Semarang, 14–15 Februari 2026 Sebanyak 75 mahasiswa penerima KIP Kuliah yang terdiri dari 75 peserta studi banding dan 27 peserta Malam Keakraban (Makrab) bersatu dalam momentum besar bertajuk PDC CONNECT 2026: Studi Banding & Leadership Training. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pengurus Cabang Permadani Diksi Nasional Semarang Raya ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi, membangun kepemimpinan, dan menyatukan arah gerak Forum KIPK se-Semarang Raya menuju organisasi yang lebih progresif dan berdampak.
Ketua Pelaksana, Praja Adi Dharma, dalam sambutannya menegaskan bahwa PDC CONNECT 2026 menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih kuat antar Forum KIPK.
"Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi momentum untuk menyatukan semangat, memperkuat solidaritas, dan membangun Forum KIPK yang lebih solid, progresif, dan siap menghadapi tantangan organisasi ke depan," ujarnya.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua umum PDKN Cabang Semarang Raya, Bahtiar Hanafi Wiradana, S.Pi., yang menekankan bahwa PDC CONNECT 2026 merupakan program terobosan dalam masa kepengurusan baru.
"PDC CONNECT 2026 merupakan program strategis yang dirancang untuk menjadi ruang bertukar gagasan, memperluas wawasan kepemimpinan, serta mempererat hubungan antar Forum KIPK se-Semarang Raya. Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi fondasi kuat bagi pengembangan organisasi yang lebih terarah dan berkelanjutan," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama, Sabtu (14/2), diawali dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bidikmisi, serta sambutan dari Ketua Pelaksana dan Ketua PDKN Semarang Raya. Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh semangat, mencerminkan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir dari berbagai perguruan tinggi.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi kepemimpinan dua dimensi (two-dimensional leadership) yang disampaikan oleh Muhammad Imron Hamza S.M dan Rani Khairunnisa, mereka menekankan keseimbangan antara kemampuan manajerial dan kemampuan interpersonal. Materi ini menjadi bekal penting dalam membentuk pemimpin organisasi yang adaptif, komunikatif, dan visioner.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan program kerja masing-masing Forum KIPK kampus. Setiap forum mempresentasikan program unggulan, strategi pengembangan organisasi, serta inovasi yang dirancang untuk memperkuat eksistensi forum. Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, menunjukkan semangat kolaborasi dan keinginan untuk berkembang bersama.
Momentum kebersamaan semakin terasa dalam sesi Malam Keakraban (Makrab) yang diikuti oleh 27 peserta terpilih pada Sabtu malam hingga Minggu (15/2). Makrab menjadi ruang eksklusif untuk mempererat hubungan emosional antar pengurus forum dan membangun rasa kebersamaan yang lebih kuat.
Salah satu sesi utama Makrab adalah Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin oleh Niko Ardiyansyah. Dalam sesi ini, peserta berdiskusi secara mendalam mengenai tantangan organisasi, strategi penguatan forum, serta arah pengembangan kepemimpinan ke depan. Diskusi berlangsung dinamis, terbuka, dan penuh semangat, menghasilkan berbagai gagasan konstruktif yang memperkuat visi bersama.
Selain FGD, kegiatan Makrab juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman, refleksi kepemimpinan, serta berbagai aktivitas kebersamaan yang menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Interaksi yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan antar individu, tetapi juga memperkuat ikatan antar Forum KIPK sebagai satu kesatuan.
Secara keseluruhan, PDC CONNECT 2026 menjadi lebih dari sekadar kegiatan studi banding. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan solidaritas, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta komitmen bersama untuk membangun Forum KIPK yang lebih solid, adaptif, dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, PDKN Semarang Raya menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan semangat kolaborasi untuk membawa perubahan positif di masa depan.
0 komentar: