Tampilkan postingan dengan label ganjar pranowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ganjar pranowo. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 27, 2017

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak
Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak. / dok Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Relita yang terjadi di lingkungan kita, banyak anak yang menyayikan syair lagu orang-orang dewasa, khususnya lagu dangdut, adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Hal ini ternyata menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Saat memberi sambutan dalam acara Pelantikan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) DPC Jepara di Lapangan Mrican, Minggu (26/8), Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menceritakan, banyak orang marah ketika stafnya meng-upload videonya di facebook yang tengah mendengarkan anak-anak menyanyi “Bojo Galak” di kampung Wologito Semarang.

“(Video) Di-upload (staf) ke facebook saya. Dikomentari banyak orang. Lalu semua orang marah-marah sama saya. Saya sampaikan jangan marah, itu karya seni. Tapi sisi yang lain, itu tidak pantas untuk anak. Jangan marah karena itu fakta, itu realita, anak-anak semua bisa nyanyi choir Bojo Galak,” ungkapnya, dalam rilis resmi di laman jatengprov.go.id.

Ganjar mengaku sebenarnya merasa terenyuh, sedih dan bercampur senang karena anak-anak bisa bernyanyi dengan nada yang baik dan lirik yang jelas. Tapi dia yakin, anak-anak itu tidak mengerti arti lirik yang dinyanyikannya.

“Sekarang PR besar kita adalah membangun moralitas. Kayak-kayaknya kawan-kawan sangat bisa berperan besar untuk bikin lagu dangdut anak-anak,” ajaknya.

Ganjar kemudian meminta organisasi PAMMI untuk bisa menciptakan lagu anak-anak yang meledaknya bisa seperti Bojo Galak. Sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

“Sekarang tugas kita bagaimana memberikan lagu pada anak-anak sesuai kesenangannya, pada usianya, dengan warna yang tetap dangdut. Tetap melayu dan mereka bisa kita perhatikan bersama-sama,” tuturnya

Ajakan Ganjar tersebut juga terkait dengan akan dijadikannya Provinsi Jawa Tengah sebagai pilot project provinsi Layak Anak oleh Unicef, Bappenas dan Kementerian PPA.

“Ketika layak anak, PAMMI sangat bisa mengambil peran seni pada anak-anak. Saya berharap betul, titip buat pencipta lagu, buatkan lagu dangdut anak-anak. kalau perlu kita festivalkan. Sing nganakke aku wis. Nah penyanyi-penyanyi senior tugasnya membimbing anak menyanyikan lagu yang bahasanya anak-anak, yang lucu, memberi semangat, nasionalisme, patriotisme, budi pekerti,” tutupnya. (JTG)
Aksi Goyang Ganjar Pranowo, Hebohkan Peserta Jalan Sehat di Jepara

Aksi Goyang Ganjar Pranowo, Hebohkan Peserta Jalan Sehat di Jepara

dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Suasana pembagian hadiah jalan sehat dalam rangka HUT ke-67 Provinsi Jawa Tengah, di Alun-alun 1 Kabupaten Jepara, Minggu (27/8).

Mendadak heboh dengan aksi goyang dan nyanyi keroyokan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan Bupati Jepara Ahmad Mazuqi.

Sesaat sebelum pengambilan kupon untuk hadiah utama berupa satu unit mobil oleh Gubernur Jateng beserta istri, Atikoh Ganjar Pranowo, tiba-tiba Bupati Jepara  mendaulat mantan anggota DPR RI itu menyumbangkan sebuah lagu.

Meskipun sempat bingung ketika mendapat tantangan tersebut, akhirnya gubernur memilih mendendangkan lagu “Terajana” bersama istri. Ikut naik di atas panggung Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP, beserta istri Rini Budiastuti, dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, bersama isteri Chuzaenah. Gubernur pun sukses “menggoyang” ribuan peserta jalan sehat.

Lirik lagu yang ceria dan iringan musik rancak menjadikan suasana kian semarak. Ribuan warga yang memadati alun-alun turut bergoyang mengikuti irama lagu milik raja dangdut Rhoma Irama tersebut. Riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton terus menggema mengiringi “Terajana”.

Suasana semakin meriah ketika gubernur membacakan nomor kupon yang beruntung mendapatkan hadiah grandprize satu unit mobil persembahan Bank Jateng. Peserta yang beruntung dalam kegiatan tersebut adalah Nana, warga Pengkol, Kabupaten Jepara.

“Terima kasih saya bisa dapat hadiah mobil. Kerja saya sehari-hari sebagai pengasuh anak. Saya memang tidak bisa menyetir,” ujar Nana saat berbincang dengan gubernur.

Ganjar berharap agar hadiah yang didapat bisa bermanfaat, baik hadiah kendaraan maupun peralatan ekektronik digunakan secara baik. Mereka yang mendapat sepeda motor dan mobil juga diminta untuk tertib membayar pajak kendaraan dan segera melengkapi surat-surat yang dibutuhkan, khususnya surat izin mengemudi (SIM).

“Nanti kalau mau naik mobil harus bawa SIM, selalu berhati-hati dan jaga kesehatan,” imbuhnya.

Selain hadiah utama satu unit mobil, jalan sehat tersebut juga bertabur hadiah menarik lainnya seperti dua unit sepeda motor, kulkas, sepeda gunung, televisi serta peralatan elektronik lainnya.

Sebelum jalan sehat, gubernur beserta istri, Sekda Jateng, dan Bupati Jepara mengikuti senam bersama masyarakat. Kegiatan bertujuan menyehatkan rakyat melalui olahraga murah dan mudah itu diikuti sekitar 3.000 peserta dari Jepara dan daerah  lain. (jtg)
Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model” Sandal Jepit Ukir Jepara

Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model” Sandal Jepit Ukir Jepara

Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model” Sandal Jepit Ukir Jepara
Gubernur Ganjar Pranowo Jadi “Model”
Sandal Jepit Ukir Jepara/ dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Ukiran pada kayu dengan beragam motif kayu itu sudah biasa. Tapi melihat ukiran pada sandal jepit, terlihat beda. Terlebih jika yang menjadi modelnya Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Sandal itu pula yang menarik perhatian Gubernur Ganjar saat mengunjungi pameran kreatif beragam produk kerajinan di Alun-alun II Jepara, Sabtu (26/8).

Dia sempat kaget bercampur geli ketika melihat wajahnya yang tersenyum ceria terukir di sandal jepit yang terpajang di stand Sacaje Jepara.

“Apik iki, kreatif. Sandal ukir piye gawene iki, berapa lama ngukirnya. Tuku-tuku, kanggo suvenir,” ujar gubernur sambil tertawa.

Sembari berbincang dengan perajin, gubernur melihat-lihat dan memilih beberapa pasang sandal berdesain unik itu. Gubernur kembali terbahak ketika membaca tulisan “Sandal Gubernur” juga terpahat di alas sandal jepit biru merek Swallow.

“Ini sandal menarik. Yang ini sandal antihilang. Usaha seperti ini perlu didukung. Kreatif karena barang yang tak disangka-sangka menjadi mempunyai nilai ekonomi,” katanya.

Tidak hanya wajah gubernur, yang tengah tersenyum ceria, sandal dengan desain unik ini juga mengukir logo Jateng Gayeng, serta bermacam tulisan nyeleneh seperti seperti “Colong Mati” dan “Bojoku Ketikung“.

Sementara itu perajin sandal ukir, Muhammad Nur Fawaid, warga Jalan Krajan, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara itu, mengaku bisnis yang digelutinya sejak 2013 itu berawal dari iseng atau karena ketidaksengajaan.

“Saya sering keliru memakai sandal, juga sering hilang. Kemudian sandal saya corat-coret asal-asalan, tapi ternyata beberapa teman tertarik dan minta sandalnya diukir,” bebernya.

Karena coretan tangannya di alas sandal mendapat respon baik dari teman-temannya, pemuda jebolan pondok pesantren di Jepara ini menangkap peluang bisnis tersebut. Dengan dibantu dua rekannya, Nur Fawaid membuka bisnis sandal ukir dengan promosi melalui media sosial.

“Pesanan tidak hanya dari Jepara, tapi juga berbagai daerah di luar Jateng order lewat instagram. Kami sengaja memasarkannya melalui media sosial karena jangkauannya lebih luas,” jelasnya.

Untuk harga jual, Nur Fawaid mematok harga antara Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu per pasang tergantung tingkat kerumitan. Sepasang sandal jepit desain biasa atau standar dijual Rp 25 ribu, sedangkan untuk desain rumit seperti ukiran wajah bisa mencapai Rp 500 ribu.

Terkait omset, lanjut dia, bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 5 juta per bulan. Selain sandal jepit, Sacaje Jepara juga memproduksi aneka kerajinan tangan yang memadukan sandal menjadi jam dinding serta hiasan dinding lainnya. (dok. Humas Jateng)
HUT 67 Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo Main Ketoprak di Jepara

HUT 67 Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo Main Ketoprak di Jepara

HUT 67 Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo
Main Ketoprak di Jepara/ dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Memperingati HUT Jateng ke 67, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo & ibu Atikoh serta sejumlah pejabat Pemprov Jateng perankan ketoprak cerita rakyat Banjaran Haryo Penangsang di Jepara, (Sabtu, 26 Agustus 2017).

Pemprov Jateng dalam Gelaran HUT ke 67 ini dipusatkan di Kabupaten Jepara dan telah menyelenggarakan berbagai macam acara dari karnaval, Gowes bareng Gubernur, pemeran UMKM dan gelar kesenian rakyat Ketoprak kontemporer.

Seluruh Kabupaten dan kota di Jawa Tengah memeriahkan acara ini. (red)

Minggu, Agustus 06, 2017

Gubernur Jateng: Pemerintah dan Ormas Wahana Solutif Permasalahan di Masyarakat

Gubernur Jateng: Pemerintah dan Ormas Wahana Solutif Permasalahan di Masyarakat

dok Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Bertempat di Hotel D’ Season Pantai Bandengan, Jepara, digelar  Musyawarah Wilayah (Muswil) III Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) bersama Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH. Sabtu (5/8/17).

Hadir dalam acara tersebut Ketua PW PMII Jateng Noor Achmad, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Sholih, serta Muspida setempat.

Berbagai persoalan tengah dihadapi Indonesia, seperti radikalisme, maraknya peredaran narkoba, kemandirian pangan, menjaga persatuan, serta masalah sosial. Untuk mengatasi beragam persoalan bangsa tersebut butuh keterlibatan banyak pihak termasuk peran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Menurut gubernur Jateng, "banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah bersama organisasi masyarakat seperti PMII sebagai wahana yang solutif dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. Sebagai contoh Majelis Ulama Indonesia MUI beberapa waktu lalu menggelar acara halaqah tentang antisipasi radikalisme dan terorisme, bahkan hasil keputusannya siap disebarkan pada khutbah Jumat di masjid-masjid di Jateng".

Tidak kalah pentingnya, keterlibatan para santri dalam membantu mengatasi masalah yang kerap terjadi di masyarakat. Termasuk anggota PMII yang masih aktif sebagai mahasiswa diminta bisa melakukan pendampingan dalam pengelolaan anggaran desa agar transparan dan akuntabel.

“Kita dorong mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tematik. Mereka mendampingi di desa ini mulai dari perencanaan yang partisipatif, menentukan skala prioritas dan bagaimana posting anggaran, budgeting sampai bagaimana penggunaan secara transparan,” terangnya.

Sedangkan terkait persoalan ekonomi, mantan anggota DPR RI ini mencontohkan kelangkaan pasokan garam hingga menjadi persoalan nasional. Padahal potensi Indonesia untuk produksi garam sangat besar. Bahkan di beberapa daerah di Jawa Tengah mampu mengolah garam bukan dari air laut, seperti sentra garam di kawasan Bledug Kuwu dan Desa Jono, Kabupaten Grobogan.

“Mereka membuat garam cuma dari air sumur timba dengan peralatan serba sederhana. Garam di Desa Jono itu dijual Rp 10 ribu per kilogram tapi sayang tidak ada anak muda yang mau menjadi petani garam di sana, Coba kalau kita melakukan mekanisasi dan modernisasi dalam pengolahannya,” bebernya.

Gubernur berharap nantinya musyawarah berjalan lancar dan memberikan contoh yang baik dengan ide-ide luar biasa.

“Karena ini musyawarah tidak perlu dan tim sukses biar nanti biayanya terlalu tinggi. Kalau terlalu tinggi nanti bahaya,” guraunya disambut tepuk tangan dan tawa peserta Muswil.

Senada dikatakan Ketua Panitia Muswil Khalidul Abdib. Menurutnya, PMII dan IKA PMII berkomitmen untuk selalu setia mengawal Pancasila dan Negara Kesatusn Republik Indonesia harga mati. Selain itu, semua potensi yang dimiliki PMII untuk membangun Jateng

“Forum ini diharapkan tidak hanya temu kangen tapi juga menghasilkan gagasan-gagasan yang progresif untuk internal IKA PMII maupun untuk Indonesia,” katanya.

Perdebatan antara Islam dan nasionalisme menurut Khalid sudah berakhir. Kalau di kelompok Islam lain mungkin masih dibentur-benturkan tapi di kalangan PMII sudah selesai.

“Tadi kita sudah nyanyikan bersama lagu hubbul wathon minal iman yang disusun salah seorang pendiri NU untuk menggelorakan perjuangan kaum santri melawan penjajah dan membangun negeri ini. Akan kita teruskan cita-cita beliau sampai kapan pun,” tandasnya. (hsj)