Tampilkan postingan dengan label jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jateng. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 14, 2026

Viral di Kudus‼️25 Debt Collector Ditangkap Buntut B3ntr0k dengan Warga

Viral di Kudus‼️25 Debt Collector Ditangkap Buntut B3ntr0k dengan Warga

Muriapos.com - ,  


Kepolisian Resor (Polres) Kudus bergerak cepat dan mengambil tindakan tegas menyusul insiden bentrokan yang melibatkan kelompok penagih utang (debt collector) dengan warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (14/10/2026). 

Berdasarkan hasil penyidikan intensif, aparat kepolisian secara resmi telah menetapkan 25 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan tersebut.   Rincian Penanganan Kasus dan Barang Bukti

Kepolisian membeberkan rincian dari total 24 tersangka yang diamankan, yang terdiri atas 21 orang dari pihak debt collector serta sisanya dari pihak penyewa jasa atau warga. 

Berdasarkan kronologi singkat yang dihimpun, kericuhan bermula ketika rombongan debt collector mendatangi rumah seorang warga guna melakukan penagihan utang. Namun, proses penagihan tersebut berubah menjadi anarkis dengan aksi intimidasi, kekerasan fisik, pengerusakan rumah, hingga penyitaan empat sertifikat tanah secara sepihak yang lantas memicu kemarahan warga sekitar. 

Akibat insiden bentrokan tersebut, dilaporkan sebanyak 4 orang mengalami luka-luka serta 1 unit rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.   Dalam operasi penindakan ini, pihak kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya 7 unit mobil, 4 sertifikat tanah, serta senjata tajam. Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan pasal terkait pemaksaan secara melawan hukum. 

  #fyp #virals #jangkauanluas  #kudus

Rabu, Oktober 11, 2017

Polda Jateng Dalami Tewasnya Anggota Brimob di Blora

Polda Jateng Dalami Tewasnya Anggota Brimob di Blora

dok. Tribratanews Polri
Muriapos.com - Blora, Polri kembali berduka, Tiga personel dari satuan Birgadir Mobile (Brimob) tewas diduga tertembak oleh rekan sendiri, Selasa (10-10-2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Ketiga personel tersebut masing-masing berinisial Bripka BT, Brigadir BW, dan Brigadir AS dari Polres Pati.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono  membenarkan peristiwa kematian tiga personelnya.

“Iya, betul, kemarin terjadi penembakan terhadap tiga orang anggota Brimob di lokasi pengeboran minyak PT Sarana Gas Trembul di Ngawen, Kabupaten Blora,” kata Condro Kirono, Rabu (11-10-2017).

Meski begitu, mantan Kakor Lantas Polri itu belum mengungkap secara detail kronologi kejadiannya. Menurutnya, saat ini pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut.

“Malam itu juga saya sudah perintahkan Dir Krimum [Polda Jateng] dan Tim Identifikasi serta Kasat Brimob dan Kapolres Blora untuk melakukan olah TKP serta memeriksa beberapa saksi-saksi di tempat kejadian perkara,” tegasnya. [dok. Tribratanews.com]

Minggu, Agustus 27, 2017

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak

Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak
Ganjar Pranowo Minta Artis PAMMI Buat Lagu Dangdut Anak. / dok Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Relita yang terjadi di lingkungan kita, banyak anak yang menyayikan syair lagu orang-orang dewasa, khususnya lagu dangdut, adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Hal ini ternyata menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Saat memberi sambutan dalam acara Pelantikan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) DPC Jepara di Lapangan Mrican, Minggu (26/8), Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menceritakan, banyak orang marah ketika stafnya meng-upload videonya di facebook yang tengah mendengarkan anak-anak menyanyi “Bojo Galak” di kampung Wologito Semarang.

“(Video) Di-upload (staf) ke facebook saya. Dikomentari banyak orang. Lalu semua orang marah-marah sama saya. Saya sampaikan jangan marah, itu karya seni. Tapi sisi yang lain, itu tidak pantas untuk anak. Jangan marah karena itu fakta, itu realita, anak-anak semua bisa nyanyi choir Bojo Galak,” ungkapnya, dalam rilis resmi di laman jatengprov.go.id.

Ganjar mengaku sebenarnya merasa terenyuh, sedih dan bercampur senang karena anak-anak bisa bernyanyi dengan nada yang baik dan lirik yang jelas. Tapi dia yakin, anak-anak itu tidak mengerti arti lirik yang dinyanyikannya.

“Sekarang PR besar kita adalah membangun moralitas. Kayak-kayaknya kawan-kawan sangat bisa berperan besar untuk bikin lagu dangdut anak-anak,” ajaknya.

Ganjar kemudian meminta organisasi PAMMI untuk bisa menciptakan lagu anak-anak yang meledaknya bisa seperti Bojo Galak. Sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

“Sekarang tugas kita bagaimana memberikan lagu pada anak-anak sesuai kesenangannya, pada usianya, dengan warna yang tetap dangdut. Tetap melayu dan mereka bisa kita perhatikan bersama-sama,” tuturnya

Ajakan Ganjar tersebut juga terkait dengan akan dijadikannya Provinsi Jawa Tengah sebagai pilot project provinsi Layak Anak oleh Unicef, Bappenas dan Kementerian PPA.

“Ketika layak anak, PAMMI sangat bisa mengambil peran seni pada anak-anak. Saya berharap betul, titip buat pencipta lagu, buatkan lagu dangdut anak-anak. kalau perlu kita festivalkan. Sing nganakke aku wis. Nah penyanyi-penyanyi senior tugasnya membimbing anak menyanyikan lagu yang bahasanya anak-anak, yang lucu, memberi semangat, nasionalisme, patriotisme, budi pekerti,” tutupnya. (JTG)
Aksi Goyang Ganjar Pranowo, Hebohkan Peserta Jalan Sehat di Jepara

Aksi Goyang Ganjar Pranowo, Hebohkan Peserta Jalan Sehat di Jepara

dok. Humas Jateng
Muriapos.com - Jepara, Suasana pembagian hadiah jalan sehat dalam rangka HUT ke-67 Provinsi Jawa Tengah, di Alun-alun 1 Kabupaten Jepara, Minggu (27/8).

Mendadak heboh dengan aksi goyang dan nyanyi keroyokan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan Bupati Jepara Ahmad Mazuqi.

Sesaat sebelum pengambilan kupon untuk hadiah utama berupa satu unit mobil oleh Gubernur Jateng beserta istri, Atikoh Ganjar Pranowo, tiba-tiba Bupati Jepara  mendaulat mantan anggota DPR RI itu menyumbangkan sebuah lagu.

Meskipun sempat bingung ketika mendapat tantangan tersebut, akhirnya gubernur memilih mendendangkan lagu “Terajana” bersama istri. Ikut naik di atas panggung Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP, beserta istri Rini Budiastuti, dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, bersama isteri Chuzaenah. Gubernur pun sukses “menggoyang” ribuan peserta jalan sehat.

Lirik lagu yang ceria dan iringan musik rancak menjadikan suasana kian semarak. Ribuan warga yang memadati alun-alun turut bergoyang mengikuti irama lagu milik raja dangdut Rhoma Irama tersebut. Riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton terus menggema mengiringi “Terajana”.

Suasana semakin meriah ketika gubernur membacakan nomor kupon yang beruntung mendapatkan hadiah grandprize satu unit mobil persembahan Bank Jateng. Peserta yang beruntung dalam kegiatan tersebut adalah Nana, warga Pengkol, Kabupaten Jepara.

“Terima kasih saya bisa dapat hadiah mobil. Kerja saya sehari-hari sebagai pengasuh anak. Saya memang tidak bisa menyetir,” ujar Nana saat berbincang dengan gubernur.

Ganjar berharap agar hadiah yang didapat bisa bermanfaat, baik hadiah kendaraan maupun peralatan ekektronik digunakan secara baik. Mereka yang mendapat sepeda motor dan mobil juga diminta untuk tertib membayar pajak kendaraan dan segera melengkapi surat-surat yang dibutuhkan, khususnya surat izin mengemudi (SIM).

“Nanti kalau mau naik mobil harus bawa SIM, selalu berhati-hati dan jaga kesehatan,” imbuhnya.

Selain hadiah utama satu unit mobil, jalan sehat tersebut juga bertabur hadiah menarik lainnya seperti dua unit sepeda motor, kulkas, sepeda gunung, televisi serta peralatan elektronik lainnya.

Sebelum jalan sehat, gubernur beserta istri, Sekda Jateng, dan Bupati Jepara mengikuti senam bersama masyarakat. Kegiatan bertujuan menyehatkan rakyat melalui olahraga murah dan mudah itu diikuti sekitar 3.000 peserta dari Jepara dan daerah  lain. (jtg)
Bawa Muatan Kayu Jati Ilegal, Sebuah Truk Diamankan Polisi

Bawa Muatan Kayu Jati Ilegal, Sebuah Truk Diamankan Polisi

Muriapos.com - Blora, Sebuah truk bermuatan kayu jati berbagai ukuran yang diduga kuat sebagai kayu ilegal diangkut dari di wilayah Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora disita Kepolisian Sektor Kedungtuban, Polres Blora, Jawa Tengah.

“Kami mengamankan truk yang sarat dengan muatan kayu jati saat melintas di Desa Wadu, Kecamatan Kedungtuban, Blora, tanpa dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH),” kata Kapolsek Kedungtuban AKP Sugiharto, S.H, dalam rilis resminya. Jumat (23/08/17) sore.

Lebih lanjut AKP Sugiharto menjelaskan, pengamanan truk pengangkut kayu dengan nomor polisi K-1987-AN itu berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada Polsek Kedungtuban tentang adanya truk bermuatan kayu dari Desa Temengeng Kecamatan Sambong hendak menuju ke arah Kedungtuban.

“Informasi yang kami terima dari masyarakat yakni ada orang yang akan mengangkut kayu jati dengan menggunakan truk di kawasan Desa temengeng menuju Kedungtuban, sehingga kami kordinasikan dengan pihak perhutani dan langsung menindaklanjuti laporan itu,” imbuhnya.

Bawa Muatan Kayu Jati Ilegal,
Sebuah Truk Diamankan Polisi/ Dok Humas Res Blora
ketika dilakukan penghadangan di lokasi tersebut, pelaku yang membawa truk muatan kayu jati illegal tanpa dokumen resmi berhasil kabur.

“Kami menyita barang bukti berupa satu unit truk berisi 8 batang kayu jati, berbentuk persegi dengan berbagai ukuran rata-rata 3,671 m, STNK, dan satu unit telepon seluler milik pelaku,” katanya menjelaskan.

Kapolsek menjelaskan seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kedungtuban Polres Blora untuk penyidikan lebih lanjut dan mengungkap jaringan pembalakan liar lainnya di wilayah setempat. kerugian materil yang dialami Perhutani ditaksir sebesar Rp. 38.193.000,-.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berhasil kabur itu, namun identitas pembalak liar itu sudah kami kantongi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat ditangkap petugas Polsek Kedungtuban dibantu Sat Reskrim dan Perhutani segera menangkap pelakunya,” tegas Kapolsek Kedungtuban. (ResBlora)