Tampilkan postingan dengan label jepara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepara. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 11, 2017

Polisi Sabar Itu, Terima Penghargaan dari Kasat Lantas Polres Jepara

Polisi Sabar Itu, Terima Penghargaan dari Kasat Lantas Polres Jepara

Polisi Sabar Itu, Terima Penghargaan dari Kasat Lantas Polres Jepara
Polisi Sabar Itu, Terima Penghargaan dari Kasat Lantas Polres Jepara
MuriaPos.Com - Jepara, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jepara, AKP I Putu Bagus Krisna Purnama, SIK memberikan penghargaan kepada Polisi Lalu Lintas Bripka Anton Catur Wibowo, SH yang menjadi korban pemukulan saat melaksanakan tugas pengamanan Car Free Day hari Minggu (10/12/2017) kemarin.

"Hari ini kami berikan penghargaan atas kesabaran dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan raya. Kalau anggota saya respon dengan emosi akan beda persoalannya," ungkap Kasat Lantas.

"Dalam apel pagi tadi Kasat Lantas memberikan penghargaan dan berpesan kepada rekan rekan yg lain bahwa polisi dalam menjalankan tugas harus penuh tulus dan ikhlas. Sabar menurutnya adalah kunci utama. Menjalankan kebaikan tentu akan memetik pahala" Tambahnya. (Humas Polres Jepara)

Senin, Oktober 09, 2017

Patut Diapresiasi, Warga Welahan Jepara Patungan Bangun Mapolsek

Patut Diapresiasi, Warga Welahan Jepara Patungan Bangun Mapolsek

Patut Diapresiasi, Warga Welahan Jepara Patungan Bangun Mapolsek
dok Humas Polres Jepara
Muriapos.com - Jepara, Patut diapresiasi, kepedulian warga masyarakat di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara terhadap aparat kepolisian. Bukti nyata kepedulian itu diwujudkan dengan membangun secara swadaya Mapolsek Welahan.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono berkesempatan melakukan peletakan batu pertama, Rabu (4/10/2017).

Dia mengatakan, gotong royong berupa sumbangan yang dilakukan masyarakat sangat membantu peran Polri.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap masyarakat Welahan yang melihat markas Polsek Welahan yang memprihatinkan kemudian mau menghibahkan (dana) untuk bangunan,” tutur Kapolda.

“Matursembah nuwun kepada warga atas keikhlasan dan bantuan yang diberikan kepada kami, sehingga dapat membangun Mapolsek Welahan,” imbuh Jenderal berbintang dua itu.

Sementara itu, Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan, bangunan Mapolsek yang baru nanti akan terdiri dari dua lantai yang merupakan hibah dari masyarakat Kecamatan Welahan. Pembangunan kantor ini ditargetkan akan rampung 6 bulan ke depan. “Saat pertama kali datang kesini, daya melihat bangunan Polsek yang sangat memprihatinkan dan tidak layak. Waktu itu saya berdoa semoga bangunan Polsek bisa dibangun dan alhamdulillah hari ini bisa terwujud,”

Selain dihadiri langsung oleh Kapolda, dalam kesempatan itu, juga di hadiri beberapa pejabat utama di lingkungan Polda Jateng sebut saja Kabid Humas dan Direktur Intelkam, sejumlah Kapolres wilayah sekitar, Forkopinda Jepara diantaranya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Kapolres Jepara, Dandim 0719 Jepara, hingga tokoh masyarakat di Kecamatan Welahan. Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan prasasti pembangunan Mapolsek Kalinyamatan yang beberapa waktu lalu sudah ditempati.

Kapolda sendiri datang ke Welahan menggunakan Helikopter milik Polda Jateng. Setelah mendarat di lapangan Desa Gedangan, rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi klenteng Hian Thian Shiang Tee yang berada tak jauh dari Mapolsek. (dok Humas Res Jepara)

Senin, September 18, 2017

Polda Jateng Bekuk Pembuat dan Penjual Obat Kuat

Polda Jateng Bekuk Pembuat dan Penjual Obat Kuat

dok Polda Jateng
MuriaPos.Com - Jepara, Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap pelaku sindikat pengedar dan pemproduksi obat ilegal di Jepara. Ada ratusan merek obat yang diamankan polisi, termasuk obat kuat, pelangsing dan perangsang yang siap diedarkan.

Selain itu, aparat juga mengamankan bahan dasar obat ilegal berupa serbuk kopi, serbuk purwoceng, dan silicon padat.

Kasubdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi, (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez mengatakan, pengungkapan peredaran obat ilegal berawal adanya informasi masyarakat mengenai peredaran obat tanpa izin edar yang diatur di dalam Permenkes.


"Kami sampling dulu dengan membeli produknya melalui online. Kami juga sudah mapping dimana lokasi obat itu diproduksi. Kami tidak bisa langsung tangkap kalau tidak ada barang buktinya," kata AKBP Egy Andrian, saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (18/9/2017).

Dikatakannya, obat-obatan tersebut diproduksi di rumah MN (38) di dukuh Krajan RT 1/ RW 1 Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Dia kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka ditangkap petugas saat akan mengirimkan pesanan ke Kantor pos di Kabupaten Jepara pada Kamis (14/9/2017).

(dok. tribratanewspoldajateng)

Senin, September 04, 2017

Menteri ESDM Ignasius Jonan, Hadiri Groundbreaking PLTU Jepara

Menteri ESDM Ignasius Jonan, Hadiri Groundbreaking PLTU Jepara

Menteri ESDM Ignasius Jonan, Hadiri Groundbreaking PLTU Jepara
dok Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Johan meresmikan awal pembangunan (groundbreaking) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 1000 MW di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kamis (31/8). PLTU yang dibangun di atas lahan seluas 77,4 hektare tersebut merupakan bagian dari program pembangkit listrik 35 ribu MW dengan skema independent power producer (IPP).

Menteri Ignasius Jonan menjelaskan, pembangunan PLTU itu diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan daya listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali dan terhubung ke saluran transmisi 500 kV Tanjung Jati-Tx Ungaran. Untuk pembangunan PLTU Jawa IV akan menerapkan teknologi terkini bernama ultra super critical (USC). Teknologi tersebut bekerja pada tekanan dan suhu di atas titik kritis air. Sehingga PLTU ini diklaim lebih efisien delapan hingga sepuluh persen dibanding pembangkit listrik batu bara.

Mantan Menteri Perhubungan itu juga meminta konsorsium PT Bhumi Jati Power yang mengelola PLTU Jawa IV, yaitu Sumitomo Corporation, PT United Tractors Tbk, dan The Kansai Electric Power Co Inc memperhatikan penuh dampak lingkungannya.

“Terkait lingkungan hidup, PT Astra sebagai induk dari PT United Tractors Tbk, Sumitomo Corporation, dan Kansa Electric Power semestinya memperhatikan dampak lingkungan secara sungguh-sungguh. Jadi tidak ada dampak pencemaran  lingkungan dan sebagainya,” tegas Jonan.

Pihaknya  berupaya menjamin agar tarif listrik nantinya dapat benar-benar dijangkau oleh masyarakat.

“Untuk tarif kontraknya 5,3 set per Kwh. Bapak Presiden selalu meminta setiap pendirian IPP harus juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Tugas saya secara konstitusi adalah menjaga agar tarifnya terjangkau. Kalau PLN yang jualan, saya yang jaga tarifnya,” bebernya.

Pihaknya berharap, perluasan PLTU Jawa IV dapat melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Termasuk tenaga kerja lokal yang dapat diserap untuk mempercepat perluasan PLTU tersebut.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Presiden, setiap pembangunan di mana pun itu diharapkan bisa melibatkan local community, melibatkan sumber daya yang ada di daerah masing-masing. Karena ini pembangunan fisiknya besar, local employment-nya bisa ditingkatkan supaya ada partisipasi dan ada multiplier efect di daerah masing-masing".

Harapan menteri ESDM diamini Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP yang hadir mewakili Gubernur H Ganjar Pranowo SH MIP. Pemprov Jateng berharap, perluasan PLTU Jawa IV dapat benar-benar dirasakan manfaatnya bagi warga di sekitarnya.

“Kami berharap agar pada saat pembangunan proyek ini bisa merekrut banyak tenaga kerja lokal. Termasuk tenaga-tenaga yang nanti akan mengoperasikan PLTU ini agar diprioritaskan bagi masyarakat Jepara dan sekitarnya. Tentu dengan tetap memperhatikan tingkat kompetensi, kemampuan dan keahlian masing-masing,” harapnya.

Minggu, Agustus 27, 2017

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak
Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak. / dok Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Relita yang terjadi di lingkungan kita, banyak anak yang menyayikan syair lagu orang-orang dewasa, khususnya lagu dangdut, adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Hal ini ternyata menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Saat memberi sambutan dalam acara Pelantikan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) DPC Jepara di Lapangan Mrican, Minggu (26/8), Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menceritakan, banyak orang marah ketika stafnya meng-upload videonya di facebook yang tengah mendengarkan anak-anak menyanyi “Bojo Galak” di kampung Wologito Semarang.

“(Video) Di-upload (staf) ke facebook saya. Dikomentari banyak orang. Lalu semua orang marah-marah sama saya. Saya sampaikan jangan marah, itu karya seni. Tapi sisi yang lain, itu tidak pantas untuk anak. Jangan marah karena itu fakta, itu realita, anak-anak semua bisa nyanyi choir Bojo Galak,” ungkapnya, dalam rilis resmi di laman jatengprov.go.id.

Ganjar mengaku sebenarnya merasa terenyuh, sedih dan bercampur senang karena anak-anak bisa bernyanyi dengan nada yang baik dan lirik yang jelas. Tapi dia yakin, anak-anak itu tidak mengerti arti lirik yang dinyanyikannya.

“Sekarang PR besar kita adalah membangun moralitas. Kayak-kayaknya kawan-kawan sangat bisa berperan besar untuk bikin lagu dangdut anak-anak,” ajaknya.

Ganjar kemudian meminta organisasi PAMMI untuk bisa menciptakan lagu anak-anak yang meledaknya bisa seperti Bojo Galak. Sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

“Sekarang tugas kita bagaimana memberikan lagu pada anak-anak sesuai kesenangannya, pada usianya, dengan warna yang tetap dangdut. Tetap melayu dan mereka bisa kita perhatikan bersama-sama,” tuturnya

Ajakan Ganjar tersebut juga terkait dengan akan dijadikannya Provinsi Jawa Tengah sebagai pilot project provinsi Layak Anak oleh Unicef, Bappenas dan Kementerian PPA.

“Ketika layak anak, PAMMI sangat bisa mengambil peran seni pada anak-anak. Saya berharap betul, titip buat pencipta lagu, buatkan lagu dangdut anak-anak. kalau perlu kita festivalkan. Sing nganakke aku wis. Nah penyanyi-penyanyi senior tugasnya membimbing anak menyanyikan lagu yang bahasanya anak-anak, yang lucu, memberi semangat, nasionalisme, patriotisme, budi pekerti,” tutupnya. (JTG)
Aksi Goyang Ganjar Pranowo, Hebohkan Peserta Jalan Sehat di Jepara

Aksi Goyang Ganjar Pranowo, Hebohkan Peserta Jalan Sehat di Jepara

dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Suasana pembagian hadiah jalan sehat dalam rangka HUT ke-67 Provinsi Jawa Tengah, di Alun-alun 1 Kabupaten Jepara, Minggu (27/8).

Mendadak heboh dengan aksi goyang dan nyanyi keroyokan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan Bupati Jepara Ahmad Mazuqi.

Sesaat sebelum pengambilan kupon untuk hadiah utama berupa satu unit mobil oleh Gubernur Jateng beserta istri, Atikoh Ganjar Pranowo, tiba-tiba Bupati Jepara  mendaulat mantan anggota DPR RI itu menyumbangkan sebuah lagu.

Meskipun sempat bingung ketika mendapat tantangan tersebut, akhirnya gubernur memilih mendendangkan lagu “Terajana” bersama istri. Ikut naik di atas panggung Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP, beserta istri Rini Budiastuti, dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, bersama isteri Chuzaenah. Gubernur pun sukses “menggoyang” ribuan peserta jalan sehat.

Lirik lagu yang ceria dan iringan musik rancak menjadikan suasana kian semarak. Ribuan warga yang memadati alun-alun turut bergoyang mengikuti irama lagu milik raja dangdut Rhoma Irama tersebut. Riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton terus menggema mengiringi “Terajana”.

Suasana semakin meriah ketika gubernur membacakan nomor kupon yang beruntung mendapatkan hadiah grandprize satu unit mobil persembahan Bank Jateng. Peserta yang beruntung dalam kegiatan tersebut adalah Nana, warga Pengkol, Kabupaten Jepara.

“Terima kasih saya bisa dapat hadiah mobil. Kerja saya sehari-hari sebagai pengasuh anak. Saya memang tidak bisa menyetir,” ujar Nana saat berbincang dengan gubernur.

Ganjar berharap agar hadiah yang didapat bisa bermanfaat, baik hadiah kendaraan maupun peralatan ekektronik digunakan secara baik. Mereka yang mendapat sepeda motor dan mobil juga diminta untuk tertib membayar pajak kendaraan dan segera melengkapi surat-surat yang dibutuhkan, khususnya surat izin mengemudi (SIM).

“Nanti kalau mau naik mobil harus bawa SIM, selalu berhati-hati dan jaga kesehatan,” imbuhnya.

Selain hadiah utama satu unit mobil, jalan sehat tersebut juga bertabur hadiah menarik lainnya seperti dua unit sepeda motor, kulkas, sepeda gunung, televisi serta peralatan elektronik lainnya.

Sebelum jalan sehat, gubernur beserta istri, Sekda Jateng, dan Bupati Jepara mengikuti senam bersama masyarakat. Kegiatan bertujuan menyehatkan rakyat melalui olahraga murah dan mudah itu diikuti sekitar 3.000 peserta dari Jepara dan daerah  lain. (jtg)
Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model” Sandal Jepit Ukir Jepara

Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model” Sandal Jepit Ukir Jepara

Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model” Sandal Jepit Ukir Jepara
Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model”
Sandal Jepit Ukir Jepara/ dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Ukiran pada kayu dengan beragam motif kayu itu sudah biasa. Tapi melihat ukiran pada sandal jepit, terlihat beda. Terlebih jika yang menjadi modelnya Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Sandal itu pula yang menarik perhatian Gubernur Ganjar saat mengunjungi pameran kreatif beragam produk kerajinan di Alun-alun II Jepara, Sabtu (26/8).

Dia sempat kaget bercampur geli ketika melihat wajahnya yang tersenyum ceria terukir di sandal jepit yang terpajang di stand Sacaje Jepara.

“Apik iki, kreatif. Sandal ukir piye gawene iki, berapa lama ngukirnya. Tuku-tuku, kanggo suvenir,” ujar gubernur sambil tertawa.

Sembari berbincang dengan perajin, gubernur melihat-lihat dan memilih beberapa pasang sandal berdesain unik itu. Gubernur kembali terbahak ketika membaca tulisan “Sandal Gubernur” juga terpahat di alas sandal jepit biru merek Swallow.

“Ini sandal menarik. Yang ini sandal antihilang. Usaha seperti ini perlu didukung. Kreatif karena barang yang tak disangka-sangka menjadi mempunyai nilai ekonomi,” katanya.

Tidak hanya wajah gubernur, yang tengah tersenyum ceria, sandal dengan desain unik ini juga mengukir logo Jateng Gayeng, serta bermacam tulisan nyeleneh seperti seperti “Colong Mati” dan “Bojoku Ketikung“.

Sementara itu perajin sandal ukir, Muhammad Nur Fawaid, warga Jalan Krajan, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara itu, mengaku bisnis yang digelutinya sejak 2013 itu berawal dari iseng atau karena ketidaksengajaan.

“Saya sering keliru memakai sandal, juga sering hilang. Kemudian sandal saya corat-coret asal-asalan, tapi ternyata beberapa teman tertarik dan minta sandalnya diukir,” bebernya.

Karena coretan tangannya di alas sandal mendapat respon baik dari teman-temannya, pemuda jebolan pondok pesantren di Jepara ini menangkap peluang bisnis tersebut. Dengan dibantu dua rekannya, Nur Fawaid membuka bisnis sandal ukir dengan promosi melalui media sosial.

“Pesanan tidak hanya dari Jepara, tapi juga berbagai daerah di luar Jateng order lewat instagram. Kami sengaja memasarkannya melalui media sosial karena jangkauannya lebih luas,” jelasnya.

Untuk harga jual, Nur Fawaid mematok harga antara Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu per pasang tergantung tingkat kerumitan. Sepasang sandal jepit desain biasa atau standar dijual Rp 25 ribu, sedangkan untuk desain rumit seperti ukiran wajah bisa mencapai Rp 500 ribu.

Terkait omset, lanjut dia, bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 5 juta per bulan. Selain sandal jepit, Sacaje Jepara juga memproduksi aneka kerajinan tangan yang memadukan sandal menjadi jam dinding serta hiasan dinding lainnya. (dok. Humas Jateng)
HUT 67 Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo Main Ketoprak di Jepara

HUT 67 Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo Main Ketoprak di Jepara

HUT 67 Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo
Main Ketoprak di Jepara/ dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Memperingati HUT Jateng ke 67, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo & ibu Atikoh serta sejumlah pejabat Pemprov Jateng perankan ketoprak cerita rakyat Banjaran Haryo Penangsang di Jepara, (Sabtu, 26 Agustus 2017).

Pemprov Jateng dalam Gelaran HUT ke 67 ini dipusatkan di Kabupaten Jepara dan telah menyelenggarakan berbagai macam acara dari karnaval, Gowes bareng Gubernur, pemeran UMKM dan gelar kesenian rakyat Ketoprak kontemporer.

Seluruh Kabupaten dan kota di Jawa Tengah memeriahkan acara ini. (red)

Kamis, Agustus 24, 2017

90 Personel Jajaran Polres Eks Wil Pati Ikuti Penguatan Cyber Troops

90 Personel Jajaran Polres Eks Wil Pati Ikuti Penguatan Cyber Troops

Muriapos.com - Kudus,  Fungsi kehumasan di instansi Kepolisian terus dikembangkan dengan terus melakukan pengelolaan informasi dengan baik. Termasuk dalam pengemasan berita pada saat dipublikasikan harus menarik. Melalui Bimbingan Teknis Fungsi Kehumasan dan Penguatan Cyber Troops yang diikuti 90 personil dari jajaran Polres Eks wil Pati, Kamis (24/8) pagi.

dok Humas Polres Kudus
Bimbingan Teknis dibuka oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Drs. R. Djarod Padakova, MM didampingi Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH dan diikuti pejabat utama Polres Kudus serta seluruh jajaran Humas Eks Wil Pati di ruang Tunggal Panaluan Polres Kudus.

Dalam sambutannya, Kabid Humas mengajak seluruh anggota yang memiliki medsos sebagai sarana komunikasi agar segala berita atau himbauan yg diberikan personil dapat diterima oleh masyarakat dengan cepat.

“Saya berharap dengan adanya Bimbingan Teknis (Binteknis) hari ini, personil humas jajaran Polres eks Wilayah Pati bisa mendapatkan ilmu wawasan dan kemampuan tentang pembuatan berita ataupun artikel sehingga citra baik Polri dapat diangkat dan di tonton oleh masyarakat luas baik di media sosial ( medsos), media cetak maupun Elektronik,” terang Kabid Humas.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH menyebut kegiatan ini merupakan pelatihan fungsi teknis kehumasan yang dilakukan Polda Jateng untuk jajaran Polres Eks Wil Pati.

“Saya berharap setelah pelatihan teknis kehumasan ini para peserta dapat memplementasikan dalam pengelolaan media diJajaran Polres masing -masing”, tutup Kapolres. (resKudus)
Setelah Upacara Bendera 17 Agustus, Petinggi Desa Damarwulan Abdullah Salam Foto Bareng

Setelah Upacara Bendera 17 Agustus, Petinggi Desa Damarwulan Abdullah Salam Foto Bareng

MuriaPos.Com - Jepara, Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam setelah Melakukan pengibaran bendera Merah Putih Di Desa Gelang Kegiatan Yang Di selenggarakan pemerintah Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Melakukan Foto Bareng  Kamis 17 Agustus 2017.

Acara yang di selenggarakan satu kali dalam satu tahun itu ternyata di gunakan untuk berfoto setelah melakukan upacara bendera,tentunya para peserta upacara tak mau kehilangan momentum yang sangat mulia ini.

Justru sang kepala Desa atau bisa dikatakan orang nomor satu di Desa Damarwulan tersebut tak mau kalah dengan urusan berfoto,saat para peserta berfoto dirinya menyempatkan waktu untuk berfoto atau selfi.

Banyak di kalangan remaja yang mengunggah foto kepala desa damarwulan,tak sedikit para pengguna akun facebook atau twiter yang mengunggah foto tersebut.

Salah satu akun facebook yang bernama Mencari rizki mengunggah foto Abdullah salam Yang di kenal petinggi ramah tamah yang mengikuti arus masa kekinian.

Selasa, Agustus 22, 2017

Desa Gelang Memang Pantas di Jadikan Tempat Upacara se Kecamatan Keling

Desa Gelang Memang Pantas di Jadikan Tempat Upacara se Kecamatan Keling

MuriaPos.Com, Jepara - Upacara Pengibaran Bendera Dalam Rangka Peringati Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia Yang Ke 72 di Gelar Di Desa Gelang Kecamatan Keling,Menurut Camat Keling Desa Gelang Memang Pantas Di Jadikan Pigura Senin 21 Agustus 2017.

Letak lapangan yang strategis sehingga membuat pihak kecamatan menggelar HUT RI di desa tersebut, desa gelang merupakan desa yang di kelilingi oleh beberapa desa di kec keling.

Dengan adanya hal ini membuat camat keling M,Thorik Alamsyah angkat bicara’memang benar kita gelar di desa gelang dan saya rasa desa gelang memang pantas,tentunya factor pertama letak desa gak jauh berada di tengah-tengah desa se kecamatan keling dan juga lapangan desa nya bersih dan pantas ungkapnya.


Jumat, Agustus 18, 2017

Pemerintah Kecamatan Donorojo Dan Segenap Pemerintah Desa Kibarkan Bendera Dengan khidmat

Pemerintah Kecamatan Donorojo Dan Segenap Pemerintah Desa Kibarkan Bendera Dengan khidmat

Pemerintah Kecamatan Donorojo Dan Segenap Pemerintah Desa Kibarkan Bendera Dengan khidmat
Muriapos.com - Jepara, Dalam Rangka Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Pemerintah Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara Dan Segenap Pemerintah Desa Sekecamatan Donorojo Lakukan Kegiatan Di Lapangan berjalan Lancar Kamis 17 Agustus 2017.
Acara Yang di ikuti oleh segenap pemerintah se kecamatn Donorojo itu sangat lah meriah dan tak hanya itu dari kalangan pelajar pun turut melaksanakan pengibaran bendera yang di selenggarakan oleh pihak kecamatan Donorojo bertempat di lapangan  tersebut

Kemudian sekitar pukul 08.33 WIB, sang saka merah putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Pukul 08.36 wib, Paskibra selesai menaikkan bendera dan kembali ke tempat semula.
Berikutnya inspektur upacara memimpin peserta upacara untuk mengheningkan cipta. Sementara teks Pancasila dibacakan oleh inspektur upacara.

Orang Nomor Satu Di Kecamatan Donorojo Drs.Sutana (camat Donorojo red) yang menjadi Inspektur Upacara Dan Hingga upacara selesai tidak ada masalah yang terjadi tentunya upacara berjalan dengan lancar, dan Di akhiri dengan foto bersama. (sai).

Pemerintah Kecamatan Keling Dan Segenap Pemerintah Desa Kibarkan Bendera Dengan Lancar

Pemerintah Kecamatan Keling Dan Segenap Pemerintah Desa Kibarkan Bendera Dengan Lancar

Pemerintah Kecamatan Keling Dan Segenap Pemerintah Desa Kibarkan Bendera Dengan Lancar
Muriapos.com - Jepara, dalam Rangka Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Pemerintah Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Dan Segenap Pemerintah Desa Sekecamatan Keling Lakukan Kegiatan Di Lapangan Desa Gelang berjalan Lancar Kamis 17 Agustus 2017.

Acara Yang di ikuti oleh segenap pemerintah se kecamatn keling itu sangat lah meriah dan tak hanya itu dari kalangan pelajar pun turut melaksanakan pengibaran bendera yang di selenggarakan oleh pihak kecamatan keling bertempat di lapangan desa gelang tersebut

Kemudian sekitar pukul 08.33 WIB, sang saka merah putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Pukul 08.36 wib, Paskibra selesai menaikkan bendera dan kembali ke tempat semula.

Berikutnya inspektur upacara memimpin peserta upacara untuk mengheningkan cipta. Sementara teks Pancasila dibacakan oleh inspektur upacara.

Orang Nomor Satu Di Kecamatan Keling M, Torik Alamsyah (camat keling red) yang menjadi Inspektur Upacara Dan Hingga upacara selesai tidak ada masalah yang terjadi tentunya upacara berjalan dengan lancar,Nampak turut hadir para mahasiswa dan mahasiswi dari Institut pertanian Bogor dan Di akhiri dengan foto bersama. (sai).

Rabu, Agustus 09, 2017

Blangko e-KTP Kosong, Masyarakat Diminta Bersabar

Blangko e-KTP Kosong, Masyarakat Diminta Bersabar

Blangko e-KTP Kosong, Masyarakat Diminta Bersabar
Blangko e-KTP Kosong, Masyarakat Diminta Bersabar
Muriapos.com - Jepara, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara menginformasikan kepada masyarakat Jepara bahwa persediaan blangko untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik habis pertanggal 9 Agustus 2017. Untuk itu, diminta kepada masyarakat tetap bersabar sambil menunggu droping material atau blangko KTP EL dari pemerintah pusat.

Kepala Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun dalam rilis tertulisnya mengatakan, pertanggal 9 Agustus 2017 ini, persediaan blanko KTP Elektronik yang tersedia di Jepara sudah habis. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap bersabar sembari menunggu balngko tersebut dikirimkan dari pusat.

“Kami berharap, kepada masarakat untuk tetap bersabar sembari menungu material KPT El dikirimkan kembali ke Jepara” ujarnya.

Dikatakan Sri Alim, kewenangan blngko KTP El ini berada di bawah nauangan Direktorat jendral dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementran Dalam Negeri. Untuk itu, pihaknya baik melalui surat maupun pribadi telah meminta kepada Ditjen Dukcapil untuk segera mengirimkan blangko KTP El di Kabupaten Jepara.

“Kami belum bisa pastikan, mudah mudahan akan segera terkirimkan dalam waktu dekat” paparnya. Dikatakan, meskipun stok KTP Elektronik saat ini habis, namun perekaman data warga masih bisa dilayani. Sebagai gantinya, mereka (red,warga) akan diberikan surat keterangan atau suket sembari menunggu blangko dari pusat turun.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara Susetiyo menmabahkan, perihal tersebut telah diinformaiskan kepada amsyarakat melalui, radio, maupun website milik pemkab jepara sejak Selasa (08/07/2017) lalu. Harapannya, mereka tau informasi tersebut lebih awal. Dirinya menyebut, hingga saat ini total stok yang dihabiskan sejumlah 26 ribu keping. Sebanyak 22 ribu diantaranya didrop langsung dari pemerintah pusat, sementara 4000 sisanya diambil langsung oleh Kepala Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun di Jakarta.

Menurut catatannya, hingga akhir bulan Juli ada 855.666 orang yang telah merekamkan datanya. Sementara yang telah tercetak sebanyak 849.250, terdiri dari perekam laki-laki sebanyak 424.272 dan perempuan 424.978. “Artinya masih ada sejumlah 6.416 data orang yang telah merekam namun belum tercetak pada blangko E KTP,” katanya.

Menangapi hal tersebut, Wakil bupati Jepara Dian Kristiandi berharap kepada Disdukcapil Jepara untuk segera melakukan inovasi baru agar tidak terjadi lagi antrian dalam pengurusan KTP El. Wapub menargetkan empat bulan kedepan, harus sudah teratasi dan tidak ada antrian. (Humas Jepara)

Senin, Agustus 07, 2017

Jangan Bilang Hobi Traveling, Kalau Belum Coba Obyek Wisata Gardu Pandang Jean di Jepara Ini

Jangan Bilang Hobi Traveling, Kalau Belum Coba Obyek Wisata Gardu Pandang Jean di Jepara Ini

Muriapos.com - Jepara, Obyek Wisata Gardu Pandang Jean Desa Kunir Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Suguhkan Pemandangan Yang Sangat Elok,Para Pengelola Maupun Pemerintah Setempat Akan Targetkan Taraf Internasional, senin 7 agustus 2017.

Jangan Bilang Hobi Traveling, Kalau Belum Coba Obyek Wisata Gardu Pandang Jean di Jepara Ini
Tempat yang paling banyak menjadi kenangan dan menjadi favorit wisatawan, dalam perjalanan menuju gardu pandang jean adalah Gardu Pandang  kurang lebih Terletak pada ketinggian 1789 Mdpl tepat berada di atas Desa kunir dusun jean, lokasi wisata favoritdi Jepara ini merupakan lokasi yang paling tepat untuk menyaksikan terbitnya matahari dan menjadi lokasi alternatif bagi yang ingin melihat golden sunrise tapi tidak sempat naik ke bukit jean, hampir setiap pagi sehabis subuh sudah ada orang yang berada dilokasi ini untuk menikmati keindahan terbitnya matahari tanpa penghalang apapun khusunya bagi para petani setempat.

Di tempat wisata alam yang tergolong masih baru ini, para pecinta wisata alam bisa menikmati pemandangan alam yang masih sangat alami. Diatas gardu pandang, anda bisa melihat luas hutan yang hijau dengan hawa yang sejuk. Suguhan pemandangan alam sekitar dan indahnya pemandangan pegunungan lereng muria bisa membuat anda semakin terpukai akan keelokannya. Disini anda juga akan merasakan seperti negeri diatas awan, karena bisa berada diketinggian yang bisa melihat semua keindahan sang pencipta. Pastinya akan membuat anda jadi betah berlama lama disini.

Tarif Untuk Masuk kesana juga bisa di bilang relative murah yakni Rp 3000. dan untuk parker Rp. 2000. Sesampainya di sana kita akan di uji dengan melewati  akses jalan yang sangat curam, hal inilah yang nantinya akan menjadi tugas pemerintah setempat untuk membangun jalan supaya akses menuju ke gardu pandang semakin mudah,kalau kita bicara soal makanan tidak perlu khawatir karena di sana relative murah tak perlu mengeluarkan koceng banyak untuk menikmati makanan khas dan minuman khas seperti hal nya kopi kletis.

Saat di konfirmasi mukmin selaku ketua kelompok sadar wisata (pokdarwis) berharap supaya pemerintah setempat khusunya dinas pariwisata melakukan tugas nya untuk peduli dan memberikan dukungan dana ataupun pemikiran supaya obyek wisata  khusnya gardu pandang bisa di minati kaum mancanegara’ kalau pihak kecamatan sering mas kesini hampir tiap minggu artinya di kunjungi saja kami sudah senang apa lagi di berikan bantuan yang bisa menunjang ke indahan gardu pandang ini’ ungkap pria religious ini. (ghofur)

Minggu, Agustus 06, 2017

Gubernur Jateng: Pemerintah dan Ormas Wahana Solutif Permasalahan di Masyarakat

Gubernur Jateng: Pemerintah dan Ormas Wahana Solutif Permasalahan di Masyarakat

dok Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Bertempat di Hotel D’ Season Pantai Bandengan, Jepara, digelar  Musyawarah Wilayah (Muswil) III Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) bersama Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH. Sabtu (5/8/17).

Hadir dalam acara tersebut Ketua PW PMII Jateng Noor Achmad, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Sholih, serta Muspida setempat.

Berbagai persoalan tengah dihadapi Indonesia, seperti radikalisme, maraknya peredaran narkoba, kemandirian pangan, menjaga persatuan, serta masalah sosial. Untuk mengatasi beragam persoalan bangsa tersebut butuh keterlibatan banyak pihak termasuk peran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Menurut gubernur Jateng, "banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah bersama organisasi masyarakat seperti PMII sebagai wahana yang solutif dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. Sebagai contoh Majelis Ulama Indonesia MUI beberapa waktu lalu menggelar acara halaqah tentang antisipasi radikalisme dan terorisme, bahkan hasil keputusannya siap disebarkan pada khutbah Jumat di masjid-masjid di Jateng".

Tidak kalah pentingnya, keterlibatan para santri dalam membantu mengatasi masalah yang kerap terjadi di masyarakat. Termasuk anggota PMII yang masih aktif sebagai mahasiswa diminta bisa melakukan pendampingan dalam pengelolaan anggaran desa agar transparan dan akuntabel.

“Kita dorong mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tematik. Mereka mendampingi di desa ini mulai dari perencanaan yang partisipatif, menentukan skala prioritas dan bagaimana posting anggaran, budgeting sampai bagaimana penggunaan secara transparan,” terangnya.

Sedangkan terkait persoalan ekonomi, mantan anggota DPR RI ini mencontohkan kelangkaan pasokan garam hingga menjadi persoalan nasional. Padahal potensi Indonesia untuk produksi garam sangat besar. Bahkan di beberapa daerah di Jawa Tengah mampu mengolah garam bukan dari air laut, seperti sentra garam di kawasan Bledug Kuwu dan Desa Jono, Kabupaten Grobogan.

“Mereka membuat garam cuma dari air sumur timba dengan peralatan serba sederhana. Garam di Desa Jono itu dijual Rp 10 ribu per kilogram tapi sayang tidak ada anak muda yang mau menjadi petani garam di sana, Coba kalau kita melakukan mekanisasi dan modernisasi dalam pengolahannya,” bebernya.

Gubernur berharap nantinya musyawarah berjalan lancar dan memberikan contoh yang baik dengan ide-ide luar biasa.

“Karena ini musyawarah tidak perlu dan tim sukses biar nanti biayanya terlalu tinggi. Kalau terlalu tinggi nanti bahaya,” guraunya disambut tepuk tangan dan tawa peserta Muswil.

Senada dikatakan Ketua Panitia Muswil Khalidul Abdib. Menurutnya, PMII dan IKA PMII berkomitmen untuk selalu setia mengawal Pancasila dan Negara Kesatusn Republik Indonesia harga mati. Selain itu, semua potensi yang dimiliki PMII untuk membangun Jateng

“Forum ini diharapkan tidak hanya temu kangen tapi juga menghasilkan gagasan-gagasan yang progresif untuk internal IKA PMII maupun untuk Indonesia,” katanya.

Perdebatan antara Islam dan nasionalisme menurut Khalid sudah berakhir. Kalau di kelompok Islam lain mungkin masih dibentur-benturkan tapi di kalangan PMII sudah selesai.

“Tadi kita sudah nyanyikan bersama lagu hubbul wathon minal iman yang disusun salah seorang pendiri NU untuk menggelorakan perjuangan kaum santri melawan penjajah dan membangun negeri ini. Akan kita teruskan cita-cita beliau sampai kapan pun,” tandasnya. (hsj)

Sabtu, Juli 15, 2017

Enam Kabupaten di Sekitar Pantura Tampil di #PesonaPakudjembara

Enam Kabupaten di Sekitar Pantura Tampil di #PesonaPakudjembara

Muriapos.com - Blora, Enam Kabupaten di sekitar wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa) tampil dalam event bersama bertajuk #PesonaPakudjembara yang diadakan di alun - alun Kota Blora. (14-15 Juli 2017).

6 Kabupaten yang bersama - sama membuat #PesonaPakudjembara itu adalah Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora.

Kegiatan bersama ini adalah prakarsa dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Prov Jateng dan Disporabudpar Kabupaten Blora.

Dalam event ini ada Pameran wisata dan UMKM, Lomba Barongan, Lomba branding dan pawai pariwisata. (tim) 

Selasa, Juni 27, 2017

Polres Jepara Bekuk Pencuri Spesialis Barang Elektronik di Rumah Sakit

Polres Jepara Bekuk Pencuri Spesialis Barang Elektronik di Rumah Sakit

MuriaPos.Com - Jepara, Spesialis pencurian telepon genggam di rumah sakit  SF (19) warga Desa Lebak Kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara, berhasil diringkus Polsek Jepara Kota Polres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK saat konferensi pers di teras kantor Reskrim Polres Jepara, Rabu (21-06-2017) menuturkan, "tersangka diamankan setelah dilakukan penyelidikan usai melakukan pencurian di RSU Kartini pada Senin (19-6-2017). Aksi tersangka juga sempat terekam kamera CCTV yang ada di rumah sakit. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 6 handphone curian dan 1 buah televisi".

Modus pelaku dengan menyamar sebagai keluarga pasien, saat orang - orang lengahm pelaku beraksi dengan menggondol handphone milik korban.

“Jadi modusnya adalah, tersangka menyamar sebagai keluarga pasien. Saat orang-orang yang menunggu keluarganya beristirahat mulai malam sampai pagi hari, tersangka beraksi dengan masuk ke ruangan pasien dan mengambil handphone milik orang yang tertidur,” jelasnya.

dok res jepara
Dari penuturan SF, tak hanya handphone, pelaku juga mengambil dompet maupun tas milik keluarga pasien yang lengah atau sedang beristirahat. Setelah berhasil menggondol tas atau dompet, uangnya diambil sedangkan isi tas atau dompet yang lainnya dibuang begitu saja oleh pelaku.

Dari hasil intrograsi, Yudianto menambahkan, tak hanya di RSU Kartini dan RSI Sultan Hadlirin saja tersangka melancarkan aksinya. Pemuda yang setiap harinya menganggur itu juga mencuri barang-barang elektronik penunggu pasien di rumah sakit di Kabupaten Kudus dan Demak.

“Barang – barang hasil curian biasanya tersangka jual di lapak online via facebook yang dikelolanya sendiri dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasaran,” tambahnya.

Atas tindakan tersangka, polisi mengenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (rj)

Kamis, Juni 15, 2017

Nekat Buka di Bulan Puasa, Karaoke di Grebek dan Belasan PK Digaruk

Nekat Buka di Bulan Puasa, Karaoke di Grebek dan Belasan PK Digaruk

MuriaPos.Com - Jepara, Nekat masih beroperasi saat bulan Ramadan. Polres Jepara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara gerebek Kafe Joglo di Kelurahan Karang Kebagusan, Kecamatan Jepara, hasilnya, belasan pemandu karaoke dan puluhan botol miras serta pengunjung dicokok petugas. Minggu (11/6/2017).

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, "operasi tersebut berawal dari pengaduan masyarakat. Dalam laporan tersebut, warga menyebut kafe sekaligus tempat hiburan karaoke tersebut, masih beroperasi meskipun telah ada larangan menjalankan bisnis hiburan selama bulan Ramadan".

“Kita dapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di Kafe Joglo ini masih beroperasional selama Ramadan. Begitu mendapatkan info tersebut, kami langsung menuju ke tempat ini. Pada saat didatangi, ada nyanyian-nyanyian, juga ada miras, ada beberapa tamu dan penyanyi di lokasi,” kata Kapolres, Senin (12/6/2017).

dok Res Jepara
Mendapati hal itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Satpol PP dalam menerapkan tindak pidana ringan (tipiring), pada pelaku.

Lebih lanjut ia mengajak agar pengusaha tempat hiburan mematuhi imbauan dari Pemkab Jepara, untuk tidak buka selama bulan Ramadan. 

“Saya imbau untuk menghormati bulan suci Ramadan, tidak ada tempat hiburan yang buka sampai dengan selesai (pasca lebaran),” ucap Kapolres Jepara.

Sementara itu, sebanyak 16 pemandu karaoke (PK) dimintai keterangan di Mapolres Jepara. Selain itu, ada 10 pengunjung tempat hiburan yang ikut dikeler ke kantor polisi.

“Untuk pemandu karaoke dan pengunjung diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan mereka. Jika nekat, mereka akan dikenai tipiring,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta.

Adapun, polisi mengenakan tipiring pada pengelola Kafe Joglo atas nama Joko Sunoto, karena yang bersangkutan menjual minuman beralkolhol. Total alkohol yang disita adalah sebanyak 40 botol, berupa enam botol anggur kolesom, 10 botol bir Guiness, tujuh botol Redler dan 17 botol Bir Bintang. (rj)

Kamis, Juni 01, 2017

Safari Ramadhan, Polres Jepara Ajak Warga Perangi Radikalisme

Safari Ramadhan, Polres Jepara Ajak Warga Perangi Radikalisme

MuriaPos.Com - Jepara, Untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, Kepala Kepolisian Sektor Welahan Polres Jepara Polda Jateng menggelar safari Kamtibmas di Masjid Jami Sidiq Mulyo Desa Sidigede RT 15/03, Welahan, Jepara, Selasa (30-05-2017).

dok Res Jepara
Dihadapan para jamaah, Kapolsek Welahan AKP Rismanto MH menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk selalu tanggap terhadap situasi di lingkungannya terkait paham radikalisme dan intoleransi yang dapat memecah belah kesatuan bangsa. Untuk itu, pertahankan 4 pilar bangsa yaitu Pancasila, Bhineka Tinggal Ika, UUD 1945 dan NKRI adalah harga mati.

AKP Rismanto juga meminta waspada adanya warga baru yang tidak dikenal, yang mengajarkan tentang terorisme dan radikalisme kepada generasi bangsa. 

“Bila ada orang dicurigai dilingkungan, secepatnya lapor pihak keamanan. Polisi akan secepatnya merespon dan warga juga bisa langsung melaporkan kejadian baik yang dialami langsung maupun mengetahuinya ke Ketua RT maupun RW atau bisa juga memanfaatkan layanan kepolisian berbasis IT seperti Polisiku dan Panic Button,” lanjut AKP Rismanto.

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dari berbagai bentuk kejahatan dan tidak mudah terhasut isu-isu yang dapat merusak kekhusyukan puasa di bulan suci Ramadhan. 

“Tetap waspada dan berhati hati menjelang lebaran, karena banyak pelaku kejahatan yang mulai beraksi sehingga belakangan ini tingkat kriminalitas sudah mulai meningkat,” imbau Rismanto. (rj)