–Cepu di wilayah Randublatung, Kabupaten Blora, yang rusak parah hingga ditanami pohon pisang oleh warga akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, turun langsung meninjau lokasi pada Minggu (31/5/2026) bersama jajaran pemerintah daerah untuk melihat kondisi jalan yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.

Aksi warga sebelumnya menjadi viral setelah sejumlah titik jalan yang berlubang dan rusak berat ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes karena perbaikan dinilai tak kunjung dilakukan. Jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Blora dengan Cepu dan menjadi akses penting bagi kendaraan logistik maupun masyarakat yang melintas dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur.

Dalam keterangannya di lokasi, Henggar menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait aksi warga dan kondisi kerusakan jalan tersebut.

Menurutnya, saat ini sudah ada penanganan awal yang dilakukan di lapangan, termasuk pengiriman material untuk perbaikan sementara pada beberapa titik kerusakan.

"Kami mencoba mengecek langsung terkait apa yang kemarin disampaikan warga. Saat ini sudah ada penanganan yang dilakukan, termasuk pengiriman material dan pembongkaran di beberapa titik," ujarnya.

Henggar mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,276 miliar untuk penanganan ruas jalan tersebut.

Selain itu, Pemprov Jateng juga tengah melakukan pengelompokan prioritas terhadap tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora yang akan didorong masuk dalam program peningkatan infrastruktur daerah.

"Mudah-mudahan penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kami juga sedang mengklaster beberapa ruas jalan di Blora untuk didorong masuk program investasi jalan daerah," jelasnya.

Ia berharap aksi protes warga yang dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi jalan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks. Pemerintah, kata Henggar, berkomitmen mempercepat penanganan agar akses transportasi masyarakat kembali lancar.

Kerusakan ruas Randublatung–Cepu selama ini dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Jalur tersebut juga menjadi salah satu akses utama kendaraan besar dari arah Semarang dan Grobogan menuju wilayah Jawa Timur.

Dengan adanya peninjauan langsung dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga mobilitas warga dan distribusi barang kembali berjalan normal.

#blora #jateng #virals #fyp #jangkauan

Jumat, Mei 22, 2026

Geger Pengantin Baru Hilang Misterius di Pati, Polisi Gelar Penyelidikan Intensif

Geger Pengantin Baru Hilang Misterius di Pati, Polisi Gelar Penyelidikan Intensif

45 Template Patinews (53).jpg

Geger Pengantin Baru Hilang Misterius di Pati, Polisi Gelar Penyelidikan Intensif

Jagat maya kembali dihebohkan dengan kabar hilangnya seorang pengantin perempuan secara tiba-tiba di wilayah Kabupaten Pati. Kasus misterius yang kini viral di berbagai platform media sosial tersebut telah resmi masuk ke ranah hukum setelah pihak keluarga membuat laporan formal ke aparat kepolisian.

Guna melacak keberadaan sang pengantin baru, jajaran Satreskrim Polresta Pati kini bahu-membahu bersama Unit Reskrim Polsek Tlogowungu untuk melakukan perburuan dan penyelidikan di lapangan.

Polisi Langsung Terjunkan Tim Penyelidik
Kapolresta Pati melalui Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, membenarkan bahwa aduan mengenai orang hilang tersebut telah resmi diterima oleh jajarannya pada hari Kamis (21/5/2026). Merespons laporan itu, tim gabungan reserse langsung diterjunkan untuk mengumpulkan petunjuk awal.

“Benar bahwasanya kemarin keluarga dari yang menghilang tersebut sudah melaporkan di Polsek Tlogowungu. Saat ini kami dari Satreskrim beserta dengan satuan reskrim di Polsek juga sedang melakukan penyelidikan terkait keberadaan yang bersangkutan,” terang Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, Jumat (22/5/2026).

Pendalaman Keterangan Saksi Kunci
Mengingat berkas laporan tersebut baru saja masuk, Kompol Dika menjelaskan bahwa proses pemeriksaan saksi-saksi kini sedang berjalan secara paralel dengan pencarian fisik. Polisi tengah menyusun daftar orang-orang terdekat korban yang patut dimintai keterangan guna memetakan kronologi sebelum korban dinyatakan hilang.

“Baru laporannya kemarin, jadi kita juga sudah gerak sambil menunggu nanti saksi yang kami periksa,” urai Kasatreskrim mengenai progres teknis di lapangan.

Sikapi Rumor Media Sosial dengan Kepala Dingin
Terkait derasnya spekulasi dan narasi liar yang beredar di kalangan warganet—termasuk dugaan bahwa pengantin perempuan tersebut sengaja kabur atau pergi bersama pria lain—pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak.

Polresta Pati menegaskan bahwa semua asumsi tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya secara hukum sebelum fakta objektif di lapangan ditemukan oleh penyidik.

“Mengenai kabar-kabar yang beredar (di media sosial), kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Nanti akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik setelah ada hasil yang pasti,” tegas Kompol Dika.

Pihak kepolisian juga mengetuk kepedulian masyarakat luas. Bagi siapa saja yang melihat, mengetahui, atau memiliki informasi valid terkait ciri-ciri dan keberadaan perempuan tersebut, diimbau untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi Call Center Polri di nomor 110.

#pati #jateng #virals #jangkauan #fyp
The Gmail tab nobody opens 🔎

The Gmail tab nobody opens 🔎

It's not the spam folder ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌
WP Mail SMTP

Hey there,
 

Have you ever gone looking for an email you actually needed, like a flight confirmation, a receipt, or the verification code that's about to expire, and finally tracked it down sitting unread in a Gmail tab you forgot you even had?
 

That's the Promotions tab. And the same thing can happen to the emails your WordPress site sends, particularly anything with a logo, product images, and a few buttons.
 

For a marketing newsletter, that's just a hit to your open rates. For an order confirmation or password reset, it's basically the same as the email never arriving. The customer goes looking, can't find what they need, and writes in to ask what happened.
 

Gmail's classifier doesn't know whether your email is transactional or marketing. It just looks at the signals: subject line wording, HTML structure, images, links, sender reputation. A well-designed order confirmation can tick the same boxes a sales email does.
 

I just published a guide on what to do about it. Some fixes are quick: your From name, your template, the language in your subject lines. Others are more technical, but the right SMTP setup handles most of the authentication side for you.
 

➡️ How to Avoid the Gmail Promotions Tab (11 Proven Methods)
 

The Promotions tab doesn't show up in any of your usual deliverability checks. Everything looks fine on your end until a customer asks where your email went.
 

Until next time,


Rachel
Product Educator, WP Mail SMTP

 

P.S. Was this email helpful? 
 

We're ❤️ Hiring!
Join Our Team

Have a Question? Send Us a Message


© 2026 WPForms, LLC. All Rights Reserved.
400 Executive Center Drive, Ste 208, West Palm Beach, FL 33401

You received this email because you're subscribed to the WP Mail SMTP mailing list.


Privacy Policy  |  Contact Us |  Unsubscribe

Kamis, Mei 21, 2026

Heboh Pengantin Perempuan Hilang Jelang Nikah di Pati, Ini Klarifikasi Polresta Pati

Heboh Pengantin Perempuan Hilang Jelang Nikah di Pati, Ini Klarifikasi Polresta Pati


Uploaded Image

Heboh Pengantin Perempuan Hilang Jelang Nikah di Pati, Ini Klarifikasi Polresta Pati

PATI – Polresta Pati memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai seorang mempelai perempuan yang disebut meninggalkan rumah tanpa pamit menjelang prosesi pernikahan di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Kapolresta Pati melalui Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari keluarga perempuan pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Polsek Tlogowungu.

Menurut Ipda Hafid Amin, ibu dari perempuan bernama Naila Anik Setiawati, yakni Siti Munawarah, datang ke Polsek Tlogowungu untuk meminta bantuan kepolisian mencari keberadaan anaknya yang diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit.

“Pihak keluarga datang ke Polsek Tlogowungu untuk meminta bantuan mencari keberadaan anaknya yang diketahui tidak berada di rumah,” kata Ipda Hafid Amin.

Berdasarkan keterangan keluarga, Naila Anik Setiawati (19), warga Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, diketahui sudah tidak berada di rumah pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sekitar pukul 06.00 WIB, keluarga perempuan kemudian memberitahukan kondisi tersebut kepada pihak keluarga calon mempelai pria. Padahal, prosesi pernikahan rencananya akan digelar pada pukul 09.00 WIB di kediaman pihak perempuan.

“Karena calon mempelai perempuan tidak berada di rumah, pihak keluarga mempelai pria kemudian membatalkan acara pernikahan yang sedianya digelar pada pagi hari itu,” jelas Hafid Amin.

Calon mempelai pria diketahui bernama Muhammad Musalim (33), warga Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Hafid Amin menegaskan, setelah menerima informasi dari keluarga perempuan, Polsek Tlogowungu langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan melakukan upaya pencarian terhadap Naila.

“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak desa dan melakukan langkah pencarian setelah menerima laporan dari keluarga,” ujar Ipda Hafid Amin.

Ia menambahkan, hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya terkait peristiwa tersebut.

“Untuk duduk perkaranya saat ini masih dalam proses pendalaman oleh petugas,” kata Ipda Hafid Amin.

Ipda Hafid Amin juga mengimbau apabila masyarakat mengetahui keberadaan Naila Anik Setiawati agar segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian terdekat atau melalui layanan darurat 110.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila mengetahui keberadaan saudari Naila agar segera menginformasikan kepada kepolisian terdekat atau menghubungi layanan 110,” pungkas Ipda Hafid Amin.

(Humas Resta Pati)

Senin, Mei 18, 2026

Sidak Koperasi Merah Putih Bersama Presiden Prabowo, Netizen Heboh Soroti Harga Gas Melon Rp16.000

Sidak Koperasi Merah Putih Bersama Presiden Prabowo, Netizen Heboh Soroti Harga Gas Melon Rp16.000

45 Template Patinews (51).jpg

Sidak Koperasi Merah Putih Bersama Presiden Prabowo, Netizen Heboh Soroti Harga Gas Melon Rp16.000

NGANJUK – Aksi blusukan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Bukan hanya agenda peresmiannya yang menyedot perhatian, namun para warganet (netizen) justru salah fokus (salfok) dengan label harga komoditas yang dipajang di dalam koperasi tersebut.

Salah satu yang memicu kehebohan adalah harga gas LPG 3 kg atau yang akrab disebut "gas melon", yang dibanderol hanya Rp16.000 per tabung.

Jauh di Bawah Harga Pasar Umum

Angka Rp16.000 ini dinilai sangat mengejutkan bagi netizen. Pasalnya, harga eceran gas melon di pasaran umum saat ini rata-rata sudah menyentuh angka Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung, tergantung wilayah distribusinya.

Kehadiran gas melon dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) asli ini dianggap sebagai angin segar sekaligus bukti nyata fungsi koperasi desa dalam memotong rantai distribusi yang panjang dan spekulatif.

"Di tempatku masih Rp23.000, kalau di koperasi bisa Rp16.000 ini beneran ngebantu banget buat emak-emak dan pelaku UMKM kecil," tulis salah satu komentar netizen yang ramai di platform digital.

Bagian dari Gerakan 1.061 Koperasi Desa

Daya tarik harga murah tersebut merupakan bagian dari peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Program strategis ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkret memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Pemerintah menargetkan koperasi desa ini tidak hanya sekadar papan nama, melainkan menjadi pusat penyedia kebutuhan pokok dan energi bersubsidi yang terintegrasi secara aman, tepat sasaran, dan murah bagi masyarakat setempat.

Bagaimana dengan Daerah Anda?

Fenomena harga gas melon Rp16.000 di Koperasi Merah Putih ini memicu diskusi luas mengenai pemerataan distribusi energi bersubsidi. Di beberapa daerah yang serapan koperasinya sudah berjalan masif—seperti di Kabupaten Pati yang sudah mengoperasikan 85 unit koperasi serupa—harga stabil seperti ini mulai dirasakan masyarakat sekitar.

Namun, di berbagai wilayah lain, harga pasaran umum dinilai masih fluktuatif. Kehadiran ribuan Koperasi Merah Putih yang dipantau langsung oleh Kepala Negara diharapkan mampu menjadi instrumen pengendali harga (price stabilizer) agar masyarakat di pelosok desa bisa menikmati harga pangan dan energi yang ramah di kantong.


Perbandingan Harga Gas Melon 3 Kg:

  • Harga di Koperasi Merah Putih: Rp16.000 / tabung.

  • Harga Pasaran Umum/Pengecer: Rp20.000 – Rp25.000 / tabung.

  • Misi Koperasi: Memotong jalur distribusi, memberantas spekulan, dan menstabilkan harga energi bersubsidi di tingkat desa.