Previous
Next

Kamis, Juni 25, 2026

Cegah Kebocoran Distribusi Solar Subsidi, Satpolairud Polresta Pati Verifikasi QR Code Nelayan

Cegah Kebocoran Distribusi Solar Subsidi, Satpolairud Polresta Pati Verifikasi QR Code Nelayan

aedc2169-9885-439e-8c82-d39ec606c9e2.jpg
Cegah Kebocoran Distribusi Solar Subsidi, Satpolairud Polresta Pati Verifikasi QR Code Nelayan

Satpolairud Polresta Pati bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, TNI, Polsek Dukuhseti, serta pemerintah kecamatan dan desa melakukan verifikasi dan validasi lapangan penerima barcode (QR Code) solar subsidi bagi nelayan kecil di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan diterima oleh nelayan yang benar-benar berhak.

@patinews

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, TNI, Polsek Dukuhseti, pemerintah kecamatan dan desa, hingga kelompok nelayan setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DKP Kabupaten Pati Agus Sunarko, SSTP., M.Si., Kabid Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Pati Sutarno, SP, Camat Dukuhseti Hartono, unsur Polsek Dukuhseti, Koramil Dukuhseti, Pos TNI AL Banyutowo, pemerintah Desa Banyutowo, pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB), dan para pemilik kapal nelayan.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan subsidi pemerintah benar-benar dinikmati nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas melaut.

“Kami ingin memastikan bahwa solar subsidi benar-benar digunakan oleh nelayan yang beraktivitas melaut, bukan pihak lain yang tidak berhak menerimanya,” ujar Kompol Hendrik.

Menurutnya, keakuratan data menjadi faktor utama dalam keberhasilan program subsidi BBM bagi nelayan. Oleh karena itu, setiap data kapal dan pemilik kapal harus sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Validasi lapangan ini penting untuk memastikan data kapal, pemilik kapal, dan kebutuhan bahan bakar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan,” jelasnya.

Dalam proses verifikasi, tim gabungan melakukan pemeriksaan berbagai dokumen penting, mulai dari KTP pemilik kapal, Pas Kecil kapal, hingga pengambilan foto kapal yang dilengkapi titik koordinat GPS. Nelayan yang mengalami perubahan kepemilikan kapal juga difasilitasi untuk melengkapi dokumen administrasi yang diperlukan.

Selain pemeriksaan administrasi, petugas turut melakukan pengecekan fisik kapal di dermaga maupun lokasi tambatan kapal. Pemeriksaan meliputi kesesuaian identitas kapal, dokumen kepemilikan, serta alat tangkap yang digunakan oleh nelayan.

“Kami mengapresiasi para nelayan yang kooperatif dalam melengkapi dokumen dan mengikuti proses verifikasi. Partisipasi mereka sangat membantu terciptanya data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kompol Hendrik.

Petugas juga menghitung estimasi kebutuhan solar berdasarkan kapasitas mesin kapal dan intensitas aktivitas penangkapan ikan. Perhitungan tersebut nantinya menjadi dasar penentuan kuota solar subsidi yang tercantum dalam QR Code masing-masing kapal.

#solar #subsidi #fyp #virals #jangkauan
Tahap Krusial Pembangunan Jembatan Garuda Dimulai, Babinsa Awasi Pengecoran Fondasi Dasar

Tahap Krusial Pembangunan Jembatan Garuda Dimulai, Babinsa Awasi Pengecoran Fondasi Dasar

Uploaded Image


Pati – Babinsa Desa Pohgading Koramil 15/Gembong Kodim 0718/Pati, Serda Mohammad Hadi Sucipto, melaksanakan pendampingan sekaligus membantu kegiatan pembangunan Jembatan Garuda yang saat ini memasuki tahap pengecoran dasar di badan sungai, bertempat di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Kamis (25/06/2026).

Pengecoran dasar tersebut merupakan bagian penting dari proses pembangunan Jembatan Garuda yang nantinya akan menjadi sarana penghubung bagi masyarakat Desa Pohgading dan wilayah sekitarnya. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan pekerja pembangunan, masyarakat setempat, serta pendampingan dari Babinsa guna memastikan pekerjaan berjalan dengan aman dan lancar.

Serda Mohammad Hadi Sucipto mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Garuda ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Pohgading dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang memadai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya.

Warga Desa Pohgading menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda tersebut dan berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, proses pengecoran dasar di badan sungai berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan wilayah serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Tahap Krusial Pembangunan Jembatan Garuda Dimulai, Babinsa Awasi Pengecoran Fondasi Dasar

Tahap Krusial Pembangunan Jembatan Garuda Dimulai, Babinsa Awasi Pengecoran Fondasi Dasar

Uploaded Image


Pati – Babinsa Desa Pohgading Koramil 15/Gembong Kodim 0718/Pati, Serda Mohammad Hadi Sucipto, melaksanakan pendampingan sekaligus membantu kegiatan pembangunan Jembatan Garuda yang saat ini memasuki tahap pengecoran dasar di badan sungai, bertempat di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Kamis (25/06/2026).

Pengecoran dasar tersebut merupakan bagian penting dari proses pembangunan Jembatan Garuda yang nantinya akan menjadi sarana penghubung bagi masyarakat Desa Pohgading dan wilayah sekitarnya. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan pekerja pembangunan, masyarakat setempat, serta pendampingan dari Babinsa guna memastikan pekerjaan berjalan dengan aman dan lancar.

Serda Mohammad Hadi Sucipto mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Garuda ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Pohgading dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang memadai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya.

Warga Desa Pohgading menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda tersebut dan berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, proses pengecoran dasar di badan sungai berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan wilayah serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Rabu, Juni 24, 2026

SPMB 2026 di Pati Dikawal Ketat, Plt Bupati Tegaskan Tak Ada Titipan, Pungli, maupun Gratifikasi

SPMB 2026 di Pati Dikawal Ketat, Plt Bupati Tegaskan Tak Ada Titipan, Pungli, maupun Gratifikasi

a9e15775-6508-4c3a-b3d3-1c42f431f1fb.jpg

SPMB 2026 di Pati Dikawal Ketat, Plt Bupati Tegaskan Tak Ada Titipan, Pungli, maupun Gratifikasi

Pemerintah Kabupaten Pati memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berlangsung bersih dan transparan. Melalui kegiatan Pendidikan Antikorupsi yang digelar di Ruang Pragolo Setda Pati, Rabu (24/6/2026), seluruh pemangku kepentingan pendidikan diingatkan untuk menjaga integritas dan menolak segala bentuk praktik titipan, pungutan liar, maupun gratifikasi.

@patinews

Komitmen mewujudkan penerimaan peserta didik yang adil dan akuntabel kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Pati. Dalam kegiatan Pendidikan Antikorupsi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, seluruh kepala SMP negeri dan Korwilcam Bidang Pendidikan se-Kabupaten Pati diajak memperkuat pengawasan agar proses seleksi berjalan sesuai aturan.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa SPMB bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian penting dari pelayanan publik yang menentukan kualitas generasi masa depan.

“Penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan generasi yang unggul dan berkarakter,” ujar Chandra.

Ia menegaskan, penggunaan sistem digital dalam proses pendaftaran bukan berarti menutup kemungkinan terjadinya penyimpangan. Karena itu, pengawasan dari seluruh pihak tetap diperlukan untuk memastikan proses berjalan jujur dan adil.

“Teknologi memang membantu, tetapi yang menjalankan sistem tetap manusia. Pengawasan harus diperkuat agar tidak muncul persoalan yang merugikan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mengingatkan seluruh sekolah agar mematuhi regulasi terkait pengadaan seragam sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan menjual maupun mewajibkan peserta didik membeli seragam tertentu saat proses penerimaan murid baru maupun kenaikan kelas.

“Orang tua memiliki hak untuk menentukan sendiri pengadaan seragam anaknya. Sekolah tidak boleh membebani atau mewajibkan pembelian seragam baru,” tegasnya.

Menurut Chandra, kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Ia meminta seluruh penyelenggara pendidikan menjaga integritas karena setiap kebijakan dan tindakan akan mendapat perhatian dari publik.

Pemkab Pati sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung pelaksanaan SPMB yang bersih, mulai dari keterbukaan informasi kepada masyarakat, penguatan pengawasan internal dan eksternal, pencegahan gratifikasi, hingga penindakan terhadap praktik pungutan liar.

“Kami ingin dunia pendidikan menjadi contoh dalam membangun budaya integritas. Lingkungan pendidikan yang sehat akan melahirkan generasi yang siap mendukung pembangunan daerah di masa mendatang,” ujarnya.

#pati #jateng #fyp #virals #jangkauan
Dua Pemuda Jadi Tersangka Kasus P3ngeroy0k4n di Waduk Gembong, Begini Kronologinya

Dua Pemuda Jadi Tersangka Kasus P3ngeroy0k4n di Waduk Gembong, Begini Kronologinya

730002223_2457031108141052_1251816654244731269_n.jpg
Dua Pemuda Jadi Tersangka Kasus P3ngeroy0k4n di Waduk Gembong, Begini Kronologinya

PATINEWS – Satreskrim Polresta Pati berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang terjadi di area parkir pinggir Waduk Gembong, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Kasus tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polresta Pati, Rabu (24/6/2026).

Kapolresta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian W. Wiratama mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban berinisial F.A.H. datang ke lokasi bersama seorang saksi dengan maksud menjemput rekannya.

"Korban bersama seorang saksi datang ke lokasi untuk menjemput rekannya, namun di sana bertemu sekelompok pemuda yang sedang mengonsumsi minuman beralkohol hingga kemudian terjadi cekcok mulut," kata Kompol Dika.

Menurutnya, pertengkaran tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan. Korban dikeroyok oleh dua pelaku menggunakan tangan kosong dan batu padas hingga mengalami luka robek di bagian kepala.

"Para pelaku melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong dan juga batu padas sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek di kepala sekitar tujuh sentimeter," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi dua pelaku, yakni M.M.L. (21) dan M.F.I. (22), keduanya merupakan warga Dukuh Bengkal RT 02 RW 06, Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

"Setelah menerima laporan pada 19 Juni 2026, Tim Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Pati segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku," ujar Kompol Dika.

Ia menjelaskan, kedua pelaku berhasil diamankan pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di rumah salah satu tersangka, yakni M.F.I., di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong.

"Saat diamankan, kedua tersangka sedang berada di lokasi bersama teman-temannya dan tidak melakukan perlawanan," ungkapnya.

Dari hasil interogasi, kedua tersangka mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban. Saat ini keduanya telah ditahan di Satreskrim Polresta Pati untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

"Kedua tersangka mengakui perbuatannya dan saat ini telah kami amankan untuk menjalani proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Kompol Dika.

Ia menambahkan, aksi pengeroyokan tersebut dipicu emosi sesaat dan dilakukan dalam kondisi para pelaku berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat memicu tindakan kriminal dan merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu lembar kwitansi berobat dari RSUD RAA Soewondo Pati dan satu buah jaket parasit warna hitam merek Crithycals milik korban.

"Para tersangka dipersangkakan Pasal 262 ayat (1) KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda kategori V," pungkas Kompol Dika.

#pati #jateng #fyp #virals #jangkauan